
Sella berhasil berada dipelukan Vino.
Mobil tadipun melaju tanpa sopir dan masuk kedalam jurang.
Tak lama kemudian
Duarrr
Suara ledakan terdengar jelas
Mobil yang ditumpangi Vino pun berhenti,
Vino , Sella serta semua anak buah Vino turun dari mobil itu.
Tak lama muncul papa Rico dan mama Diana yang sudah membaik menyusul mobil Vino tadi.
Sella masih terdiam dan syok dengan semuanya.
Pikirannya menerawang pada perbuatan buruknya pada Vio dulu.
"Sayang, kamu baik baik aja kan?" Vino menggoyangkan pundak sang istri yang terlihat terdiam dengan tatapan kosong.
"Hei sayang" Vino menangkup pipi wanita cantik itu.
"Sella!!" Panggil Vino dengan suara keras.
"Sa sayang" Sella terbata.
Air matanya mengalir begitu saja. Pandangannya belum sepenuhnya meneduh.
Masih terlihat kekosongan dimata wanita cantik itu.
"Sayang, tenanglah. Kau dan anak anak kita sudah baik baik saja"
"Sa sayang" Sella kembali berucap dengan terbata. Pandangannya tetap saja kosong.
__ADS_1
Entah kenapa tubuhnya serasa layu dan lemah.
Brukk
Sella jatuh pingsan dipelukan Vino.
"Sayang" panggil Vino sambil menepuk nepuk pipi wanita hamil itu.
"Vino, cepat bawa istrimu kerumah sakit" titah papa Rico.
Vino segera membopong tubuh istrinya itu dan memasukannya kemobil.
Dengan sigap papa Rico menurunkan kursi mobil hingga posisi Sella sedikit tiduran agar Sella lebih nyaman.
Mama Diana langsung memberikan bau bau minyak kayu putih di hidung Sella.
"Cepatlah, kita kerumah sakit" titah papa Rico pada anak buahnya.
Beberapa saat kemudian mobil telah sampai dirumahsakit besar milik keluarga Adira.
Sella pun langsung ditidurkan diatas brankar dan didorong menuju ruang ugd.
15 menit kemudian
"Suami nyonya Arsella?"
"Saya dok, bagaimana keadaan istri saya?"
"Saat ini kondisinya mulai membaik. Pingsannya nyonya Sella disebabkan karna syok dan tekanan berlebih saja. Saat ini nyonya Sella hanya butuh istirahat. Saya sudah memberikan suntikan Vitamin yang baik untuk janin nyonya Sella. Sebaiknya kejadian seperti ini jangan terulang lagi karna berbahaya untuk ibu dan kedua bayi di perut nyonya Sella. Belum lagi baru beberapa minggu terakhir nyonya Sella juga baru masuk kerumah sakit ini juga kan?"
"Baik dok, terimakasih" ucap Vino pada dokter itu yang merupakan dokter kandungan pribadi Sella.
Sella pun dipindahkan keruang rawat
Dokter menyarankan agar Sella dirawat selama dua malam dirumah sakit itu.
__ADS_1
2 jam kemudian,,
"Sa sayang" lirih Sella.
"Kenapa?, Mana yang sakit?" Tanya Vino melihat istrinya yang sudah membuka matanya.
Sella menggeleng pelan, air matanya menetes tanpa permisi.
"Hei, kenapa malah nangis? Hmm?" Tanya Vino menangkup wajah cantik istrinya itu.
"Ma maaf" cicit Sella pelan.
"Sudah, ini semua bukan salahmu oke?" Vino memeluk tubuh itu.
"Yang penting sekarang kau dan anak anak kita tidak apa apa. Anak buahku sudah meringkus semua pelakunya"
"Bisakah kau membawa Vio kemari?" Tanya Sella.
"Untuk apa?"
"Aku ingin meminta maaf padanya karna perbuatan burukku dimasa lalu"
"Sudahlah, kau kan dulu sudah minta maaf. Lagi pula Vio pasti juga sudah memaafkanmu"
Vino melepaskan pelukan itu, ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah sang istri.
"Udah ya, sekarang kamu fokus sama kesehatanmu dan anak kita. Oke?"
Sella menggangguk setuju
Beberapa minggu kemudian
Dikantor Yulandres
Kia masih sibuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan untuk presentasi meeting nanti siang.
__ADS_1