Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Kia Awass


__ADS_3

"Baiklah" Kia pasrah dengan keputusan suaminya.


Malam harinya,


Kia merasa perutnya malah bertambah mulas sejak tadi.


Ia berinisiatif untuk mengajak suaminya ke rumah sakit.


Kia melangkahkan kakinya pelan menuju ruang kerja sang suami yang ada dilantai 2.


(Kamar Kia dilantai 3)


"Andy" panggilnya.


"Masuklah, pintunya tidak dikunci"


Kia pun membuka pintu ruangan itu.


"Kenapa?" Andy menutup laptopnya.


"Antar aku kerumah sakit, dari tadi mulasku tidak hilang hilang" keluh Kia.


"Baiklah, kamu duluan kemobil dulu, aku akan mengambil kunci dan barang barang lain dulu" ucap Andy yang diangguki Kia.


Baru saja mereka berdua keluar dari ruang kerja itu, tapi malah dikagetkan dengan Sindy yang sudah ada didepan ruangan itu.


"Bagaimana kau bisa masuk kerumah ini?" Andy bingung karna keamanan rumahnya sangat ketat.

__ADS_1


Melihat 2 orang manusia itu akan bertengkar membuat Kia jengah sendiri.


Ia berjalan sendirian menuruni tangga


"Jika aku tidak mendapatkanmu, kau juga tak pantas mendapatkan anak dan istrimu" teriak Sindy lalu segera berlari menuju tangga tepat Kia baru saja mencapai setengah dari tinggi tangga itu.


Andy berusaha mengejar Sindy untuk menghentikan wanita itu namun Sindy lebih dulu mendorong Kia.


"Kia, awass!!" Teriak Andy.


Namun Kia yang tak sadar pun didirong Sindy hingga kehilangan keseimbangannya.


Kia pun jatuh berguling ditangga itu. Tangannya menutup melindungi area perutnya.


Para penghuni rumah yang mendengar keributan pun semua berkumpul termasuk mama Ranti dan papa Andre yang melihat dengan jelas menantunya yang berguling dari tangga.


Andy pun segera menghampiri sang istri yang sudah bersimbah darah.


Area paha Kia telah mengeluarkan darahnya.


"Andy, tolong,, anak kita" Kia tak mampu lagi berkata kata kala merasakan perutnya sakit luar biasa apalagi ditambah ia melihat aliran darah dipahanya ditambah sesuatu basah mengalir yang bisa ia pastikan itu adalah air ketuban.


"Andy, cepat bawa istrimu kerumah sakit" mama Ranti berteriak.


Andy pun segera membopong istrinya kedalam mobil dan mobil itupun melaju menuju rumah sakit.


Sepanjang jalan Kia terus saja menangis dan merintih kesakitan.

__ADS_1


"Anakku, tolong selamatkan anakku" kata itu terucap berkali kali dari mulut Kia.


"Iya, pasti. Kau dan anak kita pasti akan baik baik saja" Andy mengusap perut istrinya.


Dapat ia rasakan tangan istrinya mendingin. Entah karna ketakutan, kesakitan atau karna hal lain.


Sesampainya dirumah sakit Kia langsung ditangani dokter ditemani oleh Andy.


Nampak dokter menyuntikan obat pereda nyeri pada Kia terlebih dahulu.


Andy terus saja menggenggam tangan istrinya dan terkadang mengusapnya.


Sakit yang dialami Kia kian berkurang.


Kia mengulurkan tangannya mengusap rahang kokoh pria yang menjadi suaminya itu.


"Kau puas sekarang?, Apapun yang terjadi nanti, jika kau diantara pilihan aku atau anak kita, pilihlah anak kita. Bukankah kau ingat aku telah memperjuangkannya selama sembilan bulan ini?"


"Tidak, tidak akan terjadi apapun padamu dan anak kita, okey" Andy menyemangati sang istri.


Kia menggeleng


"Tidak, sepertinya waktu dan tugasku telah habis sampai disini. Aku titip anak kita padamu ya. Sayangi dia seperti kau menyayanginya saat masih berada didalam kandunganku" ucapan Kia kian lirih.


"Maafkan segala kesalahanku Kia" air mata Andy mulai menetes.


"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kau memintanya. Aku percaya kau dapat menjaga anak kita dengan sangat baik suamiku"

__ADS_1


__ADS_2