
"Nisa ada yang mau ketemu sama kamu." ucap Adam pada Nisa memberi tahu.
"Siapa mas?" tanya Nisa penasaran.
"Sebentar ya mas cari dulu!" Adam pergi meninggalkan Nisa untuk membawa orang yang ingin bertemu.
"Mama Mel dan papa!" sapa Nisa dengan senyuman manisnya.
"Iya mereka ini lah yang mau bertemu kamu, kangen katanya." ujar Adam.
"Iya sayang mama kangen sama mantu mama dan ingin lihat mantu mama di wisuda juga." jelas mama Mel.
"Terimakasih mama Mel dan papa sudah mau hadir di sini." ucap Nisa bahagia. Nisa memanggil mama Mel itu karena permintaan Mama nya Adam untuk memanggil nya seperti itu.
"Iya sayang, eh ibu sama Ade kamu datang kan, dimana mereka?" tanya mama Mel melihat kekanan dan ke kiri mencari sahabat nya itu.
"Ibu datang mah, ibu sama Dimas lagi ke kantin nyari makan dulu tadi pagi gak sempet sarapan." jelas Nisa tersenyum.
"Oh ya mah papa ini kenalkan sahabat Nisa! Rahma dan Aldo." ucap Nisa mengenalkan sahabat nya.
"Halo tante, om aku Rahma sahabat Nisa yang paling baik..." ucap Rahma dengan bawel nya.
"Halo om Tante aku Aldo." ucap Aldo memperkenalkan.
***
Siang harinya setelah selesai acara Nisa keluar dan siap-siap untuk berfoto dengan ibu, adik nya dan mama Mel beserta papa dan Adam, mereka menyempatkan waktu untuk bersua foto sebagai kenang-kenangan.
Setelah selesai berfoto Nisa menyuruh keluarga nya untuk pulang terlebih dahulu ke kontrakan Nisa atau Adam dan Adam yang akan mengantarkan nya.
"Mas anterin dulu mama papa sama ibu dan Dimas ya, nanti kamu mas jemput lagi kesini." ujar Adam pada Nisa.
"Iya mas, aku sama teman-teman yang lain dulu ya." ijin Nisa pada Adam.
__ADS_1
"Iya, puas-puasin kamu sama sahabat kamu, tapi kalau dengan laki-laki ingat jangan macam-macam ya!" ancam Adam mengingatkan Nisa.
"Ish mas... aku gak gitu ya!" jawab Nisa cemberut.
"Iya kamu gak gitu, mas cuma gak ikhlas." elak Adam.
Nisa menghela napas nya pelan. "Iya mas tenang aja." ucap Nisa meyakinkan.
Tak lama Adam pun kembali ke tempat dimana Nisa berada, ia langsung mencari Nisa dimana keberadaannya.
Ekhemm Adam berdehem saat Nisa sedang berbicara dengan Rangga om nya Rahma, Rangga sengaja datang untuk menghadiri wisuda Rahma, ia datang bersama kakak kandung nya mama nya Rahma tersebut. Namun saat Adam datang Rangga hanya berbicara berdua dengan Nisa, kebetulan mamanya Rahma sedang menghampiri Rahma yang berada jauh disana.
"Maaf saya ganggu." ucap Adam sedikit ketus.
"Selamat siang pak Adam, anda mau jemput Queennisa ya, tadi saya lihat Nisa sendiri disini makanya saya ajak Queen ngobrol dan ternyata dia sedang menunggu anda." Rangga berucap menjelaskan secara detail supaya tidak salah paham lagi.
Adam tersenyum simpul. "Baik lah saya permisi pak Rangga, terima kasih sudah menemani istri saya ngobrol." pamit Adam pada Rangga.
"Ya pak sama-sama." sahut Rangga pelan lalu ia pun tersenyum tipis pada Nisa yang tersenyum padanya.
"Marah kenapa?" tanya Adam balik.
"Aku ngobrol dengan pak Rangga tadi." jawab Nisa.
"Gak apa-apa mas udah percaya sama kamu dan pak Rangga." ujar nya tidak marah.
Nisa menghela napas nya tenang dan mengusap lengan Adam dengan lembut. "Jangan menggoda saya kamu, nanti saya khilaf." goda Adam datar.
"Siapa yang menggoda kamu sih mas geer deh kamu!" ucap Nisa sebal.
Adam menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatap Nisa. "Mas kok berhenti sih, ini kan masih jauh." tanya Nisa heran. "Terus kenapa kamu lihat aku seperti itu." tanyanya panik.
Adam mendekati Nisa dan berbisik. "Jangan membuat saya selalu cemburu." bisik Adam pada telinga nisa lalu ia pun memberanikan diri untuk mencium kening Nisa.
__ADS_1
Nisa diam saat Adam mencium keningnya secara mendadak, menutup matanya ketika Adam mencium keningnya, merasakan dinginnya bibir Adam yang menyentuh keningnya. Entah apa yang dirasakan hati Nisa saat Adam mencium keningnya Nisa tak mengerti.
Adam menatap wajah Nisa yang memerah dan melihat Nisa menutupkan matanya, Adam pun beralih melihat bibir merah alami Nisa yang selalu menggoda nya, Adam mendekatkan wajahnya pada wajah Nisa dan menatap terus pada bibirnya dan satu kecupan mendarat cepat pada bibir Nisa dengan bibir nya Adam. Nisa langsung melototkan matanya dengan penuh, terkejut tak percaya dengan berani nya Adam mencium bibir nya.
Tersadar laki-laki di hadapannya mencium nya. "Mas..." geram Nisa pada Adam yang telah berani mencuri ciuman pertamanya.
"Maaf." ucap Adam sedikit malu dan takut Nisa marah. "The first kiss." ucap Adam pelan.
Nisa menetralisir kan irama jantung nya yang tadi sempat berdetak sangat cepat saat Adam mencium nya dan Nisa pun menggigit bibir bawahnya menghilangkan rasa gugup dalam hatinya.
Ekhemm Nisa berdehem merasakan tenggorokan nya yang tiba-tiba kering. "Ayo mas jalan lagi, kita pulang pasti ibu dan mama papa udah nunggu kita." ucap Nisa gugup tanpa melihat ke arah Adam dan saat Nisa merasakan Adam yang sedang menatapnya dari tadi.
Adam tersenyum gemas melihat reaksi Nisa saat dia mencuri ciuman pertamanya, Nisa seperti tidak marah saat Adam mencium nya. "Emh kamu gak marah kan sama mas tadi begitu, maaf ya mas cuma..." ucapan terpotong saat Nisa menjawab.
"Udah mas gak usah di bahas soal kejadian tadi." jawab Nisa salah tingkah malu dengan ucapan Adam.
"Oke." sahut Adam dengan senyum bahagia.
Satu jam kemudian sampailah Nisa dan Adam di parkiran tempat kontrakan mereka. Keduanya pun langsung menuju ke kontrakan masing-masing. "Kak Nisa..." panggil Dimas pada kakak nya di tempat kontrakan Adam.
Nisa pun menoleh pada orang yang memanggilnya. "Kok kamu ada di sana? Ibu mana?" tanya Nisa cepat.
"Ibu disini nak sama mama dan papa mertua kamu..." teriak ibu Andini dari dalam kontrakan Adam pada Nisa saat mendengar suara Nisa yang bertanya pada Dimas.
"Oh." Nisa pun langsung menghampiri ibunya yang berada di kontrakan Adam, dan Adam hanya tersenyum.
"Kalian lama banget sih pulang nya apa acara nya belum selesai?" tanya mama Mel pada kedua nya.
Adam mengusap belakang lehernya bingung untuk menjawab apa, masa iya dia harus jujur tentang kejadian tadi di jalan yang membuat nya lama untuk kembali pulang.
"Emh maaf semua nya tadi di jalanan macet, maklum Jakarta." jawab Nisa bohong karena Adam hanya diam saja tak menjawab.
"Oh ya sudah, ayok kita makan tadi mama pesan makanan dari restoran dekat sini untuk kita semua, kita dari tadi nunggu kalian berdua." jelas mama Mel.
__ADS_1
Adam dan Nisa saling pandang dan tersenyum tidak enak hati. Lalu mereka pun makan bersama dengan khidmat.