
Dan malam itu juga, ayah Kia menghembuskan nafas terakhirnya setelah keinginannya untuk melihat pernikahan sang putri terwujud.
2 hari kemudian, asisten Andy lebih dulu kembali ke jakarta karna perusahaan cabang Yulandres sedikit kacau dan ia harus menyelesaikan masalahnya, sedangkan Kia masih berada dikampung halamannya dan keesokan harinya Kia baru kembali ke jakarta karna masa cutinya telah habis.
Kia langsung kembali ke kosannya bukan ke apartemen asisten Andy karna sesuai dengan perjanjian mereka berdua bahwa pernikahan hanya status.
Flashback off
"Siapa ayah dari anak yang kau kandung?" Asisten Andy langsung to the point.
Degg
Kia sedikit tersentak dengan pertanyaan asisten tampan itu.
"Anak? Siapa yang hamil?"
"Jangan pura pura bodoh. Aku tau kau sedang hamil. Cepat katakan siapa ayah dari anakmu itu" desak asisten Andy lagi.
"Apa pedulimu" sinis Kia.
Asisten tampan itu langsung mencengkram kuat dagu Kia.
"Katakan siapa ayah dari anak yang kau kandung!" Bentak Andy.
"Aldo!!" Jawab Kia sarkas membuat asisten itu langsung melepaskan cengkramannya.
Tangannya mengepal kuat saat mendengar jawaban dari mulut Kia.
__ADS_1
"Cih, ternyata benar dugaanku. Kau hanyalah wanita murahan" sinis asisten Andy dengan senyum mengejeknya.
"Hahaha, benar katamu. Aku memang wanita murahan" jawab Kia dengan tawa hambarnya.
Kia pun langsung berjalan meninggalkan Andy.
Tujuannya kini adalah kamar mandi. Ia langsung menumpahkan semua air matanya disana.
Rasanya begitu sakit saat mendengar hinaan yang keluar dari mulut ayah dari bayi yang dikandungnya.
"Sepertinya memang sudah saatnya aku mengatakan pada Vio tentang statusku yang sebenarnya agar dia tidak terus terusan salah paham dengan masalahku" batin Kia.
Kia pun segera membasuh wajahnya dan kembali mengoleskan make up tipis agar mata sembamnya tidak terlihat.
Ia segera kembali mengerjakan pekerjaannya.
Kehamilan Sella telah memasuki minggu ke 36. Sella dan Vino sudah harap harap cemas menunggu kelahiran anak mereka.
Siang hari
Sella terbangun dari tidurnya namun tidak menemukan Vino disampingnya. Padahal tadi suaminya memeluknya sebelum ia tidur tadi.
(Vino sudah mulai mengambil cuti saat kandungan Sella memasuki minggu ke 34)
"Sayang" panggil Sella.
Hening
__ADS_1
Sella pun turun dari pembaringannya lalu segera membasuh wajahnya ke kamar mandi.
Langkahnya menuntunya untuk keluar dari kamar.
Perut Sella sudah benar benar membesar kali ini.
"Sayang" panggilnya lagi namun tak ada sahutan.
Sella turun dari lantai 3 rumah itu menggunakan lift. Ia melihat keanehan di mansion itu.
Mansion yang biasanya ramai dengan lalu lalang para maid kini sepi. Bahkan papa Rico dan mama Diana pun tak terlihat.
"Sayang" panggilnya lagi.
Ia sudah mencoba menelpon ke nomor suaminya namun tak ada jawaban.
Sella segera duduk disofa ruangan itu karna pinggangnya sudah terlalu pegal menahan perut buncitnya.
"Sayang" panggilnya lagi namun tetap saja mansion terasa sangat sunyi kali ini.
"Sayang, hiks hiks" Sella mulai meneteskan air matanya sambil mengusap perut buncitnya itu.
"Happy birthday!!!" Seru segerombolan orang yang baru saja masuk ke ruang tengah itu.
Terlihat disana ada Vino, papa Rico dan juga mama Diana. Tak lupa dengan mami Ara, papi Rifqi, Vio, Qian beserta baby Arsen di strollernya.
Vino langsung mendekat ke arah istrinya. Ia mengusap lelehan air mata diwajah istrinya itu.
__ADS_1
"Happy birthday sayang" ucapnya lembut.