Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Memulai Dari Awal?


__ADS_3

"Tadi aku sudah memberimu tawaran tapi kau malah menolaknya. Ya sudah kan"


"Oh ya kalau begitu boleh aku meminta sebuah toko kue?" Tanya Sella.


"Memangnya kau bisa memasak?"


"Kau sedang bertanya atau menghinaku?" Kesal Sella.


"Aku hanya bertanya saja"


"Aku bisa jika memasak kue, selain itu aku tidak bisa"


"Kau harus trial dulu agar toko kue yang akan dibuka tidak sia sia"


"Wah wah wah, kau benar benar meremehkan skil memasak kue ku ya?"


"Bukan seperti itu juga Sel"


Sella hanya mendengus kesal


Vino merebahkan kepalanya di paha sang istri. Ia menghadapkan wajahnya pada perut buncit istrinya itu dan menghujaninya dengan ciuman bertubi tubi.


"Lihatlah momy kalian sangat pemarah" adunya.


"Terserah apa yang kau katakan"


"Emm bagaimana kondisimu saat awal masa kehamilan?" Vino mengalihkan pembicaraan.


"Biasa saja, bahkan aku jarang mual dan muntah"


"Benarkah? Pantas saja"


"Apanya yang pantas saja?" Tanya Sella.

__ADS_1


"Aku lah yang mengalami mual muntah. Bahkan aku beberapa kali masuk rumah sakit"


"Pfffttt hahahaha" tawa Sella meledak mendengar ucapan suaminya itu.


"Kenapa malah tertawa"


"Huhh,, kalian sangat pintar sekali. Orang menyebalkan seperti dady kalian memang pantas mendapatkannya" ucap Sella mengusap perut buncitnya itu.


Vino memeluk pinggang istrinya dan menyembunyikan wajahnya di perut sang istri.


"Jangan terlalu sering mengumpatku, bisa bisa anak kita wajahnya akan persis denganku" ucap Vino.


"Tidak mungkin, itu hanya mitos. Lihat saja wajah mereka berdua pasti akan mirip denganku"


"Kita lihat saja nanti"


"Cepatlah minggir dari pahaku, aku ingin segera membuktikan betapa pintarnya aku memasak" sombong Sella.


"Cih, kita berdua?" Sinis Sella.


"Iya lah, kau kira siapa? Kau dengan papa?" Sinis Vino balik.


"Kamu berkata seolah kita pasangan normal saja"


"Memangnya apa yang tidak normal dari kita. Nyatanya kau hamil"


Wajah Sella memerah malu saat suaminya berkata vulgar seperti itu.


"Diamlah" kesal Sella.


"Kau malu? Bukankah kita sudah biasa me...."


Ucapan Vino terhenti saat Sella membungkam mulut lelaki tampan itu.

__ADS_1


" Tidak perlu diperjelas" kesalnya lagi.


"Tidakkah kau berfikir agar hubungan kita lebih membaik?" Tanya Vino.


"Ya, aku juga pernah berfikir seperti itu. Tapi aku bingung harus memulainya dari mana"


"Baiklah, bagaimana jika kita memulai segalanya dari awal? Aku ingin memberikan kebahagiaan orang tua yang lengkap untuk anak kita"


"Emm apa kau yakin dengan semuanya?" Tanya Sella ragu.


"Memangnya apa yang membuatku tidak yakin. Jikapun ragu itu pasti kau bukan aku"


"Emm maksudku kau tau kan kita saling mengenal baru beberapa bulan ini. Lagi pula semuanya terjadi tiba tiba"


"Memangnya kenapa kalau awalnya kita tidak saling kenal? Bukankah Qian dan Vio juga sama? Lalu apa yang membuatmu tidak yakin, ini semua hanya tentang waktu dan ego"


"Tapi aku sedikit takut. Apa kau bisa berjanji padaku?"


"Berjanji apa?"


"Berjanjilah untuk tidak bersikap kasar padaku. Seperti menampar? Aku tidak suka" cicit Sella menundukan wajahnya.


Vino menghela napasnya, ia baru sadar sikapnya membuat istrinya itu sedikit trauma.


"Baiklah aku berjanji"


Vino memeluk tubuh mungil itu


"Maafkan aku karna perbuatanku telah meninggalkan bekas luka dihatimu"


Sella mengangguk dalam pelukan itu


"Sekarang kau mau kan memulai segalanya dari awal?" Tanya Vino lagi.

__ADS_1


__ADS_2