
"Sebentar saya check dulu tuan" reseptionist itu mencari di komputernya.
"Ada tuan, dia berada di devisi keuangan"
"Panggilkan dia sekarang juga" titah Vino.
Ia semakin yakin bahwa memang yang dikatakan sang adik benar adanya.
Vino duduk disofa tunggu disana.
Beberapa saat kemudian, Vino melihat Sella yang berjalan ke arah meja reseptionist tanpa melihatnya.
Sepertinya memang Sella tidak sadar dengan keberadaan suaminya disana.
"Ada apa mbak?" Tanya Sella pada reseptionis itu.
"Anda tadi dicari tuan Vino Adira"
Deggg
Sella tersentak kaget
"Maaf mbak, katakan saja padanya kalau aku sedang tidak masuk kerja" ucap Sella pada reseptionist itu.
Ia membalikan badannya berniat kembali ke ruangannya.
"Kau menghindariku?" Suara laki laki yang jelas sangat dikenali Sella.
Ya, dia adalah Vino Adira yang sudah berdiri dihadapannya.
"Mana Arsella Wijaya dulu yang selalu membangkang?" Vino menaikan Sebelah alisnya.
"Sepertinya kita tidak saling kenal" ucap Sella beranjak pergi dari hadapan Vino.
Srettt
Vino lebih dulu mencekal pergelangan tangan Sella.
__ADS_1
"Lepaskan tangan saya tuan Vino Adira yang terhormat" ucap Sella dengan nada dinginnya.
Vino tak menggubris ucapan Sella.
Ia segera menarik Sella menuju mobilnya. Sella sudah memberontak namun usahanya gagal karna bagaimanapun Vino jauh lebih kuat darinya.
Vino melajukan mobilnya ke salah satu apartemen miliknya.
Ia membawa sang istri memasuki unit miliknya.
Brakk
Vino menutup keras pintu itu.
"Vino apa yang...."
Happp
Ucapan Sella terhenti saat Vino memeluknya dengan erat.
Vino melepaskan pelukan itu. Ia menatap raut wajah terkejut Sella.
"Kemana saja kau selama ini?" Tanya Vino menangkup pipi sang istri.
"Tatap aku" titah Vino yang melihat sang istri yang sama sekali tak menatapnya.
Sella memberanikan diri untuk menatap manik suaminya.
" A aku"
Stttt
Vino meletakan telunjuknya dibibir Sella
"Kau tidak perlu menjawabnya"
Vino menuntun Sella agar duduk disebuah sofa panjang disana.
__ADS_1
Tangannya terulur mengusap perut buncit Sella.
"Berapa usianya?" Tanya Vino mengarah pada perut Sella.
"Kau tidak perlu tau, lagi pula ini bukan anakmu!" Ketus Sella.
"Kau kira aku bodoh" Vino menunjukan senyum mengejeknya.
"Aku sudah hamil sejak sebelum menikah denganmu" bohong Sella.
Vino mengacak rambut istrinya itu
"Kau ingin membohongiku? Jelas jelas kau masih perawann saat malam pertama kita" ucap Vino Vulgar.
"Cih, apa yang kau tahu tentang perawan" sinis Sella.
"Walaupun aku tidak tahu banyak tapi setidaknya aku lelaki waras yang bisa membedakan mana perawan dan mana yang tidak perawan"
Hening
"Sekarang waktunya kembali, bukankah kau sudah puas selama 5 bulan ini pergi dariku?"
"Tidak! Sampai kapanpun aku tidak mau kembali"
"Sekeras apapun kau menolak kau pasti akan tetap kembali padaku"
"Cih, kita lihat saja siapa nanti yang akan menang dan kalah" sinis Sella.
"Aku tidak mau melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah, yang pasti mau tidak mau, suka ataupun tidak suka kau harus ikut pulang bersamaku" kekeh Vino.
"Tidak akan!!"
"Mungkin jika cara halus tidak bisa aku bisa saja berbuat nekat. Kau tau kan siapa aku?" Vino menunjukan senyum devilnya.
Sella berfikir sejenak. Benar juga dengan apa yang dikatakan suaminya. Vino bisa saja berbuat nekat sekalipun dapat mengancam nyawa seseorang.
jangan lupa Like dan komen
__ADS_1