Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Ancaman Andy


__ADS_3

Padahal tadi ia sangat yakin bahwa anak yang dikandung istrinya itu bukanlah anaknya.


Kia dan Andy pun pamit undur diri.


Mereka berdua mampir disalah satu restoran terdekat disana sekaligus untuk makan siang.


"Bagaimana? Bukankah sudah ku katakan dari awal bahwa dia memang anakmu? Apa kau pikir aku semurah itu dimatamu?" Sindir Kia pada suaminya.


Andy hanya diam malas berdebat dengan istrinya itu.


"Sesuai perjanjian awal, disaat anak ini lahir kau harus bersedia menandatangani akta kelahirannya"


"Pindahlah ke apartemenku" ucap Andy bernada perintah sekaligus mengalihkan pembicaraan.


"Tidak, kurasa aku sudah terlalu nyaman dengan kosan miliku" tolak Kia.


"Apa kau lupa bahwa kita suami istri?"


"Ya ya ya, aku tidak akan pernah melupakannya. Bukankah kau yang sering melupakannya dengan masih memiliki hubungan dengan kekasihmu itu?" Sindir Kia telak.


"Terserah apa katamu yang jelas kau harus pindah ke apartemenku apapun alasanmu"


"Tidak" tolak Kia mentah mentah.

__ADS_1


"Kau tau kan aku adalah orang yang keras dan juga egois. Aku bisa saja membunuh ibumu di kampung tanpa segan sekalipun" ancam asisten Andy yang membuat Kia terbungkam.


"Sekarang keputusan ada ditanganmu nyonya Kia, kau mau pindah tinggal ke apartemenku dengan jaminan ibumu selamat atau kau tetap kekeh di kos kosan kumuhmu itu dengan jaminan kematian ibumu. Bagaimana?" Tantang asisten Andy.


"Aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu" tantang Kia balik. Ia ingat betul ada Qian dan Vio yang bisa membantunya.


"Hmm kurasa ada satu hal yang perlu kau ingat. Bukankah kau tau seberapa besar kemampuanku? Bahkan Qian dan sahabatmu itu tak akan bisa menghalangi langkahku. Bukankah kau ingat anak buah Qian berada dibawah kuasaku?" Asisten Andy menunjukan senyum devilnya.


Degg


Kia baru ingat bahwa suaminya ini juga seorang anggota mafia yang cukup banyak disegani. Ia bahkan memiliki pasukan yang cukup banyak disegani oleh para musuk. Bahkan setiap ada permasalan diperusahaan Yulandres dengan musuh saja, Qian justru meminta tolong pada asisten Andy untuk menyelesaikannya dengan kekerasan.


"Apa dia benar benar mengancamku?" Batin Kia.


"Baiklah, aku mau pindah tinggal di apartemenmu dengan satu syarat"


"Kau mencoba untuk mengendalikanku?"


"Cih, kau pikir aku bodoh? Aku bisa saja membeberkan pernikahan kita kehadapan publik"


"Kau kira aku takut? Apa kau juga lupa bahwa aku bisa dengan mudahnya memutarbalikan sebuah fakta" asisten tampan itu mengeluarkan senyum devilnya.


"Kau memang sangat licik Andy"

__ADS_1


"Aku tau kau memang pandai memujiku, sekarang katakan apa maumu"


"Jangan pernah bawa perempuan itu kedalam apartemen"


"Hmm permintaan yang cukup sulit. Tapi aku bisa saja mengabulkannya dengan satu syarat"


"Kau mencoba bernegosiasi kembali? Katakan apa syaratmu?"


"Layani aku"


"What?! Kau gila?!"


"Gila dari sisi mana? Bukankah kau berstatus istriku yang artinya yang berkewajiban memenuhi hakku?"


"Cih, apa kau pura pura lupa dengan ucapanmu dulu yang mengatakan pernikahan kita hanya status" sindir Kia lagi.


"Terserah padamu, jika kau ingin syarat darimu terpenuhi maka kau harus memenuhi syarat dariku dulu"


Batin Kia terus saja mengumpat Andy. Entah apa dosa yang dilakukannya dulu hingga ia mendapat suami licik seperti asisten Andy.


"Baiklah, aku menyetujuinya" ucap Kia.


Mereka berdua pun langsung menuju ke kosan Kia.

__ADS_1


__ADS_2