
Di dalam markas tempat Adam dan tim berkumpul untuk meeting mereka dengan serius mendengarkan apa yang di ucapkan oleh Adam sebagai ketua mereka. "Jadi rencana kita adalah penggrebekan pengedar narkoba kelas kakap kalian tahu kan bagaimana licik nya mereka, jadi kita harus siap dan merencanakan misi kita ini supaya tidak gagal tapi saya yakin rencana ini tidak akan gagal." ujar Adam dengan yakin memberi tahu pada tim nya rencana yang akan Adam jelaskan.
Dengan serius Adam pun menjelaskan titik-titik dimana kita akan jalankan misi berbahaya ini mereka memiliki anak buah yang dikenal sangat berani melawan polisi dan juga sadis, tapi sebagai polisi mereka tidak boleh takut pada mereka apalagi pada orang jahat seperti mereka harus segera di musnahkan karena merugikan bangsa dan negara.
"Kita akan menggrebek mereka di apartemen mewah mereka, saya sudah tahu keberadaan raja narkoba yang sedang kita cari, saya mendapatkan informasi dari rekan kita seorang Intel yang sedang menyamar menjadi seorang pelayan disana, mereka sangat berbahaya jika mereka mengetahui rekan kita sedang menyamar, jadi kita pastikan juga misi kita harus cepat kita laksanakan dan harus kita selesaikan secepatnya karena khawatir mereka akan segera tahu apa rencana kita ini." urai Adam menjelaskan di dalam markas dengan serius dan rekan Adam menganggukkan kepala tanda mengerti.
Setelah Adam menjelaskan bagaimana cara dari misi ini di jalankan dan dengan cepat tim nya pun mengerti. "Ok meeting kita selesai malam ini, ingat kalian harus tetap waspada karena tidak menutup kemungkinan anak buah mereka tidak akan diam begitu saja." tutur Adam memberi peringatan kepada tim anggota nya.
Akhirnya meeting mereka selesai semua kembali ke tugas mereka masing-masing malam ini karena penggrebekan ini harus di lakukan dengan tenang namun cepat.
"Gue yakin misi kita akan berhasil, tapi gue sedikit takut juga ya kalau rencana kita di ketahui mereka duluan pasti bos mereka akan mencari cara untuk bisa bebas lagi dari hukuman." ucap rekan kerja yang ikut tim Adam dalam kasus penangkapan raja narkoba, saat mereka sudah selesai meeting nya.
"Ya makanya jangan sampai bocor misi kita ini." sahut rekan nya yang lain.
"Mau kemana Dam?" tanya Satria saat ia melihat Adam seperti akan pergi.
"Mau pulang lah gue, tugas gue malam ini sudah selesai, gue mau istirahat sejenak sebelum tugas kita yang berat akan kita hadapi, beberapa hari ini gue kan sibuk pimpinan kita kasih gue waktu buat istirahat sebentar sebelum waktunya tiba." jawab Adam dengan cepat membereskan barang-barang nya dan pergi menaiki motor nya yang sedang terparkir di depan kantor dan di ikuti oleh Satria.
"Gue pulang ya Sat, ingat elu juga istirahat di rumah jangan ngelayab kemana-mana setelah tugas ini karena tugas besar kita sedang menanti." ucap Adam berucap lalu iapun pamit untuk pulang dan di angguki oleh Satria yang masih berdiri melihat Adam sahabat nya itu.
Tak lama Adam pun sampai rumah pukul 3 pagi, rasa lelah nya yang bekerja dari pagi dan baru pulang jam pagi juga membuat ia merasa ingin sekali segera merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur dengan memeluk Nisa istri tercintanya.
__ADS_1
Melihat Nisa yang sedang tertidur pulas dengan damai membuat Adam tersenyum walaupun istri nya itu tidak bekerja tidak merasakan bagaimana lelah ia saat ini tapi melihat Nisa yang juga sama-sama berjuang menjadi istri yang mengerti akan pekerjaan suami nya itu membuat Adam berterima kasih atas apa yang Nisa lakukan selama menjadi istri nya. Tidak mudah bagi setiap perempuan yang menjadi istri seorang polisi apalagi polisi seperti Adam yang sudah banyak menangani kasus berat dan pasti nya semakin berat kasusnya semakin sadis juga penjahat yang ia hadapi. Terkadang Adam takut jika pekerjaan nya itu akan membuat orang terdekatnya menjadi sasaran untuk membalas dendam para penjahat itu yang masih tidak terima dengan Adam yang menjebloskan mereka ke dalam sel tahanan.
Adam masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari segala kotoran yang menempel dan dari segala kepenatan dalam bekerja. Tidak lama Adam pun selesai ia langsung naik ke atas ranjang dimana istrinya sedang tertidur pulas. Dengan pelan Adam menaiki kasur dimana ia akan tidur, tempat ternyaman baginya apalagi di samping nya ada istri tercinta yang menemani tidur nya.
Merasa kasur yang ia tiduri bergoyang Nisa yang sedang tertidur pulas pun menjadi bangun karena takut apa yang membuatnya bergoyang. Melihat ada tangan yang melingkar di pinggang nya dan mengusap perut nya Nisa terkejut dan langsung refleks membalikkan tubuhnya sedikit melihat siapa yang ada di belakang tubuhnya yang memeluknya.
"Mas Adam ih... aku tadi takut lho kalau bukan kamu yang peluk aku." ujar Nisa sedikit panik saat di peluk.
Adam hanya nyengir saja melihat Nisa yang sedang takut karena tiba-tiba saja ada Adam suami nya ada di samping tubuh nya. "Kamu baru pulang? Gak biasa nya kamu pulang jam segini mas." ucap Nisa saat melihat suaminya itu sudah ada di samping nya dan tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Nisa.
Cup sebuah kecupan manis dari bibir Adam pada bibir Nisa. "Ayok tidur lagi mumpung masih ada waktu." ajak Adam berbisik dengan pelan.
Nisa pun tersenyum dan menenggelamkan kepalanya di dada Adam dan memeluk Adam yang juga memeluk nya dengan sangat erat seperti mereka akan terpisah jauh. Adam merasa nyaman jika sudah memeluk istrinya rasa kegundahan dan rasa tidak tenang nya selalu hilang saat ia memeluk Nisa istri yang selalu memberikan kenyamanan setiap saat.
Pagi hari nya setelah shalat subuh yang hampir akan habis waktunya karena Adam dan Nisa terbangun saat pukul 3 pagi tadi dan tidur kembali membuat mereka mengantuk karena hanya beberapa jam saja.
Melihat Nisa yang sedang malas-malasan di atas kasur Adam mengganti pakaian nya dengan pakaian olahraga, karena Adam sudah terbiasa jarang tidur iya tidak masalah jika hari libur nya ia pakai untuk mengajak Nisa berolahraga di pagi hari.
"Sayang ayo kita olahraga pagi, jalan pagi kek biar badan sehat." ajak Adam dengan lembut meraih tangan Nisa dan menyimpan handphone Nisa di sebuah meja.
"Olahraga mas?" tanya Nisa heran pada suaminya mengajak nya pergi untuk berolahraga.
__ADS_1
"Iya olahraga. Atau jalan-jalan aja ke taman, kamu siap-siap sana nanti mas tunggu kamu di bawah ya." titah Adam cepat. "5 menit, jika lebih nanti mas hukum kamu!" ucapnya mengancam Nisa.
"Mas... gak akan cukup waktu segitu..." sahut Nisa sebal dengan cepat ia pun bergegas mengganti pakaian nya dengan pakaian olahraga dengan kaos yang agak longgar di badan nya supaya saat mereka berjalan akan terasa nyaman memakainya.
Melihat Nisa turun dari tangga yang baru saja selesai mengganti pakaiannya Adam tersenyum menatap Nisa dan Adam berucap dengan tegas. "10 menit lebih 20 detik kamu terlambat sayang, nanti kamu siap-siap menerima hukuman dari mas ya." goda Adam dengan tersenyum licik.
"Ah curang kamu mas masa 5 menit doang, 5 menit cuma pakai kerudung aja mas bukan ganti baju." elak Nisa sebal mengerucutkan bibirnya sampai manyun.
Adam tergelak melihat Nisa yang cemberut menggemaskan baginya membuat Adam semakin ingin menggoda istrinya terus menerus. "Jangan jadi deh olahraga nya kita kamar aja yuk!" ajak Adam menggoda Nisa yang masih sebal karena ia kerjai.
Dengan gemas Nisa memukul lengan Adam kesal karena suaminya itu membatalkan ajakan nya untuk jalan-jalan. "Enak aja main batalin aku udah ganti baju ini aku udah siap mas..." ucap Nisa dengan kesal.
Adam tersenyum melihat Nisa yang berkata seperti kesal kepada ya. "Iya ayok kita jalan-jalan sayang." balas Adam menggandeng tangan Nisa membawa ia ke luar rumah dari pada hanya diam di rumah saja.
Saat mereka berjalan-jalan dengan beriringan sapaan dari para tetangga nya yang sama-sama masih anggota kepolisian membuat mereka menampilkan senyum manisnya di sepanjang jalan menuju taman.
Sesampainya di taman Adam yang memeluk pinggang Nisa melepaskan pelukannya, ia duduk di rerumputan hijau yang ada disana. "Sayang sini!" titah Adam menepuk rumput hijau mengajak Nisa untuk duduk di sebelah nya.
Nisa menatap rumput hijau yang di tunjukkan oleh Adam. "Kotor mas..." rengek Nisa melihat rumput itu basah karena masih berembun.
"Gak apa-apa ayok sini!" ajak nya mengulang.
__ADS_1
Nisa pun dengan pasrah memenuhi keinginan Adam untuk duduk di atas rumput yang sedikit basah itu menghirup udara segar di atas rumput hijau di taman itu.
Adam menghela nafas nya panjang mengawali obrolan mereka saat ini merasa tenang dan damai berada di taman yang penuh dengan rumput dan bunga.