Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Keinginan Sella (Vino & Sella)


__ADS_3

Sella yang melihat kerumunan orang itupun mulai memikirkan ide gilanya.


Ia segera ke dapur yang ternyata sepi untuk mencari pisau.


Ia kembali menginginkan untuk bunuh diri.


Setalah sampai di dapur ia segera mencari cari letak pisau.


And finally dia menemukan pisau tajam


Kepalanya celingak celinguk memastikan tidak ada orang disekitar sana.


Ia membawa pisau itu menuju kamarnya.


Namun Sella seakan lupa bahwa Vino senantiasa mengintainya dimanapun.


Vino sempat melihat Sella pergi dari ballroom acara pun mengikutinya.


Ia melihat dengan jelas sang istri membawa pisau dan membawanya ke kamar.


Kainginan Sella hanya satu, ia ingin mati dihadapan suaminya itu.


Ia ingin Vino menjadi saksi kematiaannya.


"Sedang apa kau?!" Suara barinton Vino menghentikan gerakan tangan Sella yang akan menyembunyikan pisau itu di nakas kamar.


Senyum tipis tercetak diwajah wanita itu.


"Mungkin ini waktunya" gumamnya.


Ia menegakan tubuhnya menghadap Vino.


Vino yang paham apa yang akan silakukan selanjutnya oleh sang istri pun segera menghampiri sang istri itu.

__ADS_1


Namun Sella lebih cepat menggores pergelangan tangannya.


Vino segera menahan pisau itu.


Untung saja goresan pisau itu belum sempat memotong nadi Sella. Hanya saja luka goresan itu mengeluarkan darah segar.


Vino segera membuang pisau itu dan segera membawa Sella ke kamar mandi. Ia segera membersihkan luka Sella.


Wanita itu hanya diam saja melihat wajah penuh amarah Vino.


Vino segera memberi plaster di luka itu.


Plakkk


Satu tamparan kembali mendarat cantik di wajah mulus Sella.


"Kenapa kau selalu ingin mengakhiri hidupmu?!"


"Aku lelah berada disampingmu!!" Jawab Sella tak kalah sarkas.


Ia segera melepaskan dres milik sang istri dan ganya menyisakan dallllammmannya saja.


Vino mendudukan Sella tepat dibawah air shower yang dingin.


"Sebenarnya apa yang kau mau Sella?!"


"Aku ingin mati dihadapanmu!! "


"Matilah, tapi jangan dihadapanku!!"


"Kau terlalu pengecut Vino!! Kenapa? Kenapa kau tidak tega?!" Sinis Sella.


Vino berjongkok dan mencengkram dagu istrinya itu.

__ADS_1


"Aku bisa saja membunuhmu sejak kemarin jika aku mau" ucap Vino lalu menghempaskan wajah wanita cantik itu.


Vino hanya berdiri diambang pintu kamar mandi sambil menatap sang istri yang diam berjongkok menyembunyikan wajahnya diantara kedua lututnya dibawah air dingin dari shower.


1 jam berlalu,,


Vino sudah melihat badan Sella mulai menggigil kedinginan.


Ia segera mematikan shower itu. Ia menarik tubuh sang istri dan segera mengganti pakaian sang istri yang hanya menatap kosong kedepan.


Vino merebahkan tubuh mungil itu diranjang dan membawanya kedekapan hangatnya.


Tidak ada satu katapun terucap dari bibirnya maupun sang istri.


Vino hanya sedikit memberi pelajaran pada Sella yang terus saja berusaha untuk bunuh diri dihadapannya.


Untung saja tamu undangan sudah mulai bubar sehingga tidak banyak yang mencari keberadaan Vino.


Malam hari,,


Sella terbangun dari tidurnya saat mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.


"Tuan, nyonya saatnya makan malam" suara pelayan diluar.


Sella pun segera membangunkan suaminya yang masih juga terlelap disampingnya.


"Vino, bangunlah"


Vino pun mengerjapkan matanya bangun


"Ayo kita ke bawah, susah waktunya makan malam"


Vino pun segera ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

__ADS_1


Mereka berdua pun ikut makan malam bersama. Suasana meja makan sangatlah hangat.


Hanya Sella saja yang terlihat pendiam diantara mereka semua.


__ADS_2