Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Pasti Baik Baik saja


__ADS_3

Setelah selesai, Sella kembali kostan nya.


Ia mendudukan dirinya dikasur tipis miliknya.


"Hah?? Aku akan punya anak kembar" batinnya masih syok dengan semuanya.


Ia tahu tidak akan mudah menjadi single mom dari 2 anak sekaligus.


Apalagi ini nanti adalah pengalaman pertamanya. Dan ia tak punya siapa siapa untuk dimintai tolong.


Sella mengaca didepan cermin besar miliknya. Ia menyingkap bajunya dan menatap perutnya.


Ia mengusap perlahan, ia baru sadar perutnya memang sudah sedikit membuncit dari sebelum ia menikah.


"Baiklah, momy akan berjuang untuk kalian berdua. Kalian bantu momy ya" ucap Sella yakin sambil membelai perutnya.


Keesokan harinya,


Entah kenapa Sella tak mengalami mual dan muntah dipagi ini.


Sella sedikit bersyukur anaknya mau diajak kompromi. Setidaknya itu sedikit meringankan bebannya.


Sella menyiapkan berkas berkas untuk melamar pekerjaan.


Ia mendatangi sebuah perusahaan kecil dikota itu.


"Anda diterima di perusahaan ini nyonya Sella, selamat bergabung diperusahaan kami" ucap manajer disana menjabat tangan Sella.


"Baik pak, terimakasih"


Hari hari nya ia habiskan untuk bekerja diperusahaan itu.


Sedangkan disisi lain,

__ADS_1


Vino dibuat tidak bisa konsentrasi bekerja karna ia selalu mual dan muntah dipagi hari. Kepalanya bahkan selalu berdenyut membuatnya tak fokus dengan pekerjaannya.


2 bulan kemudian,


Usia kandungan Vio sudah menginjak 9 bulan.


Qian bahkan sudah mengambil cuti di perusahaannya untuk menemani sang istri jika sewaktu waktu melahirkan.


Sedangkan dikota X,


Kandungan Sella sudah memasuki minggu ke 14. Artinya ia sudah melewati trismester pertama.


Perutnya Kian membuncit seperti ibu hamil pada umumnya. Kehamilan Sella tampak lebih besar dari umumnya karna ia mengandung anak kembar.


Namun anehnya, tubuhnya tidak mengembang besar seperti yang dibayangkannya dulu.


Tubuhnya masih tergolong ideal untuk wanita hamil kembar seperti dirinya.


..


Qian yang merasa terpanggil pun segera menyelesaikan mandinya.


"Kenapa, ada apa?" Tanyanya panik.


"Sepertinya aku mau melahirkan mas" rintih Vio kala melihat cairan ketuban merembes dari pangkal paha nya.


Qian segera mengambil baju sekenanya dan membopong istrinya menunu lift.


"Mami, papi" teriaknya pada mami Ara dan papi Rifqi.


"Ada apa Qi pagi pagi teriak teriak"


"Mi, Vio mau lahiran mi" Qian panik.

__ADS_1


Mami Ara dan papi Rifqi pun juga ikut panik. Kedua calon kakek nenek itu langsung balik berlari ke kamar Qian untuk mengambil barang barang Vio dan memasukannya ke mobil.


Beberapa saat kemudian, mobil telah sampai di rumah sakit.


Vio ditangani langsung oleh dokter disana.


"Suami nyonya Vio?"


"Saya dok" Qian mendekat ke arah dokter.


"Sepertinya Nyonya Vio harus melakukan operasi caesar karna air ketubannya yang sudah keruh tapi belum ada pembukaan"


"Lakukan yang terbaik dok"


Dokter itupun segera menyiapkan ruang operasi Vio.


Qian mendekat ke brankar Vio.


"Mas, aku takut operasi" cicitnya pada sang suami.


"Kenapa takut? Nanti aku temani ya"


"Tapi aku nggak mau operasi mas"


"Sayang, ini semua kan untuk kebaikan kamu sama anak kita"


"Tapi tetep aja aku takut mas" rengek Vio.


Qian mengusap air mata istrinya yang mengalir.


Cupp


Qian mencium lama dahi istrinya.

__ADS_1


"Kamu tenang ya, aku yakin nanti semua akan baik baik saja" Qian menenangkan.


"Tapi kamu janji bakal nemenin aku kan mas?"


__ADS_2