
Sesampainya di rumah Nisa pun turun dari mobil yang di kendarai Aris. "Terima kasih Aris sudah mengantarkan aku pulang." ucap Nisa berterima kasih.
"Iya sama-sama, ini rumah kamu? Aku gak di suruh masuk dulu nih?" canda Aris saat Nisa tidak mengajak masuk.
Nisa tersenyum tipis. "Maaf ya suami aku lagi gak ada lain kali saja kalau mas Adam sedang ada di rumah." tutur Nisa tak enak hati.
"Ok aku mengerti, lain kali aku akan main kesini ya boleh kan?" ucap Aris menawarkan dirinya.
Nisa mengerutkan keningnya heran dan hanya menjawab dengan senyuman nya. "Aku masuk ya." ucap Nisa cepat berlama-lama dengan laki-laki yang bukan muhrimnya takut jadi sebuah fitnah.
"Ok, selamat istirahat jangan lupa jaga selalu kesehatan kamu." ujar Aris.
Nisa pun melangkah dengan cepat masuk ke dalam rumah setelah berpamitan dengan Aris sebelum Aris melajukan mobilnya bisa panjang obrolan kalau Nisa tak secepat nya pergi.
kenapa sih dia itu perhatian banget sama aku, untung dia teman aku coba kalau bukan serem ah.
"Mas Adam belum pulang? gumam Nisa saat ia sudah berada di dalam rumah.
***
Sore hari Nisa sedang bersantai di ruang televisi sambil menunggu Adam yang belum pulang, ia memainkan handphone nya karena bosan menunggu Adam.
"Assalamualaikum sayang... assalamualaikum." ucap Adam memberikan salam namun tidak ada jawaban sama sekali.
Adam mencium pipi Nisa saat melihat Nisa sedang duduk santai dan memainkan handphone nya. "Hadeh... suami ucapin salam kok gak di jawab dosa lho." ucap Adam sebal melihat Nisa sedang asyik tanpa sadar suami nya sudah pulang.
Nisa pun refleks seseorang yang menciumi pipinya. "Eh mas sudah pulang? Kok gak dengar ya mas udah pulang." tutur Nisa tanpa dosa.
Adam duduk bersebelahan dengan Nisa. "Mas tadi ucapin salam kamu malah gak jawab, lagi lihat apa sih seru banget kayaknya?" tanya Adam melihat hal apa yang di lihat dari handphone nya sehingga istri begitu asyik.
Nisa tersenyum bahagia. " Lihat deh mas lucu-lucu ya foto bayi nya, kalau anak kita nanti bakalan lucu kayak gini gak ya?" tunjuk Nisa memperlihatkan apa yang membuatnya asyik tadi.
"Kamu mau bayi?" tanya Adam saat ia tahu Nisa sedang melihat-lihat foto bayi.
"Mau lah mas pasti, masa gak mau punya anak selucu ini!" ujar Nisa menjawab pertanyaan Adam.
"Ya udah ayok!" ajak Adam dengan cepat.
"Ayok kemana mas?" tanya Nisa heran.
__ADS_1
"Kamu mau punya bayi kan? ayok kita buat lebih giat lagi!" ajak Adam menarik tangan Nisa dengan tatapan nakal.
"Ih mas... kamu ya ini masih sore lagian mas baru pulang bau asem tahu." cebik Nisa sebal.
Adam tergelak dengan tawa nya. "Kirain kamu mau padahal mas udah pasrah lho kamu apa-apain mas." goda Adam masih tertawa.
Nisa hanya cemberut dengan godaan Adam, semenjak menikah Adam yang dulu nya cuek dan jual mahal serta jutek kini dia berubah menjadi laki-laki yang selalu mesum dan selalu menggoda nya. "Dasar mesum!" ucap Nisa pada Adam dan hanya di balas dengan mata genit oleh Adam saat Adam mendengar ucapan Nisa.
"Berarti nanti malam boleh dong? Aku akan menagih janji kamu ya nanti malam! Dadah mmmmuah." goda Adam pada Nisa.
Adam pun naik ke tangga dengan tawa nya yang masih terdengar, pergi masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya.
Nisa tersenyum melihat Adam pergi terdengar tawanya. "Mas kamu belum tahu saja kalau di sini sudah ada janin, calon bayi dan buah hati kita." gumam Nisa tersenyum dengan mengelus perutnya yang masih datar itu.
"Aku akan kasih tahu kamu bila waktu nya tiba, saat kamu ulang tahun nanti, ulang tahun kamu kan sebentar lagi mas aku akan beri kejutan dan ini hadiah untuk kamu." seru Nisa dengan senyum mengembang nya.
***
Dua hari kemudian Adam sedang bertugas malam berpatroli bersama anggotanya. "Gila ini malam dingin amat ya." ucap Satria dengan mengusap-usap lengannya yang dingin.
"Makanya cepetan nikah biar ada yang meluk!" sahut Adam tanpa ekspresi.
Adam tersenyum mengejek dan Satria melihat nya. "Udah punya bini juga pas lagi patroli gini ya tetep aja kedinginan apa bedanya coba?" ujar Satria mengejek Adam.
"Ya beda lah udah nikah ya pas pulang ada yang meluk, kita bisa meluk bini, nah yang masih jomblo pulang kedinginan meluk apaan!" sahut Adam tak mau kalah.
Satria menarik nafas frustasi karena kalah telak. "Iya deh gue jomblo..." ucap Satria pasrah.
Adam tersenyum penuh kemenangan merasa menang dari seorang Satria sahabat nya itu biasanya Adam selalu kalah kalau sudah beragumen dengan Satria.
"Eh malam ini cuma razia dan patroli malam biasa aja kan?" tanya Satria pada Adam.
Adam hanya mengangguk menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi mobil, sedangkan Satria dia yang mengendarai mobil patroli.
"Eh itu mobil kenapa berhenti ya?" tanya Satria saat ia melihat di arah depan nya ada sebuah mobil yang terparkir.
"Coba kamu cek aja siapa tahu mobil nya bermasalah." ujar Adam memerintahkan Satria untuk berhenti.
Satria pun menghentikan laju mobil nya dan menghampiri mobil yang berhenti.
__ADS_1
"Selamat malam pak apa mobil anda bermasalah?" tanya Satria pada pemilik mobil itu.
Orang itu pun menoleh pada orang yang bertanya padanya. "Oh selamat malam juga, iya mobil saya tiba-tiba berhenti saya tidak tahu kenapa." jawabnya dengan sopan.
Adam pun menghampiri Satria yang sedang berinteraksi dengan nya. "Kenapa?" tanya Adam pada Satria.
"Mobil nya tiba-tiba berhenti mungkin mogok!" sahut Satria.
Adam pun menatap orang itu yang sedang menunduk berusaha mencari kenapa mobil nya bisa mogok. "Pak Aris?" tanya nya sedikit terkejut.
Aris pun mengangkat kepalanya melihat siapa yang memanggil namanya. "Pak Adam? ah selamat malam pak Adam apa kabar?" sapa Aris menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
Adam tersenyum ramah." Baik pak alhamdulilah, apa mobilnya bermasalah? anda dari mana malam-malam begini ada di jalanan?" tanya Adam penuh selidik.
"Saya tidak tahu kenapa mobil saya tiba-tiba mogok seperti ini, mungkin karena sudah lama tidak di servis. Saya baru saja pulang dari luar kota, kebetulan besok saya ada tugas jadi mau tidak mau saya bolak balik dari luar kota, eh jam segini saya masih ada di jalanan." tutur Aris menjelaskan.
"Kalau begitu saya antarkan saja anda pulang, biar mobil nya saya panggil kan orang bengkel untuk membetulkan nya." tawar Adam pada Aris.
"Ah saya jadi merepotkan anda pak Adam anda kan sedang bertugas malam ini." ujar Aris sungkan.
"Tidak merepotkan kok tugas kami disini kan membantu sesama dan lagi pula ini sudah sangat malam tidak ada angkutan umum malam-malam begini." canda Adam pada Aris.
"Iya memang betul sekali, okelah kalau begitu." jawab Aris ada benarnya jalanan sangat sepi dan hari sudah sangat malam malah hampir subuh.
Di dalam mobil patroli Adam Satria dan Aris, mereka menuju tempat tinggal Aris.
"Oh ya pak Adam selamat ya atas kehamilan istri pak adam." ucap Aris memberi ucapan.
Adam dan Satria mengerutkan keningnya. "Hamil? tanya adam dan Satria berbarengan dengan sedikit terkejut.
"Iya istri pak Adam sedang hamil kan? Nisa istri pak Adam sedang mengandung seorang bayi." ucap Aris menjelaskan.
"Dari mana anda tahu istri saya sedang hamil?" tanya Adam penasaran Aris bisa tahu istrinya hamil sedangkan Adam sebagai suami nya tidak mengetahui hal itu.
"Dari dokter kandungan yang memeriksa Nisa waktu itu." jawab Aris tanpa salah.
"Oh." ucap Adam cepat dengan kesal.
Nisa aku itu suami mu kenapa pak Aris yang lebih tahu kabar kehamilan kamu sedangkan aku seperti orang bodoh yang tidak tahu kalau istrinya sedang mengandung dan ada hubungan apa antara kamu dengan pak Aris?
__ADS_1
Satria sebagai sahabat Adam pun merasa aneh seperti nya Adam belum tahu kabar kehamilan Nisa karena ia melihat Adam begitu terkejut saat mendapati ucapan kabar kehamilan Nisa dan ada hubungan apa antara Nisa dengan pak Aris ini.