
Ia sudah menyuruh Sella untuk datang ke salah satu restoran yang sudah Qian sewa untuk pertemuannya dengan sang kekasih.
Nampak Sella dengan pakaian kemeja dipadu celana jans dan sneakersnya duduk dengan anggun nya dikursi restoran. Sella memang bukan wanita glamour seperti wanita pada umumnya.
Ia selalu berpenampilan apa adanya. Hal itulah yang membuat Qian sempat menjatuhkan hatinya pada sosok Sella.
Kepalanya celingak celinguk menatap pintu restoran berharap sang pujaan hati segera datang.
Taklama kemudian, nampak seorang laki laki datang bersama seorang wanita cantik disampingnya.
Sella sempat kaget kala melihat sang kekasih datang dengan seorang wanita sambil berpegangan tangan. Namun, ia segera menepis pikiran pikiran buruknya.
'mungkin sepupunya' batinnya.
Sella berdiri dari duduknya bermaksud akan memeluk sang kekasih.
Namun sayang, Qian langsung menghindar. Sella masih mencoba berpikir baik.
'mungkin karna malu dengan sepupunya' pikir Sella.
"Duduklah dahulu" titah Qian.
"Pesanlah makanan sesukamu" lanjutnya.
"Emm aku sama dengan apa yang kamu pesan" jawab Sella.
Qian pun memesan spageti untuk ketiganya.
"Ehm, ada hal penting yang ingin kubicarakan" Qian membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Katakan saja" jawab Sella tenang.
"Kurasa hubungan kita sampai disini saja"
Uhuk
Uhukk
Sella tersedak salivanya sendiri.
"Maksudmu? Kau sedang bercanda kan?" Sella memastikan.
"Tidak, aku sama sekali tidak bercanda. Kenalkan ini Viona istriku" Qian mengenalkan Vio.
Sella masih tertawa hambar
"Kau jangan bercanda"
Sella masih terbengong,
Ia begitu syok dengan segalanya. Semuanya terasa terjadi begitu cepat.
Ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju taman kota untuk menenangkan dirinya.
Sella memandangi anak anak yang sedang berlarian kesana kemari ditaman itu.
Bibirnya menyunggingkan senyum miris mengingat dirinya yang hanya dibesarkan dipanti asuhan tanpa tahu siapa orang tuanya.
Sekarang ia sendirian disini.
__ADS_1
Dulu selalu ada sang kekasih yang selalu menemani hari harinya.
Namun mulai hari ini semuanya akan berubah. Ia akan mencoba menerima segalanya dengan lapang dada.
Hari mulai terik, Sella kembali ke apartemennya yang mana apartemen itu adalah pemberian Qian dulu.
Ia segera mempacking semua barang barang nya karna ia akan keluar dari apartemen itu.
Ya walaupun Qian sudah mengatakan bahwa apartemen itu sudah hak milik Sella, namun tetap saja rasanya tidak etis menerima pemberian seorang laki laki beristri.
Sella menghembuskan napasnya pelan sebelum benar benar keluar dari apartemen mewahnya itu.
Ia sudah memesan taksi yang mengantarkannya menuju kediaman Qian.
"Pak, tunggu disini bentar ya. Saya cuma masuk kerumah itu sebentar doang kok" ucap Sella pada sopir taksi online itu.
..
"Permisi, bisa saya bertemu dengan Qian?" Tanya Sella pada penjaga pintu rumah mewah itu.
"Bisa nona, tolong tunggu sebentar" jawab penjaga itu yang memang tau bahwa Sella adalah mantan kekasih sang majikan.
"Sella" panggil seseorang dari dalam rumah.
Sella membalik badannya. Nampaklah seorang wanita paruh baya yang sedang tersenyum kearahnya yang tak lain mami Ara.
"Gimana kabar kamu? Kamu kapan balik ke indo?" Tanya Mami Ara ramah karna memang hubungannya dengan Sella baik baik saja.
"Kabar baik tan, baru kemarin Sella balik tan" jawab Sella.
__ADS_1
"Cari siapa? Qian ya?"