
saat berdiri dari duduknya tiba tiba Kia merasakan kepalanya mendadak pusing.
"aduh, kepalaku"
Kia segera berjalan dengan tangan bertumpu pada tembok dan segera membuka pintu kamarnya.
"Andy!" teriaknya.
"tolong" ucapnya lagi dengan lirih.
pandangan Kia mendadak buram dan
brukk
Kia tersungkur pingsan dilantai tepat didepan pintu kamarnya.
Andy yang mendengar namanya disebut pun langsung berlari ke kamar.
alangkah terkejutnya dia ketika melihat sang istri sudah pingsan tepat didepan pintu kamar.
"Kia, hey kamu kenapa" Andy menepuk nepuk pipi sang istri namun tan kunjung sadar.
Andy langsung menggendong Kia dan segera membawanya kerumah sakit.
"ada apa dengan istri saya dok?" tanya Andy setelah dokter memeriksa istrinya.
__ADS_1
"saya sudah mengatakan ini sebelumnya pada nyonya Kia tuan. nyonya Kia mengalami tekanan darah tinggi yang kini sudah berkembang menjadi preeklamsia dimana tekanan darah pada ibu hamil mendadak tinggi dengan gejala pusing, mual dan pandangan mata buram"
"apakah berbahaya dok?"
"sebenarnya berbahaya tuan. bagi ibu hamil seperti nyonya Kia ini bisa saja mengalami komplikasi pada beberapa organ tubuhnya. dan bahayanya lagi komplikasi saat melahirkan"
"lalu apa solusinya dok?"
"saat ini nyonya Kia hanya perlu minum obat dan juga cairan infus akan sedikit membantu. namun perlu diperhatikan lagi agar nyonya Kia tidak mengalami stres dan kecapekan yang menyebabkan tekanan darahnya naik"
"baik dok terimakasih"
"satu lagi tuan, karna hipertensi nyonya Kia sudah berkembang menjadi preeklamsia, maka jadwal kontrol kehamilan nyonya Kia dirubah menjadi seminggu sekali agar kami tim dokter bisa mengawasi perkembangan janin nyonya Kia"
"tapi dok, apa penyakit ini berbahaya bagi istri saya?"
"baik dok, sekali lagi terimakasih" ucap Andy.
"bagaimana keadaan Kia?" tanya mama Ranti yang baru saja menyusul kerumah sakit bersama papa Andre.
"Kia menderita preeclampsia"
"hah? bagaimana bisa? apa dia tidak pernah mengatakannya padamu sebelumnya?" tanya mama Ranti terkejut.
Andy menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"suami macam apa kau ini?! istrimu mendapat kesulitan dimasa kehamilannya tapi kau bahkan tidak tau apa apa?!" bentak mama Ranti.
"bagaimana aku bisa tau ma kalau Kia tidak bercerita padaku"
"bukan masalah bercerita ataupun tidak, karna kau sendiri saja yang terlalu egois tidak pernah mengantarkan istrimu kedokter kandungan, coba kau ingat ingat berapa kali kau mengantarnya check up ke dokter selama masa kehamilannya? dan satu lagi, penyakit istrimu itu bukan sesuatu hal yang bisa diremehkan" mama Ranti mengeluarkan air matanya.
pagi hari,
Kia membuka matanya yang terasa berat. kepalanya serasa berputar saat netranya menyesuaikan dengan cahaya kamar rawat itu.
Kia kembali menutup matanya
"Andy, haus" lirihnya dengan nata tertutup.
entahlah, padahal Kia tak melihat suaminya didalam ruangan itu namun batinnya mengatakan suaminya ada didekatnya.
"ini, duduk dulu" ucap Andy membantu Kia untuk duduk.
"jangan, aku lemas" ucap Kia lirih.
Andy pun kembali membaringkan tubuh istrinya yang matanya masih tertutup itu.
"bukalah matamu dulu, baru minum"
"tidak bisa An, kepalaku serasa berputar putar saat aku membuka mata" lirihnya lagi.
__ADS_1
Andy pun segera memberikan minum untuk istrinya lalu segera memanggilkan dokter.
"dok, kenapa istri saya mengeluh pusing saat membuka matanya dok?"