Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Kejujuran Sella


__ADS_3

"Udah agak mendingan ma"


"Makan dulu ya?" Tawar mama Diana.


Sella langdung merubah posisinya menjadi senderan diranjang.


"Biar mama suapi aja" ucap mama Diana saat Sella akan mengambil piring makanan.


Sella mengangguk setuju


Hatinya menghangat saat mendapat suapan dari mama Diana. Rasanya ia seperti mendapatkan kembali kasih sayang seorang ibu yang hilang dari dirinya.


"Udah ma, Sella udah kenyang" ucap Sella setelah beberapa kali suapan masuk ke perutnya.


Kini mama Diana menyendokan beberapa potong buah buahan segar dan kembali menyuapi Sella.


"Makan buah dikit ya, biar tambah sehat" tawar mama Diana.


Ia sangat menyayangi menantunya ini. Walaupun diawal awal pernikahannya Sella terkesan sangat pendiam namun nyatanya seiring berjalannya waktu Sella mampu beradaptasi dengan semuanya. Dan kini Sella sudah dianggap anak sendiri oleh mama Diana. Satu hal yang disenangi mama Diana dari Sella adalah karna walaupun ia tau diawal pernikahan hubungan Sella dan putranya kurang baik tapi nyatanya Sella selalu menjadi sosok menantu yang penurut, sopan dan pastinya lemah lembut. Hal itu tentu saja membuat hati mama Diana cepat luluh.


"Ya udah mama keluar dulu, kamu istirahat ya"


Sella mengangguk


"Iya ma, makasih"


Mama Diana mengangguk mengiyakan


Beberapa minggu kemudian,


Umur kandungan Sella memasuki usia 30 minggu.


Pagi hari,

__ADS_1


Vino sedang bersiap siap akan ke kantor. Sedangkan istrinya sedang melihat lihat mama Diana memasak di dapur.


Drttt (dering ponsel milik Sella)


Vino penasaran karna nomor panggilan yang masuk merupakan nomor asning yang pastinya tidak tersimpan dikontak Sella.


Klik


Vino mengangkat telepon itu


"Lihatlah, sebentar lagi aku akan benar benar membunuh anak dan suamimu. Tunggu saja pembalasan dariku"


Tutt


Panggilan itu terputus begitu saja


Vino sempat terkejut dengan ucapan orang diseberang sana.


Ceklekk


"Sayang" panggil Vino.


"Kenapa yang?" Sella mendekat sambil membantu mengancingkan kemeja suaminya yang belum terpasang semua.


"Apa kau sudah lama mendapatkan teror itu?" Tanya Vino to the point.


Degg


Sella kaget dengan pertanyaan suaminya yang tiba tiba itu.


"I itu" Sella tergagap


"Sayang, jujur dong sama aku"

__ADS_1


"I iya, aku sudah lama mendapat teror" Sella menunduk.


Vino langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"Kenapa kau tak mengatakannya padaku?"


"A aku takut kamu marah. Kamu pasti akan menyalahkanku karna aku pernah bergabung di dunia hitam itu" Sella meneteskan air matanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan kau yang meminta cerai padaku dulu hingga meninggalkan rumah?" Tanya Vino yang sebenarnya sudah curiga karna Sella meminta cerai dalam waktu yang sangat tiba tiba.


Sella mengangguk dalam pelukan Vino


Vino merasakan kemejanya basah pertanda istrinya menangis.


Ia mengusap usap kepala Sella


"Udah, kamu tenang ya. Aku akan mengusut tuntas semuanya. Oke?"


"Tapi aku takut" cicit Sella mengeluarkan ketakutannya.


"Apa yang kau takutkan hem? Kan ada aku"


"Aku takut mereka melukaimu dan anak kita" Sella menambah erat pelukannya.


"Mereka tidak akan berani melukaiku yang, yang ku takutkan malah jika mereka berbalik melukaimu" ucap Vino.


Vino melepaskan pelukan itu dan mengusap air mata istrinya itu.


"Udah ya nangisnya, aku bakal nyelesaiin semuanya biar kamu tenang, okey?"


Sella menganggukan kepalanya


Vino berjongkok menyetarakan wajahnya dengan perut buncit sang istri.

__ADS_1


jangan Lupa Like & KomenšŸ¤—


__ADS_2