Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
merasa kehilangan


__ADS_3

Via kembali ke posisi semula dimana ia memiringkan tubuhnya membelakangi Aris, sejak pembicaraan tadi sudah selesai. Aris masih dalam posisi yang sama juga posisi dimana ia duduk seraya bersandar setelah ia tadi berbaring.


Mereka sama-sama terdiam dalam kesunyian malam hari dengan pemikiran yang berbeda-beda ntahlah mereka memikirkan apa yang jelas mereka saling diam dengan mata yang masih terjaga.


"Padahal aku belum ngantuk, malah di suruh tidur, gak peka deh!" batin Via dalam hatinya.


Sedangkan Aris ia mencoba mengganti posisi nya dengan tiduran di atas kasur bersampingan dengan Via yang membelakangi nya sekilas ia melihat punggung Via yang diam saja mungkin sudah tidur. Aris menatap ke atas melihat langit-langit atap dengan pemikirannya.


"Aku sebenarnya masih ingin bicara sama kamu, tapi aku takut kamu merasa terganggu." batin Aris.


Detik jam pun berdetik namun suasana semakin sepi, Aris yang belum tidur ia memiringkan tubuhnya menghadap punggung Via yang ada di hadapannya. "Via!" panggil nya pelan.


Via yang masih terjaga dengan lamunannya pun menoleh. "Ada apa?" sahut nya pura-pura kesal padahal dalam hati senang.


"Kamu belum tidur?" tanya Aris menatap wajah Via dengan sinar lampu yang sedikit redup namun kecantikan nya masih saja terlihat.


"Belum, aku belum bisa tidur, kenapa ya? Apa karena tadi siang aku tidur siang jadi sekarang gak ngantuk." jawabnya.


Aris tersenyum tipis memperlihatkan wajah tampan nya di keredupan suasana kamar. "Emh kenapa kamu gak bilang kalau kamu belum bisa tidur? Aku juga masih belum bisa tidur." ucapnya pelan menatap wajah Via yang begitu dekat membuat Via bangun dari tidurnya dan duduk karena jantung nya yang berdetak kencang. Bagaimana tidak deg deg degan jika seorang laki-laki dan seorang perempuan berduaan didalam kamar dengan lampu setengah redup. Jika pasangan lain mungkin akan berbuat sesuatu yang menyenangkan namun beda dengan pasangan Aris dan Via mereka sama-sama gugup tidak tahu harus berbuat apa, yang ada hanya kecanggungan di antara mereka berdua.


*


*


*


Satu bulan kemudian, Aris dan Via sudah berada di rumah Aris yang selalu ia tinggali, tadinya ia mengajak Via ke rumah dinas namun Via menolak dan ingin tinggal di rumah Aris yang sudah di sediakan toh sama saja tempat nya pun dekat dengan tempat kerja Aris bertugas, dan dekat juga dengan rumah sakit tempat Via bekerja.


Hari ini Via mencoba memasak untuk suaminya itu dengan kemampuan terbatas nya karena dia juga bukan seorang chef jadi masakan nya pun yang sederhana saja, empat sehat lima sempurna. Masakan itu yang selalu Aris pinta demi kesehatan dan keseimbangan tubuhnya. Dan Via sebagai perawat tahu makanan dan minuman yang membuat tubuh Aris sehat dan juga bisa seimbang dengan kalori yang tubuh butuhkan.


Selama sebulan ini Via mencoba menjadi istri yang semestinya seperti memasak, mengurus keperluan suaminya dan lainnya yang berhubungan dengan rumah tangga walaupun ia juga masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai perawat. Namun satu yang masih belum sempurna sebagai istri, Via belum bisa menyerahkan mahkota nya yang selalu ia jaga pada Aris namun Aris selalu sabar ntah kapan ia akan mendapatkan hak nya sebagai suami dan menjadikan pernikahan mereka yang seutuhnya. Yang pasti Aris selalu mencari kesibukan jika ia menginginkan nya walaupun merasa tersiksa berada dekat dengan istrinya namun belum bisa menyentuhnya sama sekali.


Pada waktu lalu Aris tidak sengaja melihat Via yang hanya menggunakan handuk setelah ia selesai mandi dan Via merasa jika Aris suami nya masih tertidur, dengan santainya ia melepaskan dan mengganti pakaiannya tanpa menyadari jika suaminya hanya pura-pura tidur. Berniat mau menjahili istrinya malah dia sendiri yang terjebak dengan kejahilannya. Membuat Dede gemes nya menjadi on tanpa aba-aba dan pikiran nya jauh melayang pada apa yang tadi ia lihat. Semenjak itu ia menjadi mencari kegiatan yang akan menyibukkan dirinya dengan berolah raga saat berada di rumah agar tidak berpikir kotor terus mengingat tubuh istri nya itu.


"Via sebulan lagi aku akan pergi bertugas ke Lebanon, aku harap kamu gak rindu sama aku ya, karena dilan bilang kalau rindu itu berat!" ucap nya menggoda istrinya saat mereka sedang makan malam.


"Ke Lebanon? Kenapa kamu harus pergi ke Lebanon?" tanyanya penasaran namun mencoba santai agar tidak terlihat terkejut.


"Aku dan prajurit lainnya di kirim ke sana untuk bertugas sayang!" jawabnya santai.


Nyesss panggilan sayang Aris terhadap nya membuat ia salah tingkah namun ia pura-pura tidak mendengar. "Apa disana sedang ada komplik?" tanya nya serius.


Aris mengangguk pelan. "Kami tentara Indonesia membantu tentara Lebanon dari tentara Israel yang sedang ada pertikaian di antara dua negara itu dan kami sebagai prajurit tentara Indonesia menjadi pasukan perdamaian blue line untuk menjaga perbatasan negara Lebanon dan juga negara Israel." tutur Aris menjelaskan tugas nya yang akan ia jalani nanti.


"Apa kamu tidak takut akan hal itu, disana sedang komplik begitu?" tanya Via sedikit takut.


Aris tersenyum. "Aku ini seorang tentara, ini sudah tugas ku. Jiwa raga ku sudah aku siapkan untuk hal yang berbahaya seperti itu, asalkan untuk kepentingan rakyat akan aku korban kan." jawabnya mantap.


"Berapa lama kamu bertugas disana? Dua hari atau satu Minggu?" tanya Via.


Aris tersenyum kembali. "Satu tahun!" jawab nya cepat.


"Sa... satu tahun?" ucap Via gugup karena keterkejutan nya mendengar kata satu tahun.


"Kenapa?" tanya Aris menatap Via yang seperti terkejut.

__ADS_1


"Emh ti... tidak!" sahut Via cepat.


"Tenang saja kita masih ada waktu sebulan lagi ya kira-kira empat Minggu dan kurang lebih tiga puluh hari lagi kita bersama sebelum aku pergi bertugas. Siapa tahu aku bisa...?" ucapnya terpotong saat Via menatap nya dengan tajam.


"Bisa mengajak kamu untuk jalan-jalan dulu maksudnya." hehe jawab Aris cengengesan.


"Gak lucu!" ucapnya cemberut.


Saat akan tidur Via menjadi diam memikirkan suaminya itu akan bertugas apalagi dalam waktu yang cukup lama. Ia merasa sedih di hati mendengar kabar ini.


"Via kenapa kamu belum tidur?" tanya Aris saat ia masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya sedang duduk dalam diam.


"Gak apa-apa, mungkin aku belum ngantuk." sahut nya seraya merebahkan tubuhnya dan memiringkan membelakangi Aris, membuat Aris menjadi heran ada apa dengan istrinya ini.


"Apa kamu sakit?" tanya Aris khawatir.


"Tidak." sahut nya pelan. Via menyembunyikan rasa sedihnya saat sudah tahu jika suaminya itu akan pergi bertugas di negara lain. "Kenapa aku jadi sedih begini ya? Aku seakan tidak rela jika dia harus bertugas jauh." batin Via tidak rela.


"Via..." panggil Aris pelan. "Kamu kenapa?" tambahnya seraya melihat wajah Via yang membelakangi nya.


"Aku gak apa-apa, aku sehat kok! Kenapa memangnya apa ada yang salah sama aku?" tanyanya menutup ketidakrelaan dia untuk pergi bertugas.


Aris tersenyum. "Emh syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Ingat ya saat nanti aku pergi bertugas, kamu jaga diri baik-baik dan satu lagi jaga hati kamu untuk ku ya jangan sampai ada laki-laki lain yang menempati hati kamu." ucapnya melembut.


"Apa kamu yakin percaya sama aku? Bagaimana jika aku selingkuhi kamu? Apa kamu akan marah atau benci padaku?" tanya Via.


"Aku percaya jika kamu sudah mencintai aku pasti kamu akan setia, tapi jika kamu memang mau berselingkuh tidak apa-apa jika kamu bahagia aku akan melepaskan kamu!" ujarnya. Aku sekarang tidak akan memaksakan perasaan, aku akan lebih santai menerima nya toh kebahagiaan itu Allah yang atur aku akan jalani saja skenario sang maha pencipta." sambung nya santai membuat Via menatap wajah Aris dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak usah terharu begitu!" goda Aris saat melihat Via matanya mulai berkaca-kaca.


"Ih siapa juga yang terharu!" sahut Via menghapus air matanya yang sedikit jatuh membasahi pipinya. Dan Aris pun menghapus air mata Via dengan jari nya menatapnya dengan penuh cinta. "Via panggil aku Abang ya jangan panggil aku tentara mesum, aku tidak mau kamu memanggilku seperti itu." ujarnya pura-pura merajuk.


"Tapi aku tidak suka, aku kan mesum cuma sama kamu saja." balas Aris mentoel hidung mancung Via membuat Via tersipu malu.


"Iya nanti akan aku coba!"


"Coba apa?" Ayok coba panggil aku Abang dan aku akan panggil kamu Ade gemes ku." goda Aris pada Via.


Pada pagi hari Aris terbangun lebih dulu dan membangunkan Via istrinya yang masih bergelut manja dengan selimut nya itu. "Via..." panggil Aris lembut mengusap pipinya juga dengan lembut. "Bangun sudah subuh ayok kita shalat subuh bareng, kamu cepat bersih-bersih sana!" titah nya lembut.


Via menggeliat tubuh nya seperti cacing kepanasan membuat Aris tersenyum ada saja kelakuan anehnya itu. "Ayok bangun!" titah nya lagi.


"Hemm iya." sahut nya manja kalau saja Aris tidak ada rasa pada Via mungkin Via akan kena Omelan atau Aris akan marah karena kelakuannya itu membuat orang kesal saja. Tapi karena Aris begitu sayang pada Via masalah seperti ini tidak akan di permasalahkan oleh Aris.


Setelah shalat subuh selesai dan Via mendekat ke arah kasur Aris mencegahnya. "Eits kamu jangan tidur lagi, ayok kamu siap-siap sekarang!" Aris mentitah Via agar bersiap diri.


"Mau kemana memang nya? Aku libur kerja gak apa-apa lah sesekali tidur sampai siang nanti." ujarnya malas.


"Hei kamu itu bekerja di bidang kesehatan tapi tidur sampai siang di lakukan terus, kamu tahu kan tidur lagi setelah subuh itu tidak bagus untuk kesehatan dan juga rejeki kita juga bakalan keburu di patok ayam. Kamu mau badan kamu gak sehat dan rejeki seret?" Aris memberikan tahu Via agar ia jangan tidur kembali.


"Ayok siap-siap ya! Aku akan mengajak kamu lari pagi hari ini mumpung cuaca seperti nya akan cerah." ujarnya.


"Apa lari pagi?" tanya Via dan di angguki oleh Aris.


"Oh my God. Malas ah!" balas nya.

__ADS_1


"Ayok!" titah nya seraya mendorong tubuh Via agar berganti pakaian nya.


"Iya tapi kamu keluar dulu lah aku mau ganti pakaian ku." pinta nya.


"Aku di sini saja lah. Lagian aku sudah pernah lihat!" ucapnya keceplosan. UPS


"Apa kamu bilang?" tanyanya.


"iya aku akan keluar sekarang dan kamu cepat ganti baju, aku akan tunggu di luar ya." ucapnya cepat agar ia tidak ketahuan saat ia pernah melihat istrinya berganti pakaian.


Setelah Via selesai berganti pakaian menjadi pakaian olahraga nya langsung menghampiri Aris yang sudah menunggu nya lumayan lama.


"La...lama ba... banget sih!" ucapnya menatap Via pagi hari ini terlihat sangat cantik dengan balutan pakaian olahraga yang ngepas di tubuhnya. Aris menilai pakaian yang Via pakai. "Via sayang bisa gak jangan pakai baju seperti ini! Aku gak mau ya laki-laki lain menikmati tubuh kamu seperti ini!" tegasnya tapi melembut agar Via tidak marah.


"Memang nya pakaian ini kenapa? Inikan pakaian yang cocok untuk berolah raga!" jawab nya heran.


"Iya tapi lihat ini pakaian yang kamu pakai terlalu ketat, sexi aku suka tapi jangan sampai laki-laki lain pun ikut suka melihatnya, aku mohon ganti ya plisss!" ucap Aris memohon dengan lembut agar ia mengerti.


Via menghela nafasnya panjang. "Oke aku akan ganti lagi, tapi pasti butuh waktu lama lagi, gak apa-apa?' ucapnya memberi tahu pada Aris.


"Tidak apa-apa yang penting kamu nurut sama aku!" ucapnya dengan tersenyum senang karena Via mau menuruti apa yang di pinta Aris padanya.


"Sebenarnya sih aku mau kamu pakai kerudung dan menutup aurat kamu, tapi aku akan pelan menyuruh kamu agar memakai kerudung supaya kamu bisa memakainya tanpa ada rasa terpaksa." batin Aris dalam hatinya.


Beberapa menit kemudian Via sudah berganti pakaian nya dengan pakaian olahraga yang agak longgar memakai celana panjang dan jaket parasit namun tubuh Via yang bagus membuat ia memakai pakaian seperti apapun terlihat sangat menarik saja.


"Yuk ah kita berangkat nanti keburu panas!" ajak Via pada Aris yang menunggu nya.


"Ok Via sayang."


Mereka berdua berlari mengitari taman. "Abang!" panggil Via membuat Aris tersenyum karena istrinya memanggil dengan panggilan yang ia inginkan. Dan Aris menghentikan langkahnya. "Ada apa?"


"Aku capek, ini kita kenapa gak bawa kendaraan sih terus lari-lari di taman gitu, capek tahu dari rumah lari ke taman terus nanti kita balik lagi ke rumah, bisa gempor aku!" ucapnya kesal.


"Hemm nanti aku gendong kamu kalau kamu capek." sahut nya cepat. Via hanya mendengus sebal.


Tidak lama Via yang akan menyusul Aris dan mengejar nya tidak sengaja menginjak batu yang ada di hadapannya membuat kaki Via terkilir dan Via pun mengaduh kesakitan. "Aduh sakit..." rintihnya membuat Aris yang lebih dulu berlari di depan Via berhenti dan melihat ke arah Via lalu mendekat pada Via. "Via kamu gak apa-apa?" tanya Aris khawatir mencoba melihat kaki Via yang sakit karena tersandung batu.


"Sakit!" ucap Via.


"Aris mencoba melihat kaki Via dan setelah di lihat ia menarik kaki Via yang terkilir itu agar tidak sakit. "Aduh sakit..." teriak Via kesakitan. "Kamu ngapain sih sakit tahu!" ucapnya kesal.


"Ini supaya kaki kamu tidak bengkak, coba sekarang kamu berdiri!" titah nya.


Via mencoba berdiri dengan pelan. Aww sakit!" ucapnya seraya menjatuhkan tubuhnya karena tidak kuat.


Aris khawatir pada istrinya itu. "Ayok naik!" titah nya membelakangi Via dan berjongkok. Via menjadi bingung apa yang di lakukan suami nya itu.


"Ayok aku gendong kamu di belakang, ayok kita pulang saja." ajaknya.


Via pun mau tidak mau menuruti apa yang di perintahkan suami nya, saat Via berada di gendongan Aris. "Abang punggung nya banyak keringat nya basah tahu bau asem lagi!" ucap Via membuat Aris tergelak dengan tawanya.


"Gak apa-apa sekali-kali kamu cium keringat aku hehe." sahut nya cengengesan.


Tapi Via merasa nyaman saja menyelusup kan kepalanya pada punggung Aris yang basah keringat itu, bau keringat yang tercampur dengan wangi parfum maskulin aroma suaminya itu membuat dia nyaman saja.

__ADS_1


"Aku malu ih di gendong begini, banyak orang yang merhatiin kita, mungkin mereka lihat kamu kayak lagi gendong tuyal!" ucap Via pelan seraya terus menyelusup kan kepalanya pada punggung Aris.


"Haha kamu bisa saja!"


__ADS_2