Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Marah Marah


__ADS_3

Vio dan Qian sudah dijemput dengan mobil yang sudah disiapkan orang suruhan Qian sebelumnya.


Mobil melaju melewati jalanan kota.


Vio memandangi pepohonan dan bagunan yang dilewatinya.


"Kenapa?" Tanya Qian saat melihat sang istri dari tadi hanya diam.


Vio menggelengkan kepalanya


"Nggak papa mas, kayaknya badanku lagi nggak enak"


"Perlu kerumah sakit?" Tanya Qian khawatir.


"Nggak perlu mas, paling cuma kecapekan aja"


Jawab Vio menenangkan.


"Yakin nih?"


"Yakin mas"


Beberapa saat kemudian, mobil telah sampai disebuah Villa mewah yang tempatnya yang jauh dari keramaian.


"Wahh kita beneran nginep disini mas?" Decak Vio mengagumi bangunan indah itu.


"Iya, ini Villa ku, aku baru membelinya seminggu yang lalu khusus untuk honeymoon kita"


"Benarkah?"


Qian mengangguk mengiya kan.


Qian segera menggandeng tangan sang istri memasuki Villa itu.


Mata Vio mengelilingi bangunan mewah itu.


"Beruntung banget aku dapet suami kaya, pengertian nggak kasar lagi" batin Vio mengucapkan syukur.

__ADS_1


Qian membukakan pintu kamar utama bangunan itu.


"Ini kamar kita"


"Wahhh gilak, biasanya kayak gini aku cuma liat di handphone doang" decak Vio kagum dengan kamar itu.


Bunga mawar bertaburan di atas ranjangnya serta harum lilin aroma menyebar luas disetiap sudut ruangan itu.


Vio membuka kamar mandi kamar itu.


Matanya terbelalak kaget saat melihat jacuzzi di depannya.


"Bener bener mewah banget sih" gumamnya.


Vio segera menghampiri sang suami yang sedang duduk disofa sambil memainkan handphone nya.


"Kamu main handphone mulu sih mas" kesal Vio mendudukan tubuhnya dipangkuan sang suami.


"Aku lagi ngecek dokumen kantor vi"


"Ya tapi kan kita lagi honeymoon, istri kamu tuh handphone atau aku" sungut Vio.


Tak biasanya sang istri marah marah seperti ini.


"Kamu sih bikin aku kesel" mata Vio mulai berkaca kaca.


"Loh kok nangis sih, kalau gitu aku minta maaf deh" Qian mengalah.


Qian menghapus air mata yang mengalir dipipi istrinya itu.


Cupp


Qian mengecup singkat bibir sang istri.


"Kamu nggak mau coba ranjang itu?" Goda Qian yang membuat Vio tersipu malu.


"Apaan sih mas" jawabnya malu malu.

__ADS_1


"Kalau nggak mau juga nggak papa sih, aku kan cuma nawarin" jawab Qian santai.


Qian tahu, untuk masalah seperti ini istrinya hanya memiliki iman yang sangat tipis dari godaan Qian.


Disentuh sedikit saja Vio pasti akan meminta hal yang lebih.


Cupp


Giliran Vio yang mengecup bibir sang suami,


Ia bahkan menahan tengkuk Qian dan mellumatt bibirnya ganas.


Qian tak mau kalah, ia membalas pangggutan itu menjadi lebih ganas.


Tangan Vio tak tinggal diam, ia mengusap usap dada bidang sang suami dan mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh suaminya itu.


Qian langsung membopong istrinya menuju ranjang,


Merekapun melakukannya


Vio mengerjapkan matanya bangun.


"Mas" Vio membangunkan sang suami.


"Hmm"


"Aku laper mas" ucap Vio.


"Jam berapa sih?"


"Udah jam setengah dua siang" ucap Vio menahan kesal.


Qian pun segera bangkit dari tidurnya.


"Aaaa turunin aku mas" Vio meronta ronta saat sang suami menggendongnya menuju kemar mandi.


" Semakin kamu gerak nanti jatoh" ucap Qian yang membuat Vio berhenti meronta.

__ADS_1


"Mau di bathup atau di jacuzzi?" Tanya Qian pada sang istri.


"Aku pengen mandi dibawah shower aja" pinta Vio yang diangguki Qian.


__ADS_2