Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
pulau yang sama


__ADS_3

Pada paginya Adam dan para anggotanya langsung ke TKP dimana bencana itu terjadi semua orang disana sibuk saling menolong. Ada yang bagian tugas membersihkan tempat kejadian, ada yang membantu memasak dan lain-lain dan ada juga membuat tenda untuk beristirahat disana, karena mereka di ungsikan di tempat yang aman dari kejadian.


"Sayang kamu bersama ibu-ibu dan anak-anak ya tidak usah membantu yang berat-berat, ajak ibu dan anak-anak supaya mereka tidak sedih dan menghilangkan trauma mereka." perintah Adam pada Nisa.


"Baiklah." ucap Nisa cepat dengan mengangguk kepala nya.


Nisa pun dengan sigap menjalankan tugas dari suaminya itu lalu ia pun menghampiri ibu-ibu dan anak-anak yang sedang berkumpul di tenda yang luas untuk semua orang.


"Assalamualaikum ibu-ibu dan anak-anak perkenalkan saya Nisa, saya di tugaskan disini oleh para bapak polri untuk membantu ibu-ibu dan anak-anak di sini, saya harap kalian semua bisa menerima saya berada di sini." ucap Nisa dengan ramah dan sopan.


"Wa'alaikumussalam, ibu Nisa kami sangat berterima kasih kepada ibu Nisa membantu kami disini, kami dengan senang hati menerima kebaikan ibu Nisa." ucap salah satu ibu disana.


Nisa tersenyum. "Terima kasih, jangan sungkan ya jika kalian yang berada disini membutuhkan saya." ujar Nisa senang bisa di terima dengan baik.


Nisa melihat dan tersenyum pada anak-anak yang memperhatikan Nisa yang sedang berinteraksi dengan para ibunya. "Anak-anak bagaimana kalau kak Nisa bercerita kepada kalian, apa kalian mau mendengarkan cerita kak Nisa?" tanya Nisa pada anak-anak dengan ramah dan lembut.


"Mau..." ucap anak-anak serempak.


Nisa tersenyum bahagia. "Ok kalau begitu kalian duduk yang rapi ya dan kak Nisa akan mulai cerita nya, siap...?"


"Siap..." sahut mereka antusias.


Nisa pun bercerita, cerita tentang anak-anak, cerita yang bisa membangun anak-anak jadi anak yang kuat saat mereka mendapatkan ujian dan cobaan. Menghilangkan mereka sedikit dari rasa trauma mereka dari musibah yang sedang mereka rasakan saat ini.


"Waktu sudah mulai siang, Nisa pun berpamitan kepada anak-anak untuk beristirahat dahulu. "Anak-anak karena ini waktu sudah siang kak Nisa akan istirahat dulu dan kak Nisa juga akan melaksanakan shalat dhuhur, kita di lanjutkan besok ya, insya Allah kak Nisa akan kembali lagi ke sini untuk menceritakan cerita baru lagi, kalian mau kan?"


"Mau... kak, kak Nisa janji ya akan bercerita lagi dan nemenin kita besok." ucap salah satu anak.


"Emh insya Allah ya kak Nisa gak janji, tapi kak Nisa akan berusaha untuk bisa menghibur kalian disini lagi." tutur Nisa dengan lembut dan dengan senyum manisnya.


"Hore..." sahut mereka kompak.

__ADS_1


Nisa tersenyum. "Ya sudah kakak pamit ya sampai jumpa besok, assalamualaikum." salam Nisa kepada anak-anak dan ibunya yang menunggu.


Nisa pun melangkah pergi dari tenda tempat anak-anak berkumpul.


"Nisa...?" panggil seseorang yang jauh disana.


Nisa pun membalikkan tubuhnya menghadap orang yang sudah memanggil namanya. "Aris?" gumam Nisa.


Aris pun menghampiri Nisa dengan berlari kecil ketika Nisa berhenti saat ia panggil. Aris tersenyum. "Assalamualaikum Nisa?" sapa Aris pada Nisa.


"Wa'alaikumussalam, Aris kamu ada tugas disini juga?" tanya Nisa.


"Yap aku sedang bertugas, aku lihat kamu tadi menghibur anak-anak, apa kamu jadi relawan disini?" tanya Aris penasaran.


"Iya kebetulan dulu aku sering sekali ikut berpartisipasi menjadi relawan saat di kampus, karena kuliah aku sudah selesai sekarang aku rindu aja kegiatan seperti ini dan apa salahnya juga kan kalau kita saling menolong." tutur Nisa menjelaskan.


Aris tersenyum bangga kepada Nisa. " Kamu ya buat aku selalu kagum dengan sikap dan perbuatan kamu, hebat aku salut." ucap Aris kagum terhadap Nisa.


"Kamu memang pantas kok untuk di puji, sudah cantik, baik dan rendah hati, itu mencerminkan seorang Nisa." sahut Aris semakin kagum terhadap Nisa.


Nisa hanya tersenyum saja mendengar ucapan Aris menurut nya biasa saja karena hal yang baik tidak perlu untuk di umbar dan ingin di puji orang.


"Emh kalau begitu aku permisi dulu ya, kebetulan aku kesini bersama para anggota polri jadi aku mau menemui mereka dulu." ucap Nisa pamit pada Aris.


"Oh ya silahkan, selamat bergabung Nisa." ucap Aris.


"Terima kasih." jawab Nisa lalu pergi meninggalkan Aris.


Aris masih menatap Nisa sampai Nisa tidak terlihat lagi oleh nya. "Nisa... kamu buat saya semakin terpesona saja, aku yakin kamu pantas untuk aku perjuangkan, aku akan membuatmu menjadi istri seorang TNI, kamu pantas menjadi ibu Persit ku nanti." gumam Aris meyakinkan dirinya dengan di akhiri senyum bahagia nya.


"Sayang, apa kamu sudah menyelesaikan tugas kamu?" tanya Adam saat istri yang ia cintai datang menghampiri nya.

__ADS_1


"Sudah mas, alhamdulilah mereka juga bisa menerima aku dengan baik, mereka terlihat bahagia saat aku tadi menceritakan dongeng untuk mereka." ujar Nisa bahagia dengan cerita nya.


"Syukur kalau begitu, apa kamu senang?" tanya Adam gemas melihat Nisa tadi bercerita.


"Senang dong mas, makasih ya mas udah ijinkan aku untuk datang kesini, dari pada di rumah aku sendirian mending aku bareng anak-anak di sini." sahut Nisa bahagia.


Adam tersenyum bahagia melihat Nisa bahagia padahal ia tidak membawa nya liburan atau piknik melainkan membawa ia untuk membantu orang. "Mana hadiah untuk saya?" tagih Adam pada Nisa dengan menggoda nya.


"Hadiah apa maksudnya? Kamu kan gak lagi ulang tahun." cebik Nisa.


Adam tersenyum dan melihat ke kanan dan ke kiri takut ada orang lain lalu ia pun menunjukkan pipinya dengan jari telunjuknya menyuruh Nisa untuk mencium nya.


Nisa yang tahu akan maksud suaminya pun dengan gemas mencubit pinggang Adam bisa-bisanya ia meminta hal seperti itu di situasi seperti ini. "Mas... kamu ya gak lihat kondisi aja." cebik Nisa sebal.


Adam tergelak melihat wajah Nisa yang di tekuk karena ia meminta sebuah ciuman. "Aww, mas bercanda, tapi bohong." canda Adam menyuapkan makanan siang nya yang ia santap pada mulut Nisa ya cemberut.


Nisa pun menerima suapan dari Adam dan mengunyah nya dengan cemberut. Adam pun tersenyum melihat Nisa cemberut sambil mengunyah makanan.


"Wah wah wah ini pengantin baru berduaan mulu bikin ngiri aja sih." ucap rekan Adam yang datang.


"Iya gak apa lah menyelam sambil minum air." ucap Adam menjawab rekan nya itu dengan santai.


Rekan Adam tergelak dengan jawaban Adam. "Benar... benar, paling bisa kamu Dam..." sahut nya lagi.


"Beruntung sekali pak Adam dapat kan istri seperti ibu Nisa ini, mau ikut bergabung dengan kami saat dalam keadaan seperti ini." tutur salah satu tokoh masyarakat pulau itu saat ia mengetahui jika Nisa adalah istri dari Briptu Adam.


Adam tersenyum. "Iya pak saya sangat beruntung sekali, alhamdulilah." jawab Adam bahagia di hati nya.


"Terima kasih ibu Nisa dan juga para bapak-bapak polri ini sudah mau ikut serta menolong kami yang sedang terkena musibah ini, pertolongan ibu bersama dengan anggota kepolisian sangat kami butuhkan sekali saat ini, apalagi kebutuhan sandang pangan kami semua bisa kami dapatkan dengan bantuan dari semua pihak terkait." ucap masyarakat dengan tulus.


"Sama-sama pak ini semua kita jalani dengan ikhlas, karena ini juga tugas kami sebagai manusia harus saling tolong menolong apalagi tugas para polisi dan TNI kan memang seperti ini." ujar Nisa mewakili jawaban dari anggota polri atas ucapan terima kasih masyarakat itu.

__ADS_1


Mereka pun tersenyum memberikan kekuatan untuk para masyarakat yang sedang berduka itu. Mereka pun melanjutkan makan siang nya untuk melakukan kembali kegiatan yang akan di kerjakan lagi.


__ADS_2