Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
malam terlambat


__ADS_3

Tiga Minggu pun berlalu hari-hari antara Via dan Aris hubungan mereka semakin manis, perlakuan Aris terhadap Via tidak ada cacat satu hari pun, Aris selalu memperlakukan Via sebagai perempuan yang paling dia sayangi ya walaupun belum ada malam pertama bagi mereka, Aris masih sabar, ntahlah sabar atau Aris yang aneh.


"Hemmm dia itu suami yang buat aku nyaman, dia perlakuan aku sebagai perempuan yang begitu sangat bahagia." batin Via saat ia memandang Aris yang sedang mempersiapkan makanan, Via kini sedang memperhatikan Aris yang sedang memasak untuknya di ruang meja makan yang langsung terlihat ke arah dapur dengan menopang dagunya oleh kedua tangannya.


Aris melirik ke arah Via yang sedang memperhatikan nya lalu ia tersenyum simpul karena Via langsung pura-pura melihat ke arah lain dan menjadi salah tingkah karena ketahuan curi-curi pandang terhadap nya..


*


*


*


Malam hari Aris yang sedang duduk di atas kasur seraya membalas pesan dari rekan nya. Lalu Via menghampiri suaminya itu dengan pelan karena ada sesuatu yang akan ia bicarakan pada nya.


Diam-diam Via melirik ke arah Aris yang sedang serius dengan tangan menggenggam sebuah handphone, kini Via berada di samping Aris. Televisi yang berada di dalam kamar menyala namun Aris sibuk dengan handphone nya itu membuat Via sedikit cemburu di buatnya.


Via mendengus sebal dan berdehem mengisyaratkan bahwa dia tidak mau di anggurkan walaupun Via tahu jika suaminya itu memang sedang berpesan pada rekannya terlihat dari nama si nomor pesan yang sedang Aris ketik.


"Emh...apa aku boleh bicara sebentar!" ijinnya ragu.


Aris tanpa menghentikan kegiatannya pun menjawab tanpa menatap ke arah Via yang akan bicara padanya. "Emh boleh, apa yang akan kamu bicarakan? Bicarakan saja!" ucapnya tanpa ragu.


"Hemm kamu bisa gak perhatikan aku dulu?" balasnya ketus membuat Aris langsung menatap ke arah wajah Via yang sedang menatapnya dengan tatapan serius.


Aris tersenyum. "Sebentar ya sayang..." sahut nya melanjutkan lagi balas membalas pesan.


Via menghela nafasnya berat. "Aku cuma mau bilang kalau aku sudah siap menjadi istri kamu yang sesungguhnya, tapi sepertinya hal ini tidak membuat mu tertarik!" ucap Via ketus seraya bangkit dari kasur berniat akan pergi.

__ADS_1


Aris walaupun dia terlihat fokus akan handphone nya namun pendengaran nya fokus pada apa yang akan di bicarakan oleh Via padanya. Dengan cepat Aris menarik tangan Via yang akan pergi itu, menarik nya langsung ke pelukan tubuh nya lalu dengan cepat ia menindih nya di bawah Kungkungan nya, nafas nya yang tercium wangi mint itu membuat Via menjadi berdebar-debar dan merasa menjadi panas akan seluruh tubuhnya yang begitu dekat dengan Aris suaminya. "Coba ulangi apa yang tadi kamu ucapkan!" titah Aris tegas namun lembut, saat ini Aris sedang menatap wajah Via yang berada di bawahnya sedangkan handphone nya terjatuh begitu saja tanpa Aris pedulikan karena ada yang lebih ia fokus kan yaitu ucapan tadi yang Via katakan.


"Emh... a...aku a...aku tadi tidak bicara apa-apa!" elaknya. Aris masih tetap menatap kedua bola mata indah Via itu membuat Via melengoskan tatapan nya ke arah samping agar tidak semakin berdebar-debar.


"Jangan bohong! Aku tidak tuli tadi, aku mendengar apa yang kamu ucapkan!" ujarnya tajam dengan penuh harap.


Via menatap kembali pada kedua bola mata Aris. "Kalau kamu dengar untuk apa lagi aku mengulang nya!" sebalnya ketus karena malu yang ia rasa saat ini. "Aku tidak akan mengulangi penawaran ku untuk kedua kalinya. Kalau tidak mau, penawaran ku akan hangus!" sambung nya dengan nada pura-pura kesal padahal bukan kesal tapi malu karena ia lebih dulu menawarkan dirinya untuk mengajak Aris berhubungan layaknya suami-istri.


Aris tersenyum senang walaupun dia tahu jika istrinya bicara ketas ketus dan dengan cepat tanpa menunggu lagi ia mencium bibir Via dengan rakus dan pada akhirnya terjadilah malam pertama mereka yang begitu indah. Malam pertama yang terlambat!


Setelah selesai kegiatan malam pertama nya Aris yang malam ini begitu bahagia dan sedikit tidak percaya karena istrinya itu sudah siap dan menawarkan padanya, ah tidak ada kata yang bisa Aris ucapkan saat ini. Aris melihat ke arah Via yang terlihat lemas dan dengan mata sayu dan ia tersenyum tipis terlihat oleh Aris. "Terima kasih sayang, karena kamu sudah memberikan nya padaku, terima kasih!" ucapnya pada Via seraya mencium kening Via dengan lama dan lembut sedangkan Via menutup kedua matanya itu merasakan ciuman lembut yang mendarat di kening nya itu. Lalu tersenyum dan tertidur tanpa menjawab ucapan Aris yang mengucapkan kata terima kasih padanya.


Aris melihat Via langsung tertidur pun langsung menutupi tubuh Via yang tanpa satu benang menempel di tubuhnya itu Oleh selimut nya agar ia tidak kedinginan.


***


Lalu Via pun menatap kembali pada suaminya yang masih bergeming. "Pulas banget sih kamu tidur nya, Untungnya hari ini kamu libur bertugas jadi aku gak akan bangunkan kamu." gumamnya lembut masih menatap pada wajah Aris yang masih terlihat tampan walaupun sedang tidur. "Aku sayang kamu Abang...!" bisik Via di telinga Aris dengan malu.


Via terus saja menatap wajah Aris lalu tersenyum, Via melihat hidung mancung Aris lalu ia mempermainkan hidung itu memutar-mutarkan jarinya di tengah hidung Aris dan memencet-mencet hidungnya itu dengan tawa Via yang cekikikan pelan karena saat hidung Aris ia pencet-pencet hidung suami nya itu jadi kembang kempis karena ulahnya.


Namun saat Via sedang mempermainkan hidung suami nya itu tak lama suara handphone Aris yang ada di atas nakas berdering pertanda sebuah panggilan telepon. Via langsung berpura-pura tidur menutup kedua matanya dan menyelusupkan kepalanya di atas dada Aris yang tidak memakai baju.


Aris pun menerima panggilan telepon itu namun sebelum menjawab panggilan itu ia melirik ke arah Via lalu tersenyum penuh curiga. Ternyata dari tadi dia sebenarnya sudah bangun, namun melihat istrinya yang masih tertidur di atas dada nya tidak tega jika ia bangunkan istrinya itu karena terlihat masih sangat pulas. Untung hari ini ia tidak sedang bertugas jadi aman jika bangun sampai siang.


"Hallo, iya ada apa Syam?" terdengar di telinga Via saat suaminya itu menerima panggilannya.


"Gue hari ini tidak ada tugas, tapi mungkin akan bertugas dengan istri seharian ini." jawabnya dengan tawa membuat kedua mata Via membulat melotot. "Sudah bangun dari tadi tapi istri gue masih manja nih gak mau bangun." ucap nya cekikikan dan Via semakin melotot terkejut.

__ADS_1


"Jadi dari tadi dia sudah bangun, ah aku malu... berarti dari tadi dia dengar dan tahu apa yang aku lakukan padanya?" batin Via berucap rasanya malu sekali, via langsung menyelusup semakin dalam pada dada Aris menyembunyikan wajahnya yang pasti suaminya itu pasti menggodanya.


Aris pun menutup panggilan nya itu dengan tersenyum karena sudah berhasil membuat istrinya menjadi malu, padahal menurutnya istrinya itu tidak usah malu mengatakan apapun padanya karena mereka sudah menjadi istri dan juga suami.


Via mendongakkan wajahnya menatap wajah Aris dengan sebal. "Jadi....kamu dari tadi sudah bangun dan kamu tadi tahu apa yang aku lakukan!" sebal Via saat tahu suaminya itu tadi sudah bangun.


Aris mengangguk pelan lalu tersenyum dan mencubit pipi istrinya dengan gemas. "Aku tahu semuanya bahkan tadi aku dengar ada yang berbisik di telinga aku bahwa istri dari seorang Aris bilang kalau dia sayang sama aku." goda Aris dengan nada menggoda. Via memukul lengan dada bidang Aris gemas membuat Aris mengaduh. "Mumpung masih pagi, bagaimana kalau kita lanjutkan kegiatan yang semalam?" ajak Aris dengan menaik turunkan kedua alisnya menggoda Via.


"Jangan aku tidak mau...!" ucapnya


Via menolak ajakan suami nya itu dengan tertawa karena Aris menggelitik perut Via lalu dengan cepat Aris menarik selimut yang mereka pakai untuk menutupi tubuh Via dan Aris yang sedang melancarkan melanjutkan kegiatannya di pagi ini bersama istri tercinta nya.


"Ah jangan hentikan!" ucap Via dengan tawanya. "Aku geli Abang..." sambung nya.


Aris menghentikan menggelitik istrinya itu lalu ia menatap kembali pada wajah Via dan mengelus perut Via sehingga Via menjadi heran. "Semoga kamu jangan hamil dulu ya!" ucap Aris penuh harap.


Via mengerutkan keningnya kesal. "Jadi kamu gak mau punya anak dariku?" ucap Via emosi.


"Bukan begitu sayang... bukan aku gak mau punya anak, aku mau kok memiliki anak apalagi membuat nya hehe." cengengesan Aris saat dengan Via. "Aku bukan menolak memiliki anak dari kamu, kamu tahu kan Bagaimana sekarang,


aku akan pergi bertugas selama setahun dan aku tidak mau sampai aku bisa melewatinya, saat kamu hamil dan tidak bisa membuat kamu memenuhi keinginan mu nantinya?" tutur Aris berucap dengan lembut dan di angguki oleh Via karena ada benarnya juga. " Kamu tunggu sampai saat nya sudah tiba." tambahnya.


***


Sekarang kan masih suasana lebaran, walaupun kita tidak pernah mengenal bertemu pun tidak pernah tapi silaturahmi kita harus tetap terjaga ya man teman, Kalau boleh tahu pembaca disini orang mana saja sih? Aku penasaran! Sedih juga ya tahun ini kita di larang untuk mudik saat hari raya karena masih ada covid 19 di tengah hari raya kita, semoga tahun depan kita masih ada umur untuk bisa menjalankan puasa di bulan ramadhan dan masih bisa merayakan hari raya idul Fitri tanpa ada si covid 19 diantara kita. Aamiin.


"Mohon maaf lahir dan batin ya bagi yang merayakan nya!" Sapa santun...🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2