Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Ngidam nya Kia


__ADS_3

Mereka berdua pun langsung menuju ke kosan Kia.


Kia segera mempacking barang barangnya yang hanya terdiri dari beberapa lembar pakaian dan berkas berkas penting saja.


Andy yang melihat Kia akan mengangkat koper besar kedalam bagasi mobilnya pun segera mencegahnya.


"Biar aku saja" ucap Andy lalu segera mengangkat koper berat itu kedalam bagasi.


Mereka berdua pun menuju apartemen Andy.


Sesampainya di apartemen, Kia langsung menata barang barangnya.


"Kenapa dikamar ini?" Tanya Kia saat Andy menyuruhnya untuk menata barang barangnya di kamar Andy.


Tempat dimana kesuciannya terenggut dulu.


"Hanya ada satu kamar di apartemen ini" ucapan Andy membuat Kia memberenggut kesal.


Ibu hamil itu langsung menata semua barang barangnya di walk in closet.


Malam hari,,


Tepat pukul 9 malam,


Entah kenapa Kia merasakan ingin sekali makan martabak telor.


Kia tak melihat keberadaan suaminya di kamar yang artinya suaminya itu sedang diruang kerja.


Kia segera mengambil jaketnya dan berjalan keluar dari kamar.


"Mau kemana kau?" Tanya Andy tepat saat ia keluar dari ruang kerjanya melihat istrinya yang sudah memakai jaket.


"Aku ingin membeli makanan"


"Apa makanan diapartemen ini kurang bagimu?"

__ADS_1


"Aku sedang mengidam" jawab Kia sekenanya lalu berjalan keluar dari apartemen.


Andy hanya menatap datar punggung istrinya yang mulai menjauh.


Jam menunjukan pukul 11 malam,


Andy mondar mandir didalam kamar karna istrinya belum juga pulang.


Andy sudah beberapa kali mencoba menelpon ke ponsel istrinya namun tidak diangkat.


Ia mencoba sekali lagi,


"Halo" suara diseberang.


"Ya, dimana kau? Kenapa belum pulang?"


"Aku sedang dijalan mencari bengkel, ban motorku meletus"


"Sharelock sekarang"


Andy langsung mematikan telephone itu sepihak.


Beberapa saat kemudian muncul notif pesan dari Kia yang berisi lokasi tempat Kia berada.


Asisten tampan itu langsung menyambar kunci mobilnya dan menyusul sang istri.


Beberapa saat kemudian,


Andy telah sampai dijalan sekitaran lokasi yang dikirimkan Kia.


Jalanan yang sangat sepi dan sunyi. Sekeliling jalanan itu hanya ada pepohonan rindang.


Netranya menangkap sosok istrinya yang sedang mendorong motornya dalam keadaan hamil.


Andy langsung turun dari mobilnya dan menghampiri sang istri.

__ADS_1


"Kenapa kau kesini?" Tanya Kia.


"belanja sayur, ya untuk menjemputmu lah" kesal pria tampan itu.


"Tapi kenapa kau menjemputku?"


"Tidak usah banyak cerewet. Tinggalkan motormu, cepat masuk mobil"


"Tapi,,"


"Motormu akan diurus anak buahku. Cepat kemobil!" Titahnya lagi.


Kia pun segera memasuki mobil sang suami tak lupa membawa sekotak martabak yang dibelinya tadi.


Beberapa saat kemudian mobil melaju ke apartemen.


"Kenapa kau tadi malah menjemputku?"


Asisten tampan itu hanya diam tak menjawab ocehan istrinya.


"Bukankah lebih enak tidur diapartemen daripada susah susah menjemputku malam malam begini?"


"Anakku" jawab Andy singkat yang bisa Kia artikan bahwa pria itu mengkhawatirkan anak yang dikandungnya.


"Hanya mengkhawatirkan anakmu? Tidak sekalian ibunya?" Sindir Kia.


"Diamlah, kau cerewet sekali" kesal pria tampan itu.


"Cerewet cerewet begini aku juga sedang mengandung anakmu. Dan satu lagi, jangan pernah menyesal saat suatu hari nanti kau sudah tidak lagi mendengar suaraku walau kau mencariku ke ujung dunia sekalipun"


"Diam!" Bentak Andy membuat Kia terdiam seketika.


Kia masa bodoh dengan bentakan suaminya yang sebenarnya sedikit menyakitkan.


Ia malah segera menghabiskan martabak yang dibelinya tadi.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, Kia langsung duduk disofa kamarnya.


__ADS_2