Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Amukan Vio


__ADS_3

"Iya iya" Qian mendekat dan segera memeluk istri manjanya itu.


Pagi hari,,


Vio merasakan perutnya seperti diaduk. Ada sesuatu yang mendesak keluar dari tenggorokannya.


Hoekk


Hoekk


Vio memuntahkan cairan bening di kamar mandi


"Sabar ya nak, jangan bikin mama mual mual terus dong" ucapnya lirih sambil mengusap usap perut ratanya.


Setelah dirasa cukup, Vio segera membersihkan dirinya.


Setelah selesai ia membangunkan sang suami yang masih tidur pulas.


"Mass, bangun"


"Iya 5 menit lagi" gumamnya dengan mata terpejam.


"Ish cepet bangun mas, katanya ada meeting pagi" kesal Vio.


Dengan terpaksa Qian pun membuka matanya.


"Buruan mandi, airnya udah aku siapin"


Qian pun segera masuk ke kamar mandi guna membersihkan dirinya sedangkan Vio menyiapkan pakaian kerja sang suami lalu bersiap untuk berangkat kerja juga.


Ceklekk


Pintu kamar mandi terbuka

__ADS_1


"Loh kok kamu pake baju kerja,mau kemana?" Tanya Qian pada sang istri.


"Ya mau kerja lah mas, masak mau masak" canda nya.


"Ngapain kamu kerja, kamu nggak inget kalo kamu itu lagi hamil?" Kesal Qian melihat wajah sang istri yang malah terlihat semangat bekerja.


"Ya aku inget mas, tapi kata dokter kan nggakpapa asal nggak capek capek"


"Nggak boleh!! Kamu nggak inget kemarin lusa kamu pingsan" Qian mengingatkan kejadian tempo hari dimana Vio dinyatakan hamil.


"Inget mas, tapi kalo nggak kerja aku bosen. Nanti malah jadi stress aku nya" bela Vio pada dirinya sendiri.


Huhhh


Qian menghela napasnya


"Ya udah deh, tapi janji nggak boleh capek capek ya" ucap Qian sambil menyodorkan dari kelingkingnya.


Vio menyambut jari kelingking itu


"Ohh kamu nggak suka kalau punya suami bawel?" Qian dalam mode sensitif.


"Eh enggak!! Suka banget malahan" rayu Vio sambil memeluk lengan Qian.


"Ya udah lepasin dulu lenganku, aku mau ganti baju dulu" ucap Qian yang memang hanya mengenakan handuk.


Vio pun melepas pelukan tangannya dari lengan kekar sang suami.


Qian sudah selesai dengan pakaiannya. Tapi anehnya, ia melihat sang istri yang masih sibuk merias diri didepan cermin.


"Ayo cepet turun buat sarapan" ajak Qian.


"Bentar mas, aku bingung ini mau pake lipstik yang mana"

__ADS_1


"Ya pakai yang biasanya aja" jawab Qian enteng.


"Pas aku ngaca kelihatannya aneh" jawab Vio dengan nada kesal.


"Enggak aneh, itu bagus"


"Ih udah dibilang nggak bagus ya nggak bagus" jawab Vio berapi api.


"Buset dah bumil galak bener" batin Qian.


"Ya udah pake mana aja kamu tetep cantik kok" rayu Qian agar sang istri cepat menyelesaikan dandanannya.


"Kamu ngeledek aku ya mas" sungut nya marah marah.


"Hah? Ngledek darimana nya? Orang aku bilang kamu pake apa aja tetep cantik" ulang Qian lagi.


"Ya tadi nada bicara kamu kayak ngledek aku" kesal Vio.


"Ya udah deh maaf" rayu Qian lagi sambil memeluk sang istri dari belakang.


"Terserah" kesal Vio.


Ia segera memakai lipstik pilihannya.


"Lepasin ih" ucap Vio kesal sambil melepaskan pelukan Qian.


Ia segera turun ke lantai bawah meninggalkan sang suami yang masih mematung dikamar.


Bruakk ( suara pintu yang dibanting Vio)


"Ck ck ck, istriku sekarang gampang ngamuk" decak Qian heran dengan perubahan sifat sang istri.


Setelah sampai didepan meja makan Vio segera duduk didepan mertuanya.

__ADS_1


Mami Ara kaget melihat wajah sang menantu sang terlihat tidak bersahabat.


__ADS_2