
"Apa ini memang waktumu? Jika memang iya, pergilah dengan tenang" Andy kembali mengusap wajah cantik itu.
Baby Vano yang masih disamping Kia pun menangis kencang.
"Cup cup cup, tenang ya. Papi janji bakal menyayangi Vano dan nggak bakal biarin Vano kesepian" Andy menggendong anaknya.
Tiba tiba alat detak jantung Kia berbunyi nyaring.
Dapat Andy lihat dengan jelas tubuh Kia kejang kejang.
Air mata Andy menetes melihat istrinya itu.
Beberapa saat kemudian Kia sudah mulai tenang.
"Huhh syukurlah" dokter menghela napasnya lega.
"Bagaimana dok?"
"Alhamdulillah nyonya Kia masih dapat diselamatkan tuan. Mungkin ini mukjizat dari yang maha kuasa, sistem syaraf nyonya Kia mulai merespon. Semoga saja nyonya Kia dapat bangun diwaktu dekat dekat ini tuan. Maka dari itu, teruslah ajak dia berkomunikasi agar sistem syarafnya lebih banyak merespon agar nyonya Kia lebih cepat sadar dari koma nya" papar dokter itu.
"Iya dok, terimakasih"
"Kau dengar tadi Vano, kondisi mami sudah membaik, dan kita akan bisa berkumpul dengan mami dalam waktu dekat ini" ucap Andy pada anak yang digendong nya.
2 minggu kemudian,,
Andy masih setia menunggu keajaiban tuhan agar sang istri segera bangun dari komanya.
"Sayang, kau sudah melewatkan perkembangan anak kita selama 3 bulan lebih. apa kau tidak tertarik untuk merawatnya sendiri?" Andy mengusap wajah pucat itu.
Pagi hari,,
__ADS_1
Nampak Andy yang masih setia memejamkan matanya.
Tiba tiba tidurnya merasa terganggu saat merasakan sesuatu menyentuh tangannya.
Andy langsung mengerjapkan matanya bangun.
Dan betapa kagetnya dia melihat Kia yang sudah membuka matanya.
"I ini benar kau, kau sudah sadar" Andy mengucek matanya untuk memastikan.
Air mata bahagia Andy menetes tanpa permisi.
Ia langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"Terimakasih sudah kembali" ucapnya tulus.
Kia hanya mampu tersenyum lembut dengan air matanya.
"Sebentar aku panggilkan dokter dulu" ucap Andy lalu segera beranjak keluar dari kamar dan memanggil dokter.
Beberapa saat kemudian dokter masuk ke kamar Andy.
"Syukurlah, keadaan nona Kia sudah stabil dan membaik. Mungkin mulai hari ini juga sudah bisa dimulai terapi untuk melentukan otot nyonya Kia yang kaku karna koma"
"Kira kira berapa lama pemulihannya dok?" Tanya Andy.
"Mungkin satu atau dua minggu pasti sudah terlihat perkembangannya"
"Baik dok, terimakasih"
Dokter pun keluar dari kamar Andy.
__ADS_1
Andy kembali memeluk raga istrinya itu.
"Kau dengar tadi, kondisimu sudah membaik. Kau pasti akan cepat sembuh nanti" ucap Andy menciumi wajah sang istri.
"A anak ku" ucap Kia terbata.
Andy tersenyum lembut
"Sebentar, aku akan menjemput anak kita dari kamarnya"
Andy pun ke kamar baby Vano dan segera mengangkat anaknya dan membawanya ke kamarnya.
"Vano, lihatlah, ini mamimu. Dia sudah bangun nak" ucap Andy merebahkan putranya disamping Kia.
"Vano?" Tanya Kia lirih.
"ya, aku memberinya nama Devano Kurniawan. Apa kurang bagus?"
Kia menggeleng pelan
"Sangat bagus"
Nampak Kia tersenyum bahagia melihat anaknya yang sedang menendang nendang sambil memegang mainannya.
"Berapa usianya?" Tanya Kia lagi.
"3 bulan, kau juga sudah melewatkan 3 bulan untuk tidur panjangmu"
"Maaf"
"Hei, ini semua bukan salahmu. Ini semua salahku karna terlalu masa bodoh dengan segalanya. Aku terlalu menutup mataku. Maafkan aku, aku janji akan menjadi suami sekaligus papi yang baik untuk anak kita" ucap Andy tulus.
__ADS_1