Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
siapa dia?


__ADS_3

Via mendorong tubuh laki-laki itu dengan keras ke belakang saat ia berhasil mencium bibir nya itu. Rasa kesal dan marah semakin menjadi yang kini Via rasakan. "Kurang ajar!" plak... Sebuah tamparan tangan Via melesat pada pipi laki-laki itu begitu keras. "Laki-laki berengsek, sihalan!" geram Via pada laki-laki itu menghapus bekas ciuman bibir laki-laki itu pada bibirnya dengan cepat dan kasar.


Via beranjak pergi dari sana dengan cepat meninggalkan laki-laki itu dengan penuh emosi. "Kurang ajar bisa-bisanya dia mencium bibirku." gerutu Via kesal sekali tidak terima ia merasa dilecehkan sambil ia berjalan cepat.


Laki-laki yang mencium Via adalah Aris. Ia juga menjadi bingung kenapa ia sampai bisa seberani itu mencium seorang perempuan, apalagi perempuan itu bukan siapa-siapa nya. "Ah kenapa aku jadi laki-laki berengsek dan kurang ajar begitu. Bodoh....bodoh kamu Ris." gumam nya merutuki perbuatanya pada dirinya sendiri karena sudah berani mencium bibir seorang gadis.


"Kenapa aku jadi bertindak bodoh seperti itu." tambah nya dengan memukul bibir yang kurang ajar dengan tangan nya sendiri.


"Hei tunggu!" Aris memanggil Via yang pergi begitu cepat saat tersadar setelah merutuki perbuatanya itu. "Hei tunggu! Saya minta maaf, saya tidak sengaja tadi berbuat seperti itu." teriak Aris memanggil Via agar ia berhenti namun Via tidak menghiraukan panggilan Aris dan Aris terus berlari mengejar Via yang menghindari nya.


Aris tadi datang ke danau itu sebelum Via datang, dari cafe yang tadi di kunjungi Aris langsung pergi ke danau karena dia masih bosan dan jenuh, malas rasanya jika untuk pulang sebelum ia bertugas nanti malam. Tak lama seorang perempuan datang diam di dekat danau itu. Dan sejak dari tadi Aris memperhatikan si perawat cantik itu sedang duduk sendirian di tepi danau. Ia juga mendengar kalau perawat itu juga menangis dan pada akhirnya ia juga berteriak menjelekkan kaum laki-laki padahal ia hanya kesal saja pada tunangannya tapi kenapa harus menjelek-jelekan laki-laki. Namun Aris yang mendengar ucapan perawat itu tidak terima jika dia sebagai laki-laki merasa di jelek kan seperti itu.


Aris menarik tangan Via saat ia sudah di dekat nya. "Saya minta maaf, saya tidak sengaja tadi karena sudah mencium bibir kamu." ucapnya tidak enak hati.


Via semakin geram. "Lepaskan tangan anda dari tangan saya!" pinta nya ketus. Via tersenyum sinis. "Tidak sengaja anda bilang, saya bukan orang bodoh ya, anda memang laki-laki berengsek dan kurang ajar, bisa-bisanya anda melecehkan saya. Saya akan bawa ini ke jalur hukum karena anda sudah melecehkan saya!" tambah Via emosi.


"Maaf, saya memang benar-benar tidak sengaja. Saya juga bingung kenapa tiba-tiba bisa mencium kamu." balas Aris.


"Sudah lah saya jijik kepada anda, saya tidak mau melihat anda lagi saya benci..." ucap Via menghapus bibir nya dengan kesal.


"Hei... saya benar-benar minta maaf atas kejadian tadi." tambah Aris menjelaskan dengan memegang tangan Via yang dari tadi memberontak ingin di lepaskan. Mereka bukan pasangan kekasih tapi jika di lihat oleh orang lain mereka seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

__ADS_1


Via menarik tangan nya yang Aris pegang dengan kasar ia tidak mau Aris menyentuh tangan nya apalagi memegang nya. Via mendorong tubuh Aris dengan keras karena ia sangat kesal sekali. Dan byur... mereka tercebur ke dalam danau itu. Mereka yang bertengkar di pinggir danau dan Via tadi mendorong Aris membuat Aris menarik tangan Via seketika mereka tercebur bersamaan dalam posisi Aris memeluk Via.


"Ah." teriak Via saat ia tercebur bersama Aris. "Lepas!" teriak nya. "Anda benar-benar ya menyebalkan sekali!" geramnya.


"Bukan salah saya, kenapa kamu tadi mendorong saya, saya gak mau jatuh sendirian. haha." Aris tertawa puas karena bisa sama-sama basah kuyup dengan perawat cantik yang galak itu.


Via mendorong tubuh Aris saat di air danau itu mencoba melepaskan dekapan Aris pada tubuhnya. "Lepas!" teriak Via kesal.


Aris pun melepaskan pelukannya pada tubuh Via dan berenang ke tepi danau dengan cepat itu untuk naik ke atas, karena Aris seorang TNI ia dengan cepat berenang ke tepian tanpa melihat ke arah Via. Namun saat ia sudah di tepian ia melihat Via masih di temani tadi mereka tercebur. "Ini sudah mau malam dia malah asyik main air, dasar perempuan aneh tadi marah-marah karena kesal tercebur sekarang dia malah asyik di air." gumam Aris melihat Via sedang melelepkan kepala keluar masuk air danau.


Aris terus memperhatikan Via semakin lama semakin aneh cara ia bermain air, dia terlihat seperti sedang menahan nafas nya di air dan seperti meminta tolong namun suaranya tidak terdengar karena tersengal-sengal. "Apa dia tidak bisa berenang?" ucap Aris masih memperhatikan Via.


Dengan cepat Aris menceburkan dirinya lagi ke danau untuk menolong Via yang tersadar tidak bisa berenang itu lalu setelah Aris dekat dengan via ia membawa Via ke tepian danau. Di angkat nya tubuh kecil Via yang lemas tak berdaya karena ia tidak sadarkan diri, Aris meletakkan Via di tanah rerumputan dan mencoba memberikan pertolongan pertama, mencoba mengeluarkan air yang terminum oleh Via dan dengan sedikit ragu Aris mencoba memberikan nafas buatan untuk Via dari mulut ke mulut agar ia bisa mengeluarkan lagi air di dalam perut nya.


Sesampainya di klinik terdekat Aris menatap wajah cantik Via dengan wajah putih pucat itu dan bibir yang sedikit pucat juga sebelum dokter datang untuk memeriksa nya.


Tak lama dokter pun datang untuk melihat keadaan Via sedangkan Aris menuggu di luar.


Via tersadar saat dokter memeriksa nya. "Anda sedang di klinik kesehatan anda tadi pingsan, pacar anda yang membawa anda kemari." ucap dokter itu melihat pasien nya yang seperti kebingungan dimana keberadaannya saat ini.


"Pacar?" tanya Via dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


"Iya laki-laki yang membawa anda kemari adalah pacar anda kan kalian sama-sama basah kuyup." balas dokter itu menjelaskan.


Tak lama Aris pun masuk ke dalam ruangan dimana Via berada setelah di beritahu oleh suster bahwa Via sudah sadar.


"Apa keadaan kamu sudah lebih baik sekarang?" tanya Aris menatap wajah Via.


Via melengoskan pandangan saat ia melihat laki-laki yang sangat ia benci sekarang ini tanpa menghiraukan pertanyaan Aris padanya. Melihat Aris yang ada di hadapannya itu membuat ia malas menanggapi pertanyaan Aris dan rasa bencinya semakin besar karena Via mengingat kejadian tadi sebelum mereka tercebur ke danau. "Peduli apa anda pada saya!" gumam nya pelan namun terdengar samar-samar oleh Aris yang ada di samping nya.


Aris tersenyum sinis. "Apa kamu tidak mau meminta maaf kepada saya?" tanyanya Aris.


Via langsung membalikkan pandangan cepat pada Aris dan tersenyum dengan bibir terangkat sebelah seperti mengejek. "Maaf?" Harus nya anda yang meminta maaf kepada saya karena gara-gara anda saya jadi seperti ini." sahut Via ketus.


"Ini juga salah kamu, karena kamu mendorong saya, mencoba mencelakai saya!" ucapnya sinis mendekat pada wajah pucat Via dan menatap nya.


"Mencelakai anda? Seperti nya anda yang ingin mencelakai saya!" balasnya tak kalah sinis.


"Ok kalau kamu tidak mau meminta maaf kepada saya, saya tidak apa-apa." ucapnya pelan. Aris menghela nafasnya pendek dan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Bukan saya tidak mau bertanggung jawab atas kejadian ini dan saya juga tidak bisa mengantarkan kamu pulang, karena malam ini saya ada tugas jadi saya tidak bisa mengantarkan kamu pulang." tambahnya.


"Emh dokter saya titip dia dahulu, jika setidaknya dia belum baik keadaannya jangan biarkan dia untuk pergi dari klinik ini. Saya permisi ya dok, pekerjaan saya sedang menunggu." pamit nya memberitahu.


Dokter yang menangani Via merasa aneh dengan hubungan mereka, dokter itu berfikir mungkin mereka sedang ada masalah sehingga terdengar berdebat di antara mereka, dokter tidak memperdulikan urusan mereka. Tugas dokter hanyalah memeriksa keadaan pasien.

__ADS_1


Via tersenyum sinis menatap Aris yang pergi begitu saja tanpa pamit padanya. "Heh tugas? Tugas apa dia? Seperti mendapat tugas negara saja, siapa dia, sombong? Si songong mesum!" batin Via begitu geram pada Aris kesal dan benci menjadi satu. "Semoga aku gak akan pernah bertemu lagi dengan nya." batinnya penuh emosi.


__ADS_2