Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Suami Siaga?


__ADS_3

"tapi aku takut kalo ngebahayain anak kita yang"


"enggak, percaya deh sama aku. kan pelan pelan"


"ya udah, janji sekali aja ya" tawar Andy.


"iya yang, janji"


Kia langsung mencium bibir suaminya dan langsung melanjutkan aksinya.


tepat jam 10, Kia dan Andy sudah berada dimall bersama dengan Vino, Sella, Vio dan juga Qian.


"kita mau ngapain disini?" tanya Qian bingung karna dari tadi istrinya sudah heboh karna akan ke mall bersama 2 sahabatnya itu yaitu Sella dan Kia.


"belanja dong"


"kita ngopi aja yuk" ajak Vino yang diangguki Qian dan Andy yang paham pasti istri mereka masing masing akan belanja sangat lama.


"eits, jangan.. masak kita 3 bumil malah belanja sendirian sih"kesal Sella.


"iya nih, mana efort kalian sebagai suami yang siaga" sindir Kia.


"masak kalian tega sih nyuruh bumil buat bawa barang belanjaan" kini Vio angkat bicara.


"kan ada bodyguard yang" kilah Qian.


"jadi sebenernya suami aku tuh kamu apa bodyguard" telak Vio yang membuat Qian tembungkam.


Andy dan Vino hanya mampu menahan tawanya melihat sang sahabat yang kalah bicara dengan istrinya.

__ADS_1


"udah gue bilang apa, kita pasti kalah bicara sama bini bini kita" bisik Andy pada Vino.


"makannya kita diem aja, jadi kacung aja udah nggak usah banyak protes. tau sendiri kan bumil kita galak galak" Bisik Vino balik namun naasnya suaranya terdengar oleh 3 perempuan disana.


"kamu bilang apa yang? bumil galak?!" Sella menyemprot suaminya.


"eh, eng enggak yang, enggak kok. aku tadi cuma bilanggg emm eh itu anu oh iya, bumil cantik cantik. iya kan An" Vino menyikut Andy agar mengiyakan ucapannya.


"e eh, nggak tau. nggak denger aku tadi" Andy menyelamatkan dirinya sendiri karna tau semuanya mendengar dengan jelas ucapan Vino.


"ya udah ayo buruan belanja"ajak Vio.


yang pertama mereka tuju adalah toko pakaian


"yang, ini bagus nggak?" tanya Sella.


"jangan, itu terlalu sexxy"


"Itu terlalu pendek"


"kalo yang ini gimana?"


"itu warnanya terlalu menggoda"


"terus yang mana dong yang"


"yang ini aja" Vino menyerahkan daster kelelawar pada sang istri.


"ish, kamu gimana sih yang. kok aku malah dikasih kayak gini. nggak mau ah, masak ke kantor kamu pake kayak gitu" gerutu Sella.

__ADS_1


"ya kamu sih, milihnya yang pendek pendek"


"itu nggak pendek yang, ini masih dibawah lutut" kesal Sella lagi.


"ya nanti kalau perut kamu udah besar bakalah semakin naik" Vino tak mau kalah.


"ya nanti beli baru lagi lah yang" kesal Sella balik.


"ya udah, kalo kamu mau yang itu ambil aja"


"ck kenapa nggak daritadi gitu coba" decak Sella.


"udahlah yang, jangan marah marah terus. cepet tua nanti akunya kamu marahi terus" Vino merangkul istrinya.


"kamu sih bikin aku emosi terus" Sella ikut melingkarkan tangannya dipinggang sang suami.


2 jam berlalu


para istri masih sibuk berbelanja sedangkan Vino, Andy dan Qian sudah nampak lesu karna beralih profesi menjadi pembawa barang belanjaan istrinya.


"yang, udah belum belanjanya. udah capek banget akutuh" gerutu Andy.


"iya nih, udah laper juga" Vino ikut menimpali.


"udah yuk belanjanya. bisa bisa kita bertiga pingsan ini karna kelaparan" Qian beralasan.


"ck, apasih. udah jadi bapak masak masih aja ngeluh ngeluh sih"


"iya nih, padahal kan nggak tiap hari kita bisa keluar rumah kayak gini.

__ADS_1


"baru jalan bentar aja udah ngeluh, nggak inget aja kalau pas minta 'itu sampek pagi pun nggak ngeluh tuh" sindir Vio.


__ADS_2