
"Apapun itu?"
"Heem, apapun itu" Kia menganggukan kepalanya
"Aku bisa meminta 'jatahku' setiap saat" bisik pria itu yang membuat pipi Kia merona.
"Tidak tidak, aku mencabut keinginanku"
"Tidak bisa, kau tadi sudah menyetujuinya" jawab Andy santai.
"Tapi..."
"Aku tidak menerima alasan lagi" potong Andy yang membuat Kia mengerucutkan bibirnya sebal.
Beberapa saat kemudian mereka telah berada didalam kamar.
Nampak Kia masih duduk bersandar diranjang sambil mengemil buah buahan seperti perintah suaminya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka
Nampak Andy membawakan segelas susu kehamilan untuk Kia.
"Ini, minumlah" dengan terpaksa Kia menerima minuman itu padahal saat ini ia sedang tidak mood minum susu.
Setelah dirasa cukup, Andy segera merebahkan tubuhnya disamping sang istri.
Kia kembali dibuat terkejut kala suaminya itu memeluknya.
"Oh astaga, pasti dia akan menagih jatahnya" batin Kia.
__ADS_1
"Kumohon jangan hari ini, aku sangat lelah. Apa kau tidak merasa kasihan denganku yang kelelahan membawa janin diperutku" Kia membuka suara sebelum suaminya benar benar memintanya secara langsung.
"Memangnya kau pikir aku mau apa? Aku hanya akan mengusap perutmu saja" kilah Andy.
"O oh, gi gitu" Kia malah jadi salting sendiri.
"Ibu hamil nggak boleh punya pikiran mesumm" Andy mendorong dahi Kia dengan telunjuknya.
"Aku nggak mesummm, aku tadi cuma..."
"Cuma apa?"
"Cuma itu, anu.. itu lohh"
"Udah buruan tidur, besok ada meeting pagi kan"
Skip
Dua orang manusia itu sudah bersiap berangkat ke kantor.
Sesampainya dikantor mereka berdua sama sama masuk ke ruang meeting.
"Nona Kia, sebaiknya anda mengecek keadaan keuangan dikantor cabang karna sepertinya ada penggelapan dana disana. Kurasa kantor cabang X tidak terlalu jauh dari kantor ini" Qian membuka suara.
"Tidak bisa!" Tolak seseorang yang tak lain adalah asisten Andy.
"Kenapa tidak?" Qian mengerutkan keningnya.
Sebenarnya ini adalah strategi yang dilakukan Qian dibuat oleh Vio untuk mendekatkan dua manusia itu.
"Apa anda tidak melihat bahwa nona Kia sedang mengandung. Bukankah itu dapat beresiko untuk kandungannya?"
__ADS_1
"Kurasa tidak, kandungan nona Kia pun tergolong masih muda. Kurasa tidak masalah ke perusahaan cabang. Apalagi jarang perusahaan cabang dari sini hanya 50 menit kan" Qian memancing sejauh mana reaksi Andy.
"Maaf tuan Andy, kenapa anda menghalangi? Bukankah benar yang dikatakan bos Qian bahwa resikonya sangat kecil. Lagi pula tidak terlalu jauh juga dari sini" tanya salah satu staff yang berpartisipasi dalam meeting.
"Karna dia istriku" ceplos Andy membuat ruangan itu mendadak gaduh.
Kia membelalakan matanya mendengar ungkapan sang suami didepan semua orang.
Qian tersenyum penuh kemenangan saat melihat asistennya telah masuk dalam perangkapnya.
Kia hanya mampu menutup wajahnya karna sudah merah padam antara baper dan juga menahan malu.
"Sudah sudah kita lanjutkan saja meetingnya, jadi bagaimana pendapat anda nona Kia?"
"Emm kira kira berapa hari saya melakukan pengecekan disana pak?"
"Mungkin 2 atau 3 hari"
"Bisakah saya meminta waktu untuk mempertimbangkannya pak?
"Ya bisa, sebelum jam pulang kerja nanti kuharap kau sudah menyampaikan keputusanmu"
Meeting pun ditutup
Jam makan siang,
Andy membawakan sekotak wadah makan yang hanya berisi buah buahan yang sudah dikupas keruangan sang istri.
"Ini, pasti tadi kamu lupa kan"
"Ah iya, makasih"
__ADS_1
"Auhhh cie ciee, pak Andy sweet banget sih" sorak para teman teman Kia yang sudah tau kabar pernikahan Kia dan Andy dari beberapa teman staff yang pagi tadi ikut meeting.