Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Sebuah Obsesi


__ADS_3

"Wahh asisten Andy ganteng banget. Baru bangun tidur aja tetep ganteng" batin Kia melihat Asisten Andy dengan muka bantalnya.


"Kendalikan matamu" tegur asisten tampan itu.


"Ba baik tuan"


Asisten itu segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa saat kemudian, asisten Andy keluar dengan penampilan segar nya.


Ia melihat dokter yang sedang memeriksa Kia.


"Keadaanya sudah stabil. Tapi mungkin 1 botol infus lagi akan lebih baik" saran dokter itu.


"Tidak dok, lebih baik saya pulang sekarang. Saya sudah tidak nyaman disini" kilah Kia beralasan karna sejujurnya ia tak mau tambah merepotkan asisten Andy dan juga biaya yang pastinya tambah membengkak.


"Jangan dengarkan dia, lakukan yang terbaik dok" sela asisten Andy.


"Kumohon tuan, saya ingin pulang" kekeh Kia.


"Saya sudah merasa lebih baik. Saya rasa cukup istirahat dirumah saja saya akan lebih baik"pinta Kia.


"Baiklah, terserah padamu" jawab asisten itu cuek.


Setelah dokter keluar, Kia membuka dompetnya. Ia mengambil sebuah atm miliknya dan ia memencet tombol nursecall.


Ia meminta bantuan perawat untuk menyelesaikan adminstrasinya.


"Sus, saya minta tolong bantu adminstrasinya ya sus"

__ADS_1


Suster itu pun ke ruang adminstrasi sesuai permintaan Kia.


Beberapa saat kemudian suster itu kembali ke ruang rawat Kia.


"Maaf nona Kia, pembayaran adminstrasinya sudah dilengkapi atas nama Andy Kurniawan"


Kia menatap asisten Andy yang fokus dengan handphonenya.


"Baik sus terimakasih"


Suster itupun melepas infus yang melekat di tangan Kia. Setelah selesai ia keluar dari ruang rawat itu.


"Sekali lagi terimakasih asisten Andy. Anda boleh memotong dari gaji saya" ucap Kia tulus.


Ia begitu malu kali ini. Hanya karna obsesinya ia membuat dirinya sendiri malu dihadapan orang yang disukainya.


Kia berusaha menapakan kakinya ke lantai. Ia meraih tasnya.


Kia menyemangati dirinya sendiri agar kuat berjalan minimal sampai luar rumah sakit walau saat ini tubuhnya masih lemas.


Sesampainya depan rumah sakit, Kia menuju pinggir jalan untuk menyetop taksi.


Tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya. Kaca mobil itu terbuka.


"Masuklah" titah orang didalamnya yang ternyata asisten Andy.


Mau tidak mau Kia masuk ke mobil itu. Asisten Andy mengantarnya ke kost kecil miliknya.


"Sekali lagi Terimakasih tuan. Maaf merepotkan anda" ucap Kia tulus saat mobil itu sudah berhenti tepat didepan kosan nya.

__ADS_1


Asisten Andy melajukan mobilnya menuju kantor karna jam sudah menunjukan pukul 06.30.


Kia langsung merebahkan dirinya diranjangnya. Ia bingung dengan kegiatannya hari ini. Meskipun badannya masih lemas, tapi ia tak mau jika hanya berdiam diri.


Drtt


Drtt


Hp Kia bergetar


Ia melihat kontak si penelpon yang ternyata sahabatnya Vio.


"Halo Vi, ada apa? Tumben pagi pagi nelpon?"


"Emm nanti sore bisa dateng kerumah nggak? Mertuaku ngadain pesta aniv nya"


"Oh ya? Jam berapa?"


"Sekitar jam 4 an sih acaranya"


"Oh bisa bisa. Tenang aja" ucap Kia tekekeh diseberang.


"Oh ya, kok nggak ada suara keramaian. Emang kamu dimana?" Tanya Vio.


"Emm di kosan sih"


"Bukannya kerja?"


"Aku hari ini izin ada urusan" alasan Kia agar sahabatnya tidak khawatir. Terlebih lagi ia tahu sahabatnya sedang ada acara dirumahnya.

__ADS_1


(Kia belum tahu kalau Vio hamil)


jangan Lupa Like and Komen


__ADS_2