Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Qian Gitu Lohhh


__ADS_3

"Aku seneng banget mas" jawab Vio sambil kembali memeluk erat tubuh sang suami.


"Besok kita ke dokter ya"


Vio menganggukan kepalanya


"Aku ambilin makan malem ya?" Tawar Qian.


"Aku lagi males banget makan mas"


"Kamu nggak inget ada anak kita disini?" Ucap Qian mengusap perut rata sang istri.


"gimana? Mau kan?" Tawar Qian lagi.


Setelah sejenak berfikir Vio menganggukan kepalanya.


"Tapi suapi ya mas" pinta Vio.


"Iya"


Qian pun segera ke lantai bawah untuk mengambil makanan untuk sang istri.


Setelah selesai ia kembali ke lantai atas untuk segera menyuapi sang istri.


"Udah mas, aku udah kenyang" keluh Vio.


"Ini baru 3 suap Vi"


"Tapi aku udah kenyang banget mas" kesal Vio.


Qian menghembuskan napasnya kasar

__ADS_1


"Loh, kamu marah sama aku mas?" Tanya Vio dengan mata berkaca kaca.


"Hah? Enggak kok" elak Qian.


"Ya tadi kamu buang nafas kayak marah gitu"


"Enggak kok, tadi tiba tiba aku kepikiran sama data keuangan perusahaan cabang yang berantakan" bohong Qian.


"Haduhhh ya kali gua buang napas salah" gerutu batin Qian.


Keesokan harinya,


sesuai janjinya, Qian membawa sang istri ke dokter kandungan.


Qian dan Vio langsung masuk ke ruangan dokter itu karna ia sudah membuat janji temu.


"Perkenalkan saya dokter Fira"


"Perkenalkan, saya Qian dan istri saya Vio"


"Akhir akhir ini saya sering kecapekan dok, bahkan kemarin saya sempat pingsan padahal saya tidak bekerja terlalu berat. Lalu dokter memeriksa saya dan beliau menyuruh saya agar datang ke dokter kandungan"


"Baiklah kalau keluhannya seoerti itu, pernah melakukan testpack?" Tanya dokter itu.


Vio menggelengkan kepalanya


"Belum pernah dok"


"Kapan terakhir kali datang bulan?"


"Sekitar 7 minggu yang lalu dok"

__ADS_1


"Kalau begitu coba langsung kita usg saja"


Dokter itupun mempersilahkan Vio agar berbaring di brankar yang sudah disiapkan. Dokter Fara mulai mengoleskan gel di perut Vio dan menggerak gerakan alat diatas perut Vio sambil menatap ke monitor.


"Hmm coba liat lingkaran kecil ini tuan, nyonya. Ini adalah janin anda, usianya kurang lebih 5 minggu. Keadaan cukup normal dan baik" papar dokter itu.


"Hah? Sa saya be neran hamil dok?" Tanya Vio dengan mata berbinar.


"Iya nyonya, anda benar benar hamil"


Vio meneteskan air mata haru nya


Setelah selesai konsultasi dengan dokter, Vio dan Qian langsung kembali ke rumah utama.


Baru sampai depan rumah, mereka berdua sudah disambut oleh mama Ara yang sedang duduk di teras rumah.


"Wihh anak sama menantu mami udah pulang" tanya mami Ara sambil memeluk sang menantu.


"Gimana hasil pemeriksaannya?" Tanya mami Ara.


"Vio beneran hamil mi, usia kandungannya 5 minggu" jawab Vio.


"Wahh selamat yaa, akhirnya bentar lagi mami bisa gendong cucu" ucap mami Ara sumringah.


"Siapa dulu dong yang buat, Qian gitu lo" ucap Qian berbangga diri.


"Cih, sok sok an sombong"


"Gak papa lah cuma sombong dikit" canda Qian.


"Tetep aja itu namanya sombong"

__ADS_1


Mami Ara pun mengajak Vio untuk duduk di kursi depan tv, sedangkan Qian langsung masuk ke ruang kerjanya. Walaupun ia tak berangkat ke kantor tapi Wian harus tetap mengecek dokumen kantor dari rumah.


Mami Ara memberi beberapa wejangan untuk sang menantu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama hamil.


__ADS_2