Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Hati Yang Menghangat


__ADS_3

Vino membangunkan sang istri yang nampak masih menikmati tidurnya itu karna hari sudah mulai malam.


"Sell, bangun. Makan dulu" Vino membangunkan sang istri dengan lembut.


Sella pun langsung mengerjapkan matanya bangun.


"Makan malam dulu yuk" ajak Vino.


"Iya, bentar aku mau cuci muka dulu"


Sella pun berjalan menuju kamar mandi dan segera membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar.


"Loh kalian kok makan disini? Kenapa nggak minta pelayan bawa makanannya ke kamar aja? Kasian tuh Sella nya pasti kecapekan" omel mama Diana pada sang putra.


"Enggak kok ma, Sella udah nggak capek kok. Tadi Sella juga udah sempet tidur bentar" Sella memberi pengertian pada sang mertua.


Merekapun makan malam bersama


Setelah selesai bukannya kembali ke kamar Sella malah memilih duduk diruang tengah sambil menonton TV bersama mama Diana dan papa Rico.



"Gimana kandungan kamu? Sehat kan?" Tanya mama Diana pada menantunya itu.


"Alhamdulillah sehat ma"


"Rencana mau operasi atau mau lahiran normal?"


"Emm kalau nggak ada halangan sih Sella pengennya normal aja ma biar cepet sembuh juga"


"Mama doain semoga semuanya lancar sampai lahiran"

__ADS_1


"Aamiin, makasih ma"


Vino menyunggingkan senyumnya dari kejauhan saat menatap istri dan mamanya yang sudah mulai akrab.


Ia sangat mengapresiasi sikap Sella yang berusaha berbaur dengan keluarganya.


Vino pun berjalan mendekati istrinya itu. Ia duduk tepat disamping istrinya.


"Istirahat sana gih, udah malem juga"


"Iya, nanti aja. Tadi kan abis bangun tidur, jadi belum ngantuk"


"Vin, bukannya kamu di waktu deket ini ada jadwal ke luar kota buat ngecek perusahaan cabang?" Tanya papa Rico pada sang putra.


"Iya pa, tapi kayaknya enggak diwaktu deket ini deh"


"Oh ya udah terserah kamu. Yang penting perusahaan cabang jangan sampai ada masalah"


"Ya udah kamu bawa istrimu ke kamar sana. Nggak baik ibu hamil begadang" kini mama Diana yang angkat bicara.


"Iya ma"


Vino pun mengajak Sella kembali ke kamar untuk beristirahat.


Di kamar


"Emang kamu beneran mau ke luar kota?" Tanya Sella pada sang suami.


"Iya, tapi masih belum tau kapan"


"Oh" Sella mengangguk paham.

__ADS_1


"Emangnya kenapa?" Tanya Vino balik.


"Nggak papa sih, cuma tanya aja"


"Emangnya kamu mau ikut?" Tanya Vino.


Sella menggelengkan kepalanya


"Lagian perut aku udah besar gini. Nggak mungkin bisa perjalanan jauh"


Vino mengangguk mengerti


Vino duduk bersandar diranjang sambil memangku laptopnya karna ingin memeriksa dokumen kantornya.


Begitupun dengan Sella. Namun bedanya ia membuka laptopnya untuk menonton drama kesukaannya.


Ia juga menyenderkan kepalanya dipundak sang suami.


Vino yang melihat kelakuan istrinya itu hanya diam saja. Ia membiarkan pundaknya menjadi sandaran untuk ibu hamil itu.


1 jam kemudian


Vino bernapas lega saat melihat pekerjaannya telah selesai.


Ia melirik sekilas sang istri. Nampak Sella telah tertidur pulas dipundaknya dengan laptop yang masih menyala.


Vino segera mematikan laptopnya dan laptop Sella dan segera membenahi posisi tidur bumilnya itu.


Vino menyunggingkan sanyumnya saat melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur itu.


Hatinya menghangat saat mengingat hubungannya dengan istrinya yang perlahan mulai membaik.

__ADS_1


Ia mengucapkan banyak syukur pada tuhan karna tuhan masih memberinya anugrah dengan memberinya kesempatan untuk bertemu kembali dengan istrinya yang tentu saja kebahagiaan itu bertambah saat mendengar tentang kehamilan sang istri. Ditambah lagi saat tahu ternyata ia akan mendapat anak kembar.


__ADS_2