
nampak Vano berjalan kesana kemari
"papi" panggil bocah itu ketika melihat sang papi sudah rapi dengan kemejanya.
"uluh uluh uluh anak papi, sini papi gendong" Andy segera mengangkat sang putra ke gendongannya.
"papi au belangkat kelja?" tanya bocah itu polos.
"iya, papi mau berangkat kerja"
"Vano ikut" rengek bocah itu.
"No, lagi pula nanti kamu nggak ada temen disana. kamu dirumah aja sama mami, okey?"
bocah itu menggelengkan kepalanya
"Vano pengen ikut papi"
Vano cemberut melihat respon sang papi yang hanya diam.
cupp
Vano mengecup pipi sang papi
"pliss" Vano menunjukan wajah imutnya.
Andy menghela napasnya
"okey, hanya hari ini ya"
Vano mengangguk semangat
"yeayy sayang papii" bocah itu memeluk leher sang papi.
"Tulunin Vano pi" pintanya.
Setelah kakinya menapak lantai, bocah itu langsung berlari menuju sang mami yang berada di balkon kamar.
__ADS_1
"Mamii"
"Iya sayang anak mami, ada apa?" Kia mengangkat tubuh sang putra dan membawanya masuk ke kamar.
"Nanti Vano mau ikut papi ke kantor ya mi"
"No, papi nanti kerja. Mending Vano dirumah nemenin mami"
"Tapi kata papa boleh kok mi" protes bocah itu.
Kia menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.
Andy mengangguk mengiyakan ucapan sang putra.
"Tapi nanti kerjaan kamu gimana?"
"Nggak papa yang, nggak tiap hari juga kan Vano ikut ke kantor"
"Oh ya udah kalau gitu. Tapi aku dirumah aja ya yang, aku lagi males keluar rumah"
Andy mengangguk mengiyakan ucapan sang istri.
Tepat jam 10 pagi,
Kia merasa bosan berada di mansion besar itu. Tiba tiba ia ingin ke kantor sang suami menyusul sang putra.
Ceklekk
Kia membuka ruangan kerja Andy yang menampakan suaminya itu sedang bermain mobil mobilan dengan sang putra.
"Loh kok malah mainan sama Vano yang? Kamu nggak meeting?" Tanya Kia sembari meletakan tasnya di meja.
"enggak, hari ini aku nyuruh asistenku atur ulang jadwal"
ucap Andy sembari duduk disofa bersama Kia.
tiba tiba Kia memeluk tubuh suaminya dan menghirup dalam aroma khas tubuh suaminya.
__ADS_1
"kenapa? tumben manja manja gini" Andy mengusap rambut istrinya.
"nggak papa, cuma pengen aja"
"pengen apa?" Andy mengulum senyumnya mengira ada maksut lain dari ucapan istrinya.
"ya pengen meluk, emangnya apa?" tanya Kia balik.
"nggak kok" Andy menciumi puncak kepala istrinya dan menciumi harum rambut sang istri.
"sayang, aku yang dulu sama yang sekarang cantikan mana?" tanya Kia tiba tiba.
"hmm yang mana yaa" Andy pura pura berfikir.
"ish kok malah mikir gitu sih" kesal Kia.
"enggak kok sayang, enggak.. cantikan sekarang" Andy mengeratkan pelukannya.
"brarti dulu aku nggak cantik ya" Kia mulai cemberut.
"eh, bu bukan gitu. kan tadi kamu sendiri yang suruh bandingin"
Andy bingung melihat istrinya yang hanya diam pertanda ngambek.
"sayang, kamu nggak ada rencana punya anak lagi?" tanya Andy mengalihkan pembicaraan.
"kan aku udah lepas KB yang" kesal Kia.
Andy menepuk keningnya
"oh iya ya aku lupa"
"belum ada tenda tanda ya disini?" Andy mengusap perut istrinya.
"belum, keknya emang belum rezeki yang"
"ya nggak papa, nanti kita buat lebih giat lagi" Andy mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"ish kamu apaan sih yang, ada Vano itu. kalo denger gimana?!" kesal Kia.