Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Hamil Barengan


__ADS_3

setetes air mata Kia mengalir saat melihat hasil yang keluar dari alat itu.


Andy harap harap cemas menunggu istrinya didepan kamar mandi.


bukannya ia tak ingin memiliki anak lagi.


Andy sangat ingin memiliki anak lagi, namun ia tak mau egois dengan menyakiti istrinya dan mengambil resiko sebesar itu.


"yangg" Kia langsung memeluk tubuh suaminya sambil menangis sesenggukan.


"nggak papa yang, kan kita juga udah ada Vano. buat aku, punya kamu sama Vano aja lebih dari cukup yang" Andy mengusap usap rambut sang istri.


ia mengira istrinya kecewa karna hasil tesnya negatif.


"bukan itu" ucap Kia dengan wajah masih menempel didada bidang suaminya.


"terus apa?" Andy melepaskan pelukan itu.


"ini" Kia menyerahkan alat tes kehamilan yang digunakannya tadi.


mata Andy melebar sempurna melihat hasil tes tersebut.


"i ini bener yang?" Andy masih tidak percaya ketika melihat 2 garis pada alat itu.


"beneran lah yang"


"tapi kan kata dokter..."


"stttt, udah.. aku yakin aku sama anak kita nggak bakal kenapa napa. kan ada kamu yang jaga aku nanti"


"tapi yang, aku takut kalau..."


"sttt udahh. percaya deh sama aku. syukuri apa yang kita punya sekarang" Kia menutup mulut Andy dengan telunjuknya.


Andy kembali memeluk tubuh itu dan menciumi kepala Kia bertubi tubi.

__ADS_1


"terimakasih ya tuhan" ucap Andy bersyukur.


"aku janji bakal jagain kamu sebisa mungkin biar kejadian dulu nggak terulang lagi" janji Andy sambil menangkup dan menciumi wajah Kia bertubi tubi.


"ya udah, besok pagi kita ke dokter kandungan ya"


Kia mengangguk mengiyakan


pagi hari,


Kia dan Andy berangkat ke dokter kandungan di rumah sakit yulandres.


Tangan Andy menggandeng Kia melewati koridor rumah sakit.


"loh, itu bukannya Vio sama Qian?" tanya Kia pada sang suami.


"mana?" Andy celingak celinguk.


"itu, yang lagi antre di depan ruangan dokter kandungan" tunjuk Kia.


"bisa jadi"


merekapun mendekati Qian dan Vio.


"Qian,Vio kalian disini juga" sapa Kia.


"eh kalian berdua juga disini" Vio berdiri dari duduknya.


"iya, kamu apa kabar" Kia langsung memeluk sahabatnya itu.


"baik bangett"


"pake peluk pelukan segala, tempo hari kan kalian baru aja ketemu" cibir Qian.


"ya biarin, kita kan sahabat mas" kesal Vio.

__ADS_1


"kamu promil?" tanya Kia.


Vio mengangguk mengiyakan


"ini aku udah telat lama banget, makannya aku kesini"


"ya moga moga beneran isi ya Vi" Kia mengusap perut sang sahabat.


"iya aamiin. oh ya, kamu sama Andy ngapain kesini juga? kalian promil juga?" tanya Vio balik.


"kemarin sih awalnya mau promil. tapi pas Andy denger penjelasan dokter tentang resiko hamil lagi dia langsung bilang nggak mau punya anak lagi. terus semalem aku testpack eh malah positif"


"wahh selamat ya Ki" Vio reflek memeluk sahabatnya itu.


ceklekk


pintu ruangan dokter itu dibuka menampakan sepasang manusia yang sangat dikenali Kia maupun Vio.


"Sella"


"kak Vino"


sebut Kia dan Vio bersamaan.


"loh, kalian disini juga?" tanya Sella.


"iya, kok bisa kebetulan gini ya" celetuk Vio.


"hehehe, nggak tau juga. padahal kan nggak janjian"


"kamu ngapain disini kak? promil juga?" tanya Vio.


"enggak promil, malah kebobolan" jawab Vino santai.


"kebobolan gimana?" Vio bingung.

__ADS_1


__ADS_2