Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
kelakuan Tama


__ADS_3

Pagi hari Via yang lebih dulu bangun melihat suaminya yang masih terlelap tidur dengan wajah penuh ketenangan yang ia lihat pagi ini. Via memandang wajah suaminya itu menatapnya dengan intens ia mengingatkan kejadian kemarin yang membuat Aris begitu marah. Ada rasa senang yang Via rasakan karena suaminya itu begitu mempertahankannya terlihat dari ia marah pada Tama, tapi ada rasa takut pada diri Via bagaimana jika Aris tahu kejadian yang Via tutupi darinya. Khawatir jika nanti suaminya itu akan berbuat yang dapat merugikan dirinya.


Mengingat seorang Tama, ia tahu bagaimana sifat Tama. Tama adalah laki-laki yang begitu obsesian terhadap apa yang ia inginkan. Jika di beri kekerasan ia akan semakin penasaran makanya Via berusaha menghadapi Tama dengan kelembutan agar Tama mengerti dan Via pun akan menghindari Tama secara perlahan-lahan.


Namun sepertinya ini akan sulit, karena Aris suaminya dan juga Tama sama-sama keras saat apa yang ia miliki di ganggu oleh orang lain. Via hanya bisa menengahi di antara mereka berdua agar tidak saling jotos dan tidak saling membenci.


Via menatap kembali pada wajah suaminya itu dengan tersenyum melihatnya di mainkan lah wajah Aris itu dengan cara ia menusuk-nusuk kan jari Via pada pipi Aris dengan lembut.


Tubuhnya yang masih polos hanya terhalang oleh selimut setengah perutnya membuat Via melihat ke arah perut suaminya yang memiliki perut kotak-kotak dan ide jahil pun keluar dari otak Via, dia pun menusuk-nusuk kan jarinya ke perut Aris sehingga Aris menggeliat kegelian. Sedangkan Via ia sudah memakai kemeja milik suaminya yang kemarin Aris gunakan, sedikit kebesaran di tubuh mungilnya namun pakaian itu satu-satunya yang berada di dekatnya karena pakaiannya sudah di lemparkan oleh Aris ntah kemana.


Namun suaminya itu hanya menggeliat saja lalu tertidur lagi, melihat suaminya seperti itu Via menjadi heran. Via tersenyum beralih pada bibir suaminya lalu jari tangan Via mengusap bibir Aris yang matanya masih tertutup dan hap! Aris menggigit jari tangan Via yang mengusapnya dan Via pun menjerit karena terkejut. "Aaaah... jeritnya kencang terkejut dengan perbuatan suaminya itu yang tiba-tiba. "Kamu sudah bangun aku kira kamu masih tidur!" ucap Via cemberut seraya memegang jarinya yang di gigit oleh suaminya.


Aris tergelak. "Bagaimana aku bisa tidur istri ku saja menggoda ku terus dari tadi." sahut nya.


"Jadi kamu dari tadi sudah bangun?" tanya Via sebal.


"Tidak!" balas nya. "Aku bangun pas kamu bermain-main di perut ku membuat ku geli saja." sambung nya.


"Habisnya tumben kamu bangun siang biasa nya kamu sudah bangun duluan sebelum aku bangun." heran Via. "Kamu memang gak akan siap-siap?" tanyanya.


"Aku lelah, malam kan kita habis tempur." goda nya datar membuat Via mengusap wajah Aris yang menggoda nya dengan datar.

__ADS_1


"Kamu tuh!" ucapnya malu.


"Aku kenapa? Tapi enak kan?" godanya.


"Tahu ah! Kamu gak siap-siap memang nya hari ini gak ada tugas?" tanya Via penasaran karena suaminya itu santai saja.


"Tidak, hari ini aku tugas siang." balas nya.


"Emh gitu iya sudah aku yang siap-siap kalau begitu karena aku masuk kerja pagi. Aku mandi dulu ya." ijin nya seraya bangkit dari tempat tidur dan akan pergi ke kamar mandi.


Namun Aris mencegahnya. "Tunggu!"


"Kenapa?"


Tapi Via langsung berlari dengan cepat masuk ke kamar mandi menutup pintu dan menguncinya karena jika tidak begitu suaminya akan meminta mandi bersama dan waktu mandi akan lama dari mandi sendiri.


"Sayang buka pintunya!" ucap Aris menggedor pintu kamar mandi nya.


"Enggak! Kita mandi sendiri-sendiri aja." sahut Via cepat menolak permintaan Aris.


"Sayang aku kan mau mandi nanti terlambat!" elaknya.

__ADS_1


"Kamu kan siang berangkat nya juga jadi kenapa mesti pagi-pagi, sudah ah aku duluan mandi nya, kamu mandi setelah aku beres." jawabnya dari dalam kamar mandi.


Aris tersenyum menatap pintu kamar mandi yang di hadapannya ternyata istrinya itu sudah mengetahui apa yang ada dalam pikirannya.


***


Sedangkan di dalam apartemen tempat dimana Tama tinggal Tama yang lebam di bagian wajahnya merasa kesal dan atas perlakuan Aris padanya. "Ah sakit sekali luka ini, pukulan dia kuat sekali! Kalau saja Via tidak mencegah suaminya itu aku bisa mati karena dia pukuli. Benar-benar membuat ku kesal saja." gerutu Tama pada dirinya sendiri.


Di tengah kekesalannya Tama meraih handphone nya yang berada di atas nakas lalu ia memencet nomor seseorang dan menelponnya. Sekali panggilan itu langsung di jawab oleh si penerima telepon itu.


"Hallo. Apa kalian sudah melakukan apa yang aku perintahkan kemarin?" tanya Tama langsung tanpa basa-basi.


"Sudah bos, saya sudah melaksanakan apa yang bos perintahkan."


"Bagus! Kirim kan segera pada nomor saya sekarang, terus awasi mereka laporkan semua gerak gerik dan apapun kegiatan mereka, dan ingat jangan sampai apa yang kalian kerjakan di ketahui oleh mereka!" ancam Tama pada anak buah yang ia perintahkan untuk memantau segala apa yang di lakukan Via dan juga Aris.


Panggilan telepon itu pun ia tutup dengan cepat lalu Tama langsung membuka sebuah video dimana video itu berisikan tentang kegiatan Via dan juga Aris Setelah kejadian kemarin yang membuat Tama kesal dan semakin tidak menyukai suami dari mantan tunangannya itu.


Sebelum membuka video itu Tama dengan keyakinannya bahwa rencana nya akan berhasil dan tidak akan gagal dengan senyum yang senang menghiasi bibirnya. Dengan tidak sabar Tama membuka video itu namun alangkah terkejutnya Tama saat ia melihat isi dari video tersebut karena ekspetasi dan kenyataannya sungguh sangat berbeda dengan apa yang ia pikirkan. "Shiit!" umpat Tama kesal dengan penuh emosi melemparkan segala barang yang ada di dekatnya. "Berengsek! Kenapa rencana ku bisa gagal seperti ini!" teriak Tama dengan frustasi. "Kenapa mereka semakin mesra dan tidak seperti mengalami kejadian kemarin, aaaah... teriaknya kencang. "Aku tidak mau melihat mereka baik-baik saja seperti ini, aku mau rumah tangga mereka hancur dan Via akan kembali lagi padaku."


"Aku tidak akan diam saja seperti ini aku akan pastikan mereka berpisah dan aku akan pastikan laki-laki itu tidak akan lagi memiliki Via." ucapnya dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Lalu Tama pun memencet nomor yang ada di handphone, nomor yang berbeda dari sebelumnya dan panggilan itu pun terangkat. "Jalankan rencana kedua!" perintah nya dengan tegas dan di iyakan oleh si penerima telepon.


Setelah menelpon nomor tersebut dan memerintahkan perintah nya Tama langsung menutup panggilannya itu. "Lihat saja nanti, jika rencana pertamaku gagal maka rencana kedua aku yakin ini akan berhasil!' ucapnya yakin dengan senyum licik nya.


__ADS_2