Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
pergi tugas


__ADS_3

Satu hari menjelang keberangkatan Aris untuk bertugas Via yang sekarang sudah menjadi istri Aris seutuhnya sedang menyiapkan kebutuhan pribadi suaminya itu di dalam kamarnya, ya walaupun kebutuhan Aris pasti sudah di siapkan pemerintah namun sebagai istri ia ingin suaminya itu menyiapkan apa yang akan di butuhkan oleh suaminya secara pribadi.


Saat Via sedang sibuk menyiapkan kebutuhan suami nya ia terkejut dengan adanya tangan yang tiba-tiba merangkulnya dari belakang. "Astaghfirullah...!" ucap Via terkejut. "Kamu bikin aku kaget aja sih tiba-tiba muncul begitu!" kesal Via pada suaminya yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.


"Hehe maaf sayang." sahut nya seraya memeluk erat tubuh Via dari belakang dan menyelusupkan kepalanya pada leher Via dengan kecup-kecup manja pada leher mulus istrinya itu mengganggu istrinya yang sedang terlihat sibuk menyiapkan kebutuhan nya. "Beres-beres nya udahan dulu aja, aku kangen kamu!" sambung nya setengah berbisik pada telinga Via.


"Emh kamu jangan ganggu aku dong, aku kan lagi siapkan dulu kebutuhan kamu selama di sana!" ujar Via menjelaskan.


"Udah gak usah sayang, disana pasti sudah di siapkan segala macam nya aku cuma butuh sedikit untuk di perjalanan aja, selebihnya pasti pemerintah sudah siapkan." balas Aris pelan dengan posisi masih menyelusupkan kepalanya.


Via menghela nafasnya pendek benar juga apa yang di katakan suaminya itu selama satu tahun suaminya itu akan bertugas pasti semua kebutuhannya sudah di sediakan, lalu Via pun berbalik badan dari membelakangi suaminya menjadi menghadap pada Aris dengan tangan Aris yang masih merangkul pinggang ramping Via, Via tersenyum menatap ke arah wajah Aris. "Lalu aku harus siapkan apa untuk kamu, sebagai istri kan aku juga mau menjadi istri yang bisa siapkan kebutuhan suaminya." ucap Via masih menatap.


Aris berpikir sejenak seraya menatap istri cantiknya itu. "Sayang, rasanya aku berat meninggalkan kamu disini, karena aku harus pergi bertugas. Kalau saja ini bukan tugas negara aku akan memilih untuk bersama kamu saja. Benar ya yang di bilang Dilan ternyata rindu itu berat!" ucapnya pilu.


Via tersenyum. "Kamu itu belum berangkat, masa iya sudah rindu lagi, ada-ada aja deh kamu!" Via menutup kesedihannya itu sebenarnya dia juga begitu berat jika suaminya itu besok berangkat untuk bertugas. Cup... satu kecupan singkat bibir Via mendarat ke bibir Aris, membuat Aris sedikit terkejut lalu ia berniat membalas ciuman singkat itu pada istrinya namun Via dengan cepat memundurkan tubuhnya yang masih di rangkul erat oleh suaminya itu namun di tahan oleh Aris membuat Via menghindari serangan ciuman dari suaminya dan Aris tidak berhasil mencium kembali bibir Via karena Via terus menghindar. "Kamu curang!" ucap Aris seakan dia itu sedang di ambil sesuatu.


Via tersenyum melihat Aris yang tidak berhasil membalas ciuman singkat padanya mereka pun menjadi tertawa bersama dan saling pandang memandang.


"I love you Via... suster galak ku..." ucap Aris pelan dan lembut.


Via tersenyum. "Apa kamu tidak mau membalas ucapan ku barusan?" tanya Aris karena Via hanya tersenyum saja.


Mendengar suaminya merajuk dengan cepat Via menjawab ucapan Aris. "I love you too Abang Aris... tentara mesum ku!" balasnya. Dan mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


"Sayang, apa aku boleh minta?" tanya Aris menaik turunkan kedua alisnya dengan menggoda membuat Via langsung berpikir ke arah yang Aris maksud. "Aku seperti nya butuh itu deh sekarang!" tambahnya.


"Hei ini masih siang!" tolak Via.


"Memang apa salahnya kalau hari masih siang, sepertinya akan seru jika siang hari yang panas lalu kita melakukan kegiatan yang membuat kita menjadi panas, wah lumayan buat diet!" ucapnya cengengesan.


Via mendengus malas. "Ayolah sayang... hitung-hitung aku ngecas baterai untuk setahun kedepan, agar aku semangat saat bertugas nanti." ucapnya memohon penuh harap.


"Memang nya kamu yakin akan kuat selama setahun itu?" tanya Via dengan nada mengejek suaminya itu.


"Kalau berjauhan sama kamu sih aku pasti kuat! Tapi... kalau dekatan begini aku gak bakal kuat sayang." rengek nya dengan manja.


"Bagaimana? Mau ya...?" tanyanya penuh harap dan di angguki Via pelan dan senyum menghiasi bibir istrinya itu. Melihat Via menyetujui keinginan nya, tidak buang waktu untuk Aris, dengan cepat menggendong tubuh Via dan membawa nya ke atas kasur lalu ia turunkan dan ia letakkan tubuh istri nya di sana dengan lembut lalu kegiatan panas di hari yang panas pun terjadi.


***


"Ah sepertinya rekan aku sudah datang, aku berangkat bareng mereka!" ucap Aris memberi tahukan Via bahwa dia akan berangkat dengan rekan-rekannya yang sama-sama di tugaskan disana bersamanya.


"Emh oke, kamu sudah selesai sarapan nya? Aku antar kamu sampai depan rumah ya?" rasanya Via tidak mau melepas Aris untuk pergi bertugas namun karena ini tugas suaminya ia pun harus dengan senang hati merelakan suaminya pergi bertugas.


"Iya ayok! Aku sudah selesai kok." ajak nya seraya melangkahkan kakinya.


Saat sudah di depan Aris melihat mobil yang rekannya bawa lalu menyapanya dari jarak jauh. "Tunggu sebentar ya!" sapa nya tegas melihat ke arah mobil dimana rekannya berada dan di okehkan oleh rekannya itu.

__ADS_1


"Boleh aku memeluk mu?" tanya Aris menatap ke arah Via yang berdiri menunggunya seraya merentangkan kedua tangannya meminta Via datang untuk memeluknya sebelum ia pergi bertugas selama setahun. Via yang di minta suaminya itu dengan cepat berlari dan menghambur memeluk tubuh Aris dengan begitu erat dengan menyelusupkan kepalanya pada dada bidang Aris mencium aroma tubuh suami yang akan pergi itu.


Aris mengelus rambut Via dengan Sayang lalu tangan nya turun mengusap pada punggung Via dengan lembut, memeluk tubuh Via membawa nya pada pelukan dengan begitu erat dan berat yang ia tinggal. "Sayang aku pergi ya, do'akan aku agar aku selalu sehat disana dan bisa kembali lagi menemui kamu di sini. Ingat jaga diri kamu baik-baik dan jaga hati kamu untuk aku ya, aku titip hatiku ini di hati kamu, jadilah istri yang mandiri karena aku tidak bis selalu ada untuk kamu dan tidak bisa selalu bersama kamu." ucap Aris lirih.


Via mendongakkan wajahnya menatap ke arah wajah Aris dengan mata yang berkaca-kaca menahan kesedihannya lalu tersenyum tipis. "Aku akan baik-baik saja disini kamu tidak usah khawatir, aku juga pasti mandiri kamu tahu sendiri kan jika istri kamu ini dari dulu sudah ngekos jadi sekarang hitung-hitung aku ngekos kembali seperti saat aku sebelum menikah." tutur nya menguatkan dirinya agar tidak menangis di hadapan suaminya.


Aris tahu jika istrinya ini sedang menyembunyikan kesedihannya agar dia tidak begitu berat untuk pergi bertugas padahal walaupun dia menahannya Aris tetap berat meninggalkan istrinya itu.


"Maaf ya sayang." ucap Aris pilu lalu Aris pun mencium kening Via begitu lama dan Via memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan bibir suaminya itu terasa hangat di kening nya.


Tiiin...tiiin... suara klakson mobil begitu keras membuat Aris melepaskan ciuman kening pada istrinya itu lalu menatap ke arah rekan nya dengan tatapan tajam karena kesal. "Maaf komandan ini sudah siang ayok kita berangkat! Jangan bermesraan terus seperti itu bikin ngiri aje." teriak Syam sahabat Aris dan rekannya yang lain cekikikan di dalam mobil.


Aris mendengus kesal karena mereka sudah mengganggu. "Aku berangkat ya!" ucapnya berat dan di angguki Via dengan pelan. "Aku berangkat ya sayang!" ucapnya lagi seraya melangkah mundur. "Assalamualaikum sayang dadah aku sayang kamu!" teriaknya membuat rekan nya geleng-geleng kepala melihat kebucinan komandan nya itu pada istrinya.


"Kalian ganggu saja!" ucapnya tegas dan kesal pada rekan nya saat Aris sudah masuk dalam mobil. Namun mereka hanya cengengesan.


"Maaf Dan sengaja!" sahut nya cengengesan.


"Kasihan banget ya pengantin baru dapat tugas pergi jauh begini satu tahun lagi. Wah setahun gak cair bakalan jadi agar-agar tuh!" goda rekan Aris.


"Sialan kalian ngeledek gue!" sahut nya sebal.


"Iya mana punya bini cakep begitu lagi, ditinggal untuk bertugas jauh pasti dalam hati ngebatin tuh!" sambung rekannya yang lain.

__ADS_1


Aris hanya diam saja tidak menanggapi ejekan rekan nya itu. "Awas ya kalian!" ancamnya, namun rekannya malah menertawakan Aris karena kesal.


Saat ini Via masih berdiri didepan pintu rumah nya ia masih menatap mobil yang membawa suaminya itu sampai tidak terlihat. "Aku juga berat berjauhan sama kamu, ternyata sekarang aku baru merasakan dan menyadari kalau aku itu butuh kamu, Suamiku!" batin Via dalam hatinya.


__ADS_2