
Ia segera merogoh dompetnya di saku dan mengeluarkan sebuah blackcard dan memberikannya pada sang istri.
"Ini, pakailah untuk kebutuhan sehari harimu juga untuk kebutuhan apartemen ini"
"Tidak perlu, aku sud... "
"Ambil!" Potong Andy dengan tatapan tajamnya membuat Kia mau tidak mau mengambil kartu itu
"Terimakasih" ucapnya tulus.
"Hari ini tidak usah memasak, pesan online saja praktis" ucap Andy sekilas lalu segera kembali ke lantai atas.
"Dasar suami kulkas, apa apa maksa, Dikit dikit maksa, Dikit dikit melotot, Dikit dikit lagi bentak. Emang nggak ada hati tu orang" umpat Kia pada suaminya itu.
Beberapa saat kemudian pintu apartemen diketuk.
Ternyata seorang pria yang Kia yakini adalah orang suruhan suaminya untuk membawakan makanan.
"Ini nyonya titipan bos Andy"
"Ah iya makasih ya" ucap Kia tulus.
Kia segera meletakan makanan itu dimeja makan.
"Andy!! Makanannya sudah sampai!" Teriak Kia.
Tak lama kemudian Andy datang dan akan membuka plastik di meja makan itu sedangkan Kia mengambil piring untuk mereka berdua.
__ADS_1
Baru saja Kia akan menghampiri meja makan namun hidungnya mencium suatu bau yang membuatnya mual tiba tiba.
"Huekk" Kia masih menahannya.
Semakin ia mendekatkan langkahnya, aroma itu semakin kuat.
"Makanan apa itu?" Tanya Kia dengan satu tangan memegang piring dan tangan satunya menutupi hidungnya.
"Ini udang asam manis"
"What?! Hoekkk" Kia kembali merasakan mual.
Ia menjatuhkan piringnya begitu saja lalu segera berlari ke kamar mandi lantai bawah disusul Andy dibelakangnya.
"Hoekk" Kia memuntahkan entah apa saja yang ada diperutnya.
"Hoekk"
Andy bertambah panik saat ia mendengar suara istrinya muntah muntah parah.
Tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan menampakan Kia yang sudah lemas pucat dengan satu tangan berada di perut sedangkan satunya dikepala karna merasakan pusing yang menderanya.
"Kau kenap...."
Brukk
Kia lebih dulu jatuh pingsan sebelum Andy menyelesaikan pertanyaannya.
__ADS_1
"Hei, jangan akting seperti ini, Ini sama sekali tidak lucu Kia" ucap Andy sambil menepuk nepuk pipi sang istri.
"Shitt seperrinya dia benar benar pingsan" gumam Andy sejenak lalu segera membopong Kia dan membawanya ke sofa diruang tengah.
Ia segera menelpon dokter kandungan Kia agar datang ke apartemennya.
Beberapa saat kemudian dokter telah datang.
Kia segera diperiksa oleh dokter itu. Akhirnya dokter itu memberikan suntikan pada Kia.
"Hmm sepertinya nyonya Kia mengalami dehidrasi setelah muntah muntah. Memangnya apa yang membuatnya mual?" Tanya dokter itu.
"Tadi aku memesan udang asam manis. Pas dia nyium aromanya dia langsung muntah muntah" ungkap calon papa itu.
"Wahh apa istrimu belum pernah mengatakan bahwa semenjak hamil dia alergi dengan bau udang?"
"Hah, benarkah? Dia tidak mengatakan apapun padaku" ungkap Andy sedikit kaget.
Ia bisa berkata santai karna dokter kandungan yang menangani Kia merupakan teman masa sma nya dulu.
"Huh, kau ini bagaimana sih. Jadi suami masak hal sekecil ini aja kamu nggak tau. Atau kamu memang nggak mau nyari tau?"
"Ck ck ck, kau memang tak pernah berubah dari dulu. Selalu menganggap enteng hal hal kecil seperti ini" oceh dokter itu pada sahabat masa SMAnya itu.
"Bukan be..."
"Apa kau tau bahwa berat badan anakmu berada dibawah standar normal?"
__ADS_1
"Hah?? Bagaimana bisa?" Andy kaget.