Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
terjebak


__ADS_3

Sudah dua Minggu ini Aris yang sudah pulang seminggu yang lalu merasa bosan hati nya serasa kosong, karena seminggu ini ia tidak bertemu dengan suster galak itu. "Walaupun kamu galak tapi kenapa saya jadi ingat kamu ya?" gumam Aris ia tak sengaja melihat jaketnya yang pernah di pakai oleh Via waktu itu.


Jaket sudah tidak pernah ia pakai namun Aris menyimpan nya, ntah kenapa membuang jaket itu rasanya sayang sekali, padahal jaket itu sudah ternodai oleh darah korban kecelakaan yang menempel pada baju Via, jaket itu sudah di cuci bersih tapi noda darah tidak bisa hilang.


"Hemm Nisa... sekarang rasanya melihat Nisa tidak semenebarkan dulu saat bertemu dengan nya untuk pertama kalinya. Apa ini tanda aku sudah benar-benar merelakan dia untuk pak Adam?" gumam nya seraya membaringkan tubuhnya menatap ke atas. "Aku malah merasa tidak suka kalau suster galak itu tersenyum pada lelaki lain." tambah nya ia jadi mengingat pada saat Aris akan keluar dari rumah sakit dan melihat Via sedang berbicara akrab dengan dokter yang ia kenal yaitu dokter Lucky apalagi saat itu ia tidak sengaja melihat Via tersenyum tipis pada dokter itu.


"Apa aku mulai menyukai suster itu ya? Tapi apa yang membuat ku suka padanya. Dia itu tidak selembut Nisa dan tidak seramah Nisa tapi kenapa aku akhir-akhir ini merasa kosong saat aku tidak bertemu dan melihat dia galak padaku!" batin Aris masih bingung dengan perasaannya.


"Apa aku harus berjuang lagi untuk mendapatkan cinta yang tumbuh di hati ku ini?" gumam nya sambil berpikir. "Iya aku harus bisa mendapatkan kamu, aku tidak mau perempuan yang ada di hatiku di miliki oleh laki-laki lain lagi aku tidak akan biarkan itu!" tekadnya penuh semangat. "Tapi bagaimana aku menjalani hubungan jika sudah tahu perempuan itu sepertinya membenciku dan tidak suka berada dekat dengan ku?" sambung nya mulai tidak semangat.


Aris mengacak-acak rambutnya frustasi dengan kisah asmaranya yang selalu gagal padahal dalam pekerjaannya ia selalu bisa menaklukkan tapi tidak dengan hati seorang perempuan sulit baginya untuk ia dapatkan.


Lalu ia meraih handphone nya yang tergeletak di atas nakas di dalam kamarnya ia melihat foto yang ia dapatkan dari pak Santoso pimpinan Via, ia mengirimkan sebuah foto di dalam foto ada gambar dirinya bersama Via saat mereka mendapatkan sebuah penghargaan di rumah sakit. Ia pun tersenyum apa kamu adalah jodoh ku? Suster galak ku!" gumam nya dengan tersenyum membayangkan Via yang sedang ketas ketus saat berbicara padanya. "Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku suster!" ucapnya lagi seraya tersenyum devil.


*


*


*


Pada suatu hari Via yang sedang cuti ia sengaja berniat untuk jalan-jalan menghilangkan rasa penat seminggu dalam bekerja, inilah saatnya ia memanjakan dirinya dengan kegiatan yang menyenangkan. Sendirian di tempat keramaian adalah hal yang biasa ia rasakan, jauh dengan keluarga atau pun saudara. Sebelum ia putus dengan Tama biasanya ia suka berjalan-jalan dengannya menghabiskan waktu cutinya bersama tunangannya itu, namun tidak untuk sekarang, sekarang ia benar-benar sendiri.


Seusai jalan-jalan tidak jelas, Via yang merasakan perutnya yang lapar mencari sebuah restoran untuk ia mencari makanan sebagai pengganjal perut nya yang lapar itu.


Via masuk ke dalam restoran itu namun langkahnya terhenti saat ini ia melihat sesosok laki-laki itu lagi, sedang tersenyum manis menatap nya bersama rekan-rekannya yang pernah menjenguk dia di rumah sakit.


Ia mencari tempat duduk di sana namun tempat duduk hanya tinggal satu itu pun dekat dengan tempat duduk dimana Aris dan rekannya yang sedang duduk sambil bercanda.


Mereka yang memakai baju seragam TNI itu menatapnya ke arah dimana Via berada, Via rasanya ingin pergi saja namun karena ia sudah lapar malas rasanya jika sampai harus mencari restoran lain. Dengan tenang nya Via menghampiri tempat duduk yang kosong itu melewati Aris dan rekan-rekannya.

__ADS_1


Saat Via melewati mereka, terdengar jika mereka sedang menggoda Aris karena kedatangan nya itu namun Via bergeming tidak peduli dengan kehadiran mereka.


"Mba!" panggil Via pada pelayan restoran dan pelayan itu menghampiri Via yang memanggilnya. "Aku pesan ini dan ini." tunjuk nya pada buku menu yang di berikan sang pelayan. Pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanan Via.


Tak lama suara nada dering handphone nya berbunyi sebuah panggilan dari bunda tersayang.


"Hallo Bun ada apa?" ucap Via menjawab panggilan telepon nya.


"Aku belum bisa pulang Bun, aku belum dapat cuti panjang. Bunda mau bahas soal pernikahan aku, nanti kita bicarakan lagi ya Bun ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama bunda dan ayah, tapi gak bisa di telepon nanti aku akan pulang."


Aris sedikit mendengar pembicaraan Via di telepon dan melihat ekspresi Via yang seketika murung membuat Aris menjadi penasaran. "Dia tadi membahas soal pernikahan, bukannya dia dan tunangannya itu sudah batal ya tapi kenapa ada pembahasan soal pernikahan?" batin Aris bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Bagaimana bisa aku menikah tanpa seorang laki-laki, kak Tama yang jadi calon ku saja membatalkannya bagaimana bisa aku menikah sendiri!" gerutu Via kesal.


Aris yang jeli mendengar gerutuan Via karena jarak mereka sangat dekat dan Aris yang begitu peka dengan pendengaran nya tersenyum simpul. "Oh jadi ini masalah yang membuat kamu terlihat murung setelah menerima telepon tadi." batin Aris.


Teman Aris saat Via berteleponan ada yang sedang pergi ke toilet ada juga yang sibuk dengan handphone nya jadi tidak begitu fokus mendengar pembicaraan Via namun berbeda dengan Aris ia fokus mendengar pembicaraan Via saat itu.


Via pun pergi ke toilet ia tidak tahu kalau Aris pun ke toilet namun saat akan masuk ke toilet Via di tubruk oleh seorang perempuan seumuran dengan nya. "Bisa lihat gak sih kalau jalan!" ucapnya marah dan emosi.


Via mengerutkan keningnya. "Harus nya saya dong yang bilang seperti itu kan kamu sendiri yang duluan nabrak saya!" balas Via tidak terima.


"Eh kenapa elu jadi nyolot! Minta maaf elu sama gue!" ucapnya lagi.


Karena Via tidak mau memperpanjang masalah dan malu juga di tempat umum kalau sampai ia bertengkar dengan perempuan yang sama sekali tidak ia kenal Via mengalah. "Maaf!" ucap Via singkat padat dan tidak bertele-tele.


Namun bukan di terima kata maaf dari Via perempuan itu malah semakin marah karena menurut dia maaf dari Via tidak tulus membuat perempuan itu memanggil pacar nya yang sedang berjalan melangkah mendekat ke arah Via dan juga perempuan itu.


"Sayang lihat perempuan ini tadi menabrak aku dan dia juga tidak mau meminta maaf malah dia marah-marah sama aku, aku kesal sayang!" rengek nya pada lelaki itu.

__ADS_1


Lelaki itu pun menatap ke arah Via. "Via!" panggil nya dengan sedikit terkejut saat ia memanggil Via.


Via yang tahu laki-laki di hadapannya itu adalah mantan tunangannya yang membatalkan dengan cara sepihak itu membuat Via melengoskan pandangan nya malas dan kesal tidak menyahut panggilan itu.


"Via kalau kamu kesal dan benci sama aku, kamu jangan melampiaskan rasa benci dan kesal kamu pada pacar baruku!" ucap Tama tidak terima pacar barunya di sakiti.


Via tersenyum dengan sebelah bibirnya dengan sinis mencoba untuk tetap tenang saat berhadapan dengan mantan tunangannya itu dengan kedua tangan ia lipat di depan dadanya.


"Sayang maksud kamu perempuan ini mantan tunangan kamu yang kamu batalkan itu?" tanya ChaCha pacar baru Tama dengan menunjukkan telunjuknya ke arah Via.


"Aku gak ada waktu ya berdebat dengan kalian berdua, lagipula untuk apa aku membalas kebencian aku padanya, ini pertama kalinya aku bertemu dengan pacar baru kamu, jadi bagaimana bisa kamu menuduh ku jika aku mau membalas dendam atas kesalahanmu sama aku!" sergah Via tidak terima jika ia di salahkan.


"Pantas saja Tama lebih memilih berhubungan dengan ku dan membatalkan pertunangan dengan kamu, ternyata perempuan seperti kamu itu tidak pantas bersanding dengan Tama karena ucapan kamu yang tidak berpendidikan!" ucapnya ChaCha sinis.


Via tersenyum sinis. "Iya aku memang tidak pantas bersanding dengan nya dan dia lebih pantas bersanding dengan kamu, karena kalian itu sama! Sama-sama tidak tahu diri sudah salah masih saja mengelak." sahut Via tak kalah bengis karena ia merasa benar kejadian tadi, pacar baru Tama lah yang menabraknya duluan tapi dia dengan mudah dan tidak tahu malu nya sudah memutar balikkan fakta.


"Via! Sekarang kamu berubah aku seperti sudah tidak mengenali kamu karena sikap kamu ini, mana Via yang dulu manis dan lembut itu. Jangan-jangan kamu masih belum bisa terima jika aku sudah memiliki kekasih baru, aku juga tidak akan seperti ini kalau saja kamu tidak seperti itu Via!" ucap Tama dengan tatapan sinis pada Via.


"Maaf ya kak Tama, asal kak Tama tahu aku sudah tidak peduli dengan kamu, kamu memiliki pacar baru atau tidak, yang pasti aku pun sudah memiliki pengganti mu di hati aku!" ucap Via sedikit gugup karena ia berbohong kalau sudah memiliki pacar namun dia bisa di rendahkan oleh Tama kalau dia tidak mengakui kalau dia sudah memiliki kekasih.


"Mana buktinya?" ucapnya santai namun menatap tajam. "Bahkan sekarang saja kamu pergi kesini sendiri tidak ada yang menemani berarti kamu bohong, hanya mengaku-ngaku saja iya kan?" tandas nya Tama tidak percaya bahwa Via sudah memiliki kekasih karena dia tahu selama ini Via hanya dekat dengannya dan sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak mungkin dia dengan cepat memiliki kekasih baru.


"Ok akan aku buktikan!" jawabnya gugup.


ayok Via berpikir kamu! bagaimana caranya supaya mantan tunangan kamu ini percaya kalau kamu bisa move on dengan nya dan memiliki pengganti dia saat ini, ayok tunjukkan bahwa kamu juga bisa melupakan dia dan melupakan cerita saat kamu bersama nya dulu.


Via melihat ke arah lain untuk mencari cara bagaimana Tama bisa percaya dan seseorang di sana yang Via lihat sedang melangkah mendekat ke arahnya. "Masa aku harus meminta tolong padanya sih! Bisa-bisa dia malah ngejek aku dan gak mau bantu aku." batin Via bingung namun ia tidak memperlihatkan itu semua pada Tama dan juga pacar barunya.


"Mana buktinya kalau kamu memang benar-benar sudah melupakan ku dan tidak sedang membohongiku?" tanya Tama dengan tidak sabaran.

__ADS_1


Via semakin bingung bagaimana bisa membuktikan hal ini pada Tama sedangkan ia memang benar-benar belum memiliki kekasih pengganti Tama.


__ADS_2