Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Apakah Saya Pantas?


__ADS_3

"Menurut saya lebih puas masak sendiri nyonya, ditambah lagi lebih irit biaya pengeluaran"


"Ck, berapa uang bulanan yang dikasih anak itu padamu hingga kau irit seperti ini?"


"Andy sangat baik nyonya, dia bahkan memberikan blackcardnya untuk saya"


"Kenapa kau tidak memanfaatkannya untuk dirimu saja? Hidup hanya sekali, nikmati saja semua yang kau punya"


"Saya sudah nyaman seperti ini nyonya. Lebih baik uang ditabung untuk masa depan saya dan anak saya nanti"


"Maksudmu? Apa kau berniat cerai dari Andy setelah melahirkan?" Selidik mama Ranti.


"Emm, sepertinya seperti itu nyonya. Itu sudah menjadi kesepakatan kita berdua. Saya merasa tidak pantas mendapat suami sebaik Andy. Sebaiknya biarlah dia mendapat seseorang yang lebih dari saya dari segi apapun"


"Apa ini ada kaitannya dengan Sindy?"


Degg


Kia kaget, bagaimana mertuanya bisa tau tentang nama perempuan itu.


"Apa Andy masih memiliki hubungan dengan perempuan itu?" Selidik mama Ranti.


"Ti tidak nyonya, saya rasa memang ini jalan terbaik untuk kita. Lagi pula pernikahan kami juga berawal dari kesalahan"

__ADS_1


"Maksudnya?"


Kia pun menceritakan semuanya, mulai dari pemerkosaann sampai perjanjian bodohnya untuk tinggal di apartemen dan beberapa perjanjian konyol yang lain yang jelas saja terlihat sangat merugikan Kia.


Nampak mama Ranti meneteskan air matanya


"Kenapa nyonya malah menangis?"


"Ja jadi kau hanya dijadikannya boneka?"


"Saya tidak paham dengan itu nyonya. Yang jelas saat ini saya hanya mempertahankan apa yang saya punya sampai waktunya tiba nanti"


"Tenanglah, aku akan membantumu untuk melepaskan hubungan Andy dengan perempuan itu. Aku juga tidak setuju jika Andy menikah dengan wanita ular itu"


"Kenapa kau sekeras ini? Apakah tidak ada sedikitpun rasa dihatimu untuk mempertahankan rumah tanggamu?" tanya mama Ranti heran.


"Kalau rasa itu pasti ada nyonya. Bahkan rasa itu sudah ada jauh sebelum saya dan Andy menikah. Tapi jika untuk mempertahankan rumah tangga kami sepertinya saya kurang memiliki kepercayaan diri sebesar itu. Lagi pula apa gunanya mempertahankan sesuatu yang dia sendiri bahkan ingin melepas saya begitu mudah"


Mama Ranti langsung memeluk Kia erat


"Panggil aku mama" ucapnya lirih.


"Apakah saya pantas memanggil anda seperti itu?"

__ADS_1


"Kau sangat pantas memanggilku 'mama' "


Setelah makanan terhidang semua memakan dengan lahap.


Beberapa minggu kemudian,


Kandungan Kia kian membesar,


Usia kandungannya kini telah memasuki tujuh bulan.


Ia masih aktif bekerja seperti biasanya. Ia berusaha mengumpulkan pundi pundi keuangannya untuk menghidupi anaknya kelak jika ia berpisah dari suaminya.


Nampak Kia bersandar di ranjang kamar sendirian.


Pikiran Kia melayang membayangkan pernikahannya. Ia yang dulunya semangat untuk mendapatkan Andy nyatanya kini saat ia telah mendapatkan keinginannya malah ia dibuat menyerah seperti ini karna perbedaan status sosial.


Ia tertawa kecil, ia merasa miris dengan kehidupan rumah tangganya.


"Tenang ya nak, jika suatu hari nanti bunda tak dapat menemanimu disepanjang hidupmu, masih ada ayahmu yang akan memberimu kasih sayang sama besar dengan bunda. Ayahmu pasti juga akan berusaha mencarikan bunda pengganti yang baik untukmu" Kia mengusap perutnya.


Setetes air mata membasahi wajah cantiknya. Ia segera menghapus air mata itu.


"Ahahaha, untuk apa aku menangisi takdir" tawanya sedikit miris.

__ADS_1


__ADS_2