Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Siapa yang Kau pilih


__ADS_3

Vio segera duduk dari pembaringannya dan mulai menyantap makanan yang sudah dipesankan suaminya itu.


Malam hari,


Nampak Vio sedang berdiri dibalkon kamarnya.


Ia menatap keluar melihat pemandangan pantai dimalam hari.


Udara sejuk bertiup membuat Vio melingkarkan telapak tangannya dilengannya sendiri sambil sedikit mengusap usapnya.


Bibirnya memancarkan senyum saat melihat bintang bintang bertaburan dilangit seolah sedang menatap dirinya.


Happ


Qian memeluk sang istri dari belakang. Menyalurkan rasa hangat tubuhnya ke tubuh sang istri.


"Dingin?" Tanya Qian yang membuat Vio mengangguk.


"Ya udah, masuk aja kekamar" usul Qian.


Vio menggeleng


"Aku pengen ngelihat pemandangan kayak gini mas, kan dijakarta nggak ada"


"Nanti kamu sakit lho" ucap Qian.


Vio membalikan badannya, ia menatap lekat manik mata sang suami.


Bahkan tangannya menyusuri wajah tampan didepannya itu.


"Aku jelek ya mas?" Tanya Vio merasa insecure karna suami tampannya hanya mendapat gadis sepertinya.


Cupp

__ADS_1


Satu kecupan mendarat dibibir manis Vio


"Kamu cantik, bahkan paling cantik dinadingkan wanita wanita diluaran sana" puji Qian pada sang istri.


Vio tersenyum, beberapa saat kemudian senyumnya mulai pudar.


"Jangan membawaku terbang jika pada akhirnya kau akan menghempaskanku" ucap Vio sendu.


Qian mengernyit mendengar penuturan sang istri


"Maksudmu?"


"Jangan terlalu membuatku berharap lebih padamu. Aku tak mau hatiku menetap untukmu lalu akhirnya kau menghempasku pergi begitu saja"


"Hei, kau istriku. Dan sampai kapanpun kau tetaplah istriku" Qian menarik Vio dalam pelukannya.


"Apapun statusku saat ini, kau tetaplah memiliki seorang kekasih diluar sana. Dan saat dia kembali kesisi mu, aku tak yakin perlakuanmu padaku akan sama seperti saat ini" Vio mengeluarkan unek unek nya.


Ucap Vio berlalu dari hadapan Qian yang masih diam membeku diposisinya.


Qian tersadar dari lamunannya, ia masuk ke kamar dan menutup pintu balkon.


Ia melihat istrinya yang sudah bergelung dengan selimutnya.


Qian mende sahkan napasnya pelan, ia menyusul sang istri untuk tidur.


Tak lupa ia melingkarkan tangannya diperut sang istri.


Vio hanya diam, air matanya luruh begitu saja saat sang suami memeluknya dari belakang.


Ia membekap mulutnya agar tak mengeluarkan suara tangis.


Pagi hari, Vio bangun dari tidurnya

__ADS_1


Ia segera memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.


Setelah selesai, Vio langsung menuju ke meja rias.


Ia memoleskan bedak tipis tipis di wajahnya


Vio tersenyum kecut sambil memandangi wajahnya dari pantulan cermin.


Qian terbangun dari tidurnya, ia nelihat sang istri sedang memandangi cermin didepannya.


"Kok kamu nggak bangunin aku" ucap Qian sambil beranjak dari ranjangnya.


"Kamu tadi masih tidur pules mas, jadi nggak tega mau bangunin" jawab Vio.


Qian mengangguk mengerti, ia segera masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.


"Aku mau ke kantor cabang dulu sebentar, kamu mau ikut?" Tanya Qian sambil mengenakan pakaiannya.


Vio menggeleng


"Nggak mas, aku pengen istirahat dikamar aja" jawab Vio.


Qian mengangguk, ia segera keluar dari Villa itu dan menyuruh sopir untuk mengantarnya ke kantor cabang.


Siang hari,


Nampak Qian termenung di meja kerjanya. Pikirannya berkelana memikirkan sang istri.


Ia sungguh bingung dengan perasaannya saat ini.


Namun Qian sadar, rasa ini sangat berbeda saat sedang bersama Sella sang kekasih.


Arsellla Wijaya, kekasih Qian yang memiliki rupa yang tak kalah cantik dengan istri Qian saat ini.

__ADS_1


__ADS_2