
Adam menghela nafas nya panjang mengawali obrolan mereka saat ini merasa tenang dan damai berada di taman yang penuh dengan rumput dan bunga.
"Sayang... mas minta maaf ya karena ini baru pertama kalinya mas ajak kamu ke taman ini padahal kita sudah menikah cukup lama." ucap Adam merasa sedih karena ia begitu sibuk sehingga tidak bisa mengajak Nisa untuk liburan bahkan hanya untuk berjalan-jalan di taman saja mereka tidak pernah.
Nisa menatap wajah Adam yang begitu dekat, suami nya itu tidak menatapnya saat ia berkata maaf padanya, ia merasa suaminya itu sekarang lebih melow tidak seperti dahulu yang selalu cuek dan terlihat kuat terhadap nya tidak pernah menampilkan kesedihan pada siapapun.
"Mas..." panggil Nisa dengan lembut mengelus tangan Adam. "Kamu gak usah minta maaf sama aku, kamu sudah memberi aku cinta dan kasih sayang kamu begitu tulus, aku bahagia mas aku tidak perlu jalan-jalan atau pun oleh-oleh dari kamu, kamu cukup pergi untuk kembali." ujar Nisa pelan meyakinkan Adam agar ia tidak merasa bersalah.
Adam mengelus kepala Nisa yang menyender di bahu nya dengan lembut lalu ia pun meminta Nisa untuk menadahkan telapak tangan nya namun Nisa merasa heran dan bingung untuk apa Adam meminta nya seperti itu, dengan cepat Adam menyatukan tangannya dengan tangan Nisa merematkan jari-jari tangan pada jari tangan Nisa dan menggenggam tangan Nisa dengan erat. "Hehe romantis gak?" hanya cengengesan yang Adam tampilkan ia merasa tidak bisa romantis bersama istri nya.
Nisa hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya yang aneh. "Jadi maksud kamu mau romantis-romantisan sama aku." balas Nisa dengan senyum manisnya.
"Iya! Sudah masuk suami romantis belum? Mumpung masih ada waktu bersama kamu sayang." balas Adam semakin erat genggaman tangan nya itu.
"Mas kamu selalu romantis di hati aku kok." goda Nisa menatap wajah Adam yang tersorot sinar matahari pagi.
"Saya mencintai kamu Queennisa Khumaira." ucap Adam menatap wajah Nisa tatapan penuh cinta.
Nisa tersenyum menatap Adam juga yang sedang menatapnya. "Aku juga mencintaimu kamu mas Adam, sangat mencintai mu." balas Nisa masih menatap laki-laki yang ada di hadapannya.
"Ekhemm... ini taman mba mas bukan tempat untuk memadu kasih jadi tolong kalian pergi dari sini." ucap seseorang terdengar di belakang Nisa dan Adam. "Pagi-pagi sudah berbuat mesum." gerutu orang di belakang itu.
Adam pun berdiri membalikkan tubuhnya menghadap orang yang ada di belakangnya penasaran siapa yang mengganggunya saat sedang berduaan bersama istrinya itu, Nisa pun sama mengikuti apa yang di lakukan Adam.
"Ada masalah kamu sama saya?" tanya Adam kesal dan marah menatap orang yang ada di hadapannya itu dengan tatapan yang membunuh.
Orang itu pun terkejut bukan main saat ia mengetahui orang yang ia tegur tadi adalah pak Adam pimpinan nya. "Ma...maaf pak saya kira bukan pak Adam tadi, maaf kan saya sekali lagi." ucapnya gugup dan takut ia merasa salah.
Nisa mengusap dada Adam wajah nya yang seperti kesal dan marah terhadap petugas yang taman yang menegur mereka. "Mas... sabar dia sedang menjalankan tugasnya sayang jadi bapak ini juga gak tahu kan kalau bukan kita tadi, sudah jangan mempermasalahkan masalah ini." ucap Nisa lembut.
__ADS_1
"Tapi saya kesal sama dia, kita sudah menikah apa salah nya kan kita bermesraan begitu, lagian kita juga cuma deketan saja kan tidak berbuat adegan seperti di ranjang." ucap Adam masih kesal dan si petugas itu pun hanya menunduk takut, ia kenal dengan Adam dan dia jadi menyesal karena sudah menegur Adam.
"Maaf pak saya tadi benar-benar tidak tahu kalau tadi itu pak Adam." jelas nya takut.
"Iya udah pak silahkan bapak kembali bertugas lagi ya, terima kasih sudah menegur kami." ucap Nisa lembut dan ramah.
"Maaf Bu Nisa, maafkan saya, saya sudah salah sudah menegur pak Adam dan Bu Nisa." ucapnya penuh sesal.
"Tidak apa-apa pak bapak sudah benar kok sudah menegur orang untuk berbuat macam-macam, tapi mungkin salah bapak hanya dari perkataan yang kurang sopan dan tidak enak di dengar, lain kali bapa bisa lihat dulu orang yang bapak tegur apa sudah menikah atau belum, cek dulu sebelum menegur." tutur Nisa lemah lembut.
"Baik Bu terima kasih sudah memaafkan saya, maaf pak Adam." ucapnya menatap Adam yang sedang kesal melihat nya.
"Kalau begitu saya permisi pak Bu." pamit petugas itu dengan sopan dan di angguki oleh Nisa sedangkan Adam tidak memperdulikan nya.
Setelah kepergian petugas taman itu Nisa menghela nafasnya panjang dan tersenyum manis kepada Adam suami nya. " Mas... udah dong jangan marah begitu masih pagi lho ini sayang kan buang-buang energi kalau kamu emosi." tutur Nisa menatap Adam yang masih terlihat emosi.
"Mas kesal saja sama dia!" balas nya ketus.
"Ah kamar yuk!" ajak Adam menggoda balik Nisa yang sudah menggoda nya.
Nisa hanya cemberut menanggapi godaan suaminya itu dan tidak lama terdengar suara handphone milik Adam berbunyi. "Angkat mas, itu ada telepon." ucap Nisa memberi tahu Adam.
Adam pun melihat panggilan masuk ke handphone nya. "Mama." ucapnya dengan tersenyum.
"Assalamualaikum mah apa kabar?" ucap Adam tersenyum bahagia mamanya menelpon.
"Wa'alaikumussalam sayang, kabar mama baik kok kabar kalian bagaimana?"
"Adam dan Nisa disini juga baik kok mah, mama kok gak pernah ke rumah Adam sih, Adam kangen mama sama papa lho, besok kesini dong mah!" rengek Adam pada mamanya.
__ADS_1
"Harus nya anak yang ke rumah orang tua nya untuk jenguk bukan orang tua jenguk anaknya."
Adam tergelak mendengar ucapan mamanya yang sebal. "Hehe ya maaf mama ku sayang bukan Adam gak mau ke rumah mama tapi kan mama tahu sendiri pekerjaan Adam gak bisa di tinggalkan begitu saja." balas nya.
"Kamu lagi apa, sedang gak sibuk ya?"
"Aku lagi ajak Nisa sama utun jalan-jalan di taman." sahut Adam pada mamanya yang menelponnya.
"Mama kangen deh sama Nisa dan calon cucu mama Dam."
"Mama kangen nya sama Nisa dan calon bayi aku aja, sama anaknya gak?" sahut nya sebal.
"Kamu ya udah mau jadi ayah masih saja cemburu, ya jelas lah mama kangen kamu Nisa dan calon cucu mama."
"Besok mama sama papa kesini ya Adam kangen pengen ketemu kalau bisa ibu nya Nisa sama Dimas ajak ya ma, kita kumpul di rumah, di Jakarta mama harus menginap juga karena walaupun Adam besok ada tugas tapi mama sama keluarga bisa kumpul di rumah." ucap Adam penuh harap ia semangat sekali saat berbicara dengan ibu nya.
Melihat interaksi antara Adam dan mama mertua nya seperti itu Nisa menatap Adam sekilas lalu melihat ke arah depan mengalihkan wajah sendunya ia merasa sedih mendengar ucapan dan perbuatan Adam yang begitu manis dengan mama mertua nya, tidak mungkin kan jika Nisa sedang cemburu dengan mama mertua nya, itu bukan alasan, namun kenapa dengan perasaan nya ini, perasaan yang membuat ia sedih, lalu Nisa pun menundukkan kepalanya agar tidak terlihat oleh Adam karena raut wajah Nisa yang sedih itu.
Nisa menghela nafasnya pelan menatap tanaman yang ada di depan matanya dengan tatapan kosong bahkan Adam yang sudah selesai berbicara dengan mamanya pun Nisa tidak menyadarinya.
"Sayang..." panggil Adam lembut.
"Sayang..." panggil Adam mengulang dan menggerak-gerakan tangan di depan wajah Nisa yang sedang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong seperti melamun.
"Eh mas ya ada apa?" tanya Nisa sedikit terkejut saat ia tersadar dari lamunannya.
"Kamu yang kenapa?" tanya Adam heran istrinya kenapa bengong seperti itu.
"Aku? Tidak ada apa-apa." seru nya.
__ADS_1
"Apa yang kamu pikirkan? Tadi mas lihat kamu bengong seperti itu sampai kamu gak sadar mas panggil kamu berulang kali. Apa mas ada salah, kalau ada masalah yang kamu pikirkan coba obrolkan sama mas, biar mas tahu isi hati kamu jangan kamu pendam sendiri." tutur Adam lembut ia penasaran dengan istrinya yang tiba-tiba murung dan melamun.