Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Pergilah Aku mengizinkanmu...


__ADS_3

Hati Andy menghangat saat merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit sang anak.


"Makasih udah berjuang buat papi, okey. sekarang kita sama sama berdoa buat mami supaya cepat sembuh" ucapnya pada sang anak.


Andy pun mengadzani sang putra


"Devano Kurniawan, jadi anak yang berbakti buat mami dan papi ya"


Setelah dirasa cukup, bayi itu langsung dimasukan ke inkubator untuk menyesuaikan suhu ruangan dahulu.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Andy.


"Maaf tuan Andy, istri anda sedang dalam kondisi kritis"


"Boleh saya melihatnya sebentar?" Tanya Andy.


"Boleh tuan"


Andy pun melihat istrinya yang dipasangi banyak sekali alat penunjang kehidupannya.


"Sayang, anak kita sudah lahir dalam keadsan sehat dan selamat. Sekarang tinggal kau yang berjuang. Berjuanglah agar kita bisa hidup bersama. Aku janji akan menebus segala kesalahanku" Andy mengusap wajah pucat itu.


Tiba tiba saja tubuh Kia kejang kejang.


"Dokter, kenapa dengan istri saya" Andy panik.


Ia dapat melihat dengan jelas istrinya kejang kejang parah bahkan dokter dan suster pun berhamburan melakukan tindakan untuk Kia.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Kia sudah tak lagi kejang kejang. Namun Andy malah dibuat kaget dengan ucapan dokter.


"Maaf tuan Andy, sistem syaraf nyonya Kia tidak merespon. Mungkin nyonya Kia tidak bisa bangun dalam waktu dekat ini. Dan nona Kia saya nyatakan koma"


Degg


Jantung Andy terhujam dengan kenyataan di depannya.


Andy mengusap dahi istrinya lalu menciumnya.


"Tidak apa, asal kau masih ada semangat hidup, berjuanglah. Aku membantumu lewat doa" bisiknya.


"Tapi satu mukjizat tuan Andy, istri Anda tetap bisa memproduksi Asi walaupun dalam keadaan koma. Dan asi ini aman karna semua obat yang masuk dalam tubuh nyonya Kia aman untuk asi yang diberikan pada bayi"


Setelah asi Kia dinyatakan aman untuk bayi, anak Kia dan Andy pun ditaruh didada sang ibu agar mencari sumber asinya sendiri dengan nalurinya.


"Dok, apa perawatan istri saya bisa dipindahkan dirumah saja?"


"Bisa pak, namun dengan persyaratan tertentu" jawab dokter itu.


"Baiklah"


Seminggu kemudian, Kia sudah dipindahkan perawatannya kerumah.


3 bulan kemudian


Baby Vano sudah berkembang. Tubuhnya pun kini mulai gembul berkat asi dari Kia yang terus lancar.

__ADS_1


Nampak Andy menggendong sang putra ke kamar dimana istrinya berada.


Seperti biasa, Andy meletakan putranya disamping sang istri.


Ia pun menggerakkan tangan sang istri untuk menyentuh putranya.


"Ini putra kita. Usianya sudah 3 bulan. Bangunlah, dan lihatlah putra kita sangat gembul dan sehat. Aku memberinya nama Devano Kurniawan" ucap Andy mengusap wajah pucat istrinya itu.


"Vano, ini mami Vano. Bilangin ya sama mami nya biar cepet bangun" Andy berbicara pada sang anak.


"Sayang, sudah 3 bulan kau berbaring diranjang ini tanpa bergerak sedikitpun. Apa kau tidak kasihan dengaku dan anak kita? Lihatlah, Vano tumbuh tanpa ibunya disampingnya" ucap Andy miris.


Ia menghela napasnya sejenak


"Sekarang aku tidak lagi mencegahmu. Jika kau memang sudah lelah untuk berada di dunia ini, maka pergilah, aku sudah mengizinkanmu. Walau nyatanya berat, tapi aku akan mencoba ikhlas jika itu memang sudah pilihanmu. Namun, jika kau masih ingin bersama denganku dan anak kita, bangunlah. Mari kita rawat dan besarkan anak kita bersama. Mari kita mulai rumah tangga kita dari awal. Aku janji untuk menjadi suami sekaligus papi yang baik untuk anak kita" ucap Andy mengusap dahi sang istri yang masih terbaring dengab mata tertutup.


Tiba tiba tubuh Kia langsung merespon,


Jari tangannya bergerak gerak,


Tiba tiba Andy melihat dengan jelas dada Kia yang nampak naik turun seperti orang yang kesulitan bernafas.


Dokter yang berjaga dikamar itupun langsung bertindak.


Air mata Andy menetes di wajah tampannya.


"Apa ini memang waktumu? Jika memang iya, pergilah dengan tenang" Andy kembali mengusap wajah cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2