Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Lah Kok Ngamok?


__ADS_3

"Ini baru aja sampe, ini baru jalan dilobi" jawab Qian.


"Oh ya udah kalau gitu"


Tutt panggilan diakhiri


Vio sungguh bingung mau melakukan apa. Ia sudah sangat bosan berada dikamar.


Ia sangat merindukan aroma tubuh sang suami yang sangat dicintainya itu.


Vio memutuskan untuk menonton Tv diruang tengah. Tampak mami Ara sudah lebih dulu stand by di depan Tv.


"Kamu nggak jadi istirahat?" Tanya mami Ara melihat sang menantu berjalan ke arahnya.


"Vio bosen mi"


"Ya udah sini duduk disamping mami"


Dua wanita itupun sedikit bercerita alias menggosipkan suaminya masing masing.


,,,,


Drttt


Kali ini entah ke berapa kalinya sang istri menelponnya hanya untuk sekedar menanyakan sedang apa, dimana, sama siapa, pulang jam berapa.


Qian sampai jengah sendiri. Bahkan ia menjadi tidak fokus bekerja karna sang istri yang terus saja menelponnya sepanjang hari.


"Iya sayang, ada apa lagi?" Sahut Qian menahan emosinya.


"Aku kangen mas,, pulang jam berapa?"


"Kan aku tadi udah bilang aku bilang jam 4. Udah dong yang, aku mau kerja masak dari tadi kamu nelpon terus"


"Aku ganggu ya mas?"


"Enggak sih, tapi cuma aku nggak bisa konsentrasi" jujur Qian.

__ADS_1


"Oh ya udah kalo kamu nggak suka aku ganggu"


Tuttt


Vio mematikan telponnya sepihak


"Lah kok ngamok" ucap Qian pada handphone nya yang sudah mati.


Qian menelpon balik sang istri


Namun sayang, sepertinya sang istri memang sangat marah kepadanya.


Vio tak mengangkat telpon itu.


Qian menghela napasnya


Huhh


Ia memilih melanjutkan pekerjaannya.


30 menit berlalu,,


Arghhh


Akhirnya Qian memutuskan untuk pulang lebih awal karna pikirannya yang kacau.


Beberapa menit kemudian, Qian sudah sampai di mansion utama.


Kakinya membawanya langsung ke kamar.


"Sayang" panggilnya pada sang istri.


Hening


"Sepertinya dia tidak dikamar" gumam Qian.


Qian segera mengganti baju miliknya karna ia tak berniat kembali ke kantor walaupun jam masih menunjukan pukul 11 siang.

__ADS_1


Setelah selesai ia turun ke lantai bawah untuk mencari sang istri.


"Mi, liat Vio nggak?" Tanya nya pada sang mami yang menonton tv di ruang tengah.


"Loh kok kamu pulang jam segini?" Tanya balik mami Ara.


"Mami ditanya malah tanya balik" protes Qian.


"Tuh istrimu di dapur lagi ngelihatin maid masak martabak. Tadi istrimu minta martabak"


Tanpa ba bi bu Qian langsung berjalan menuju dapur.


Ia melihat sang istri yang melihat ke arah kompor bersama maid dengan posisi membelakangi nya.


Sett


Qian memeluk tubuh mungil sang istri dari belakang.


"Heh, berani beraninya...." Vio kaget langsung melepaskan pelukan itu. Hampir saja ia menampar seseorang yang baru saja memeluknya.


"Oh kamu mas" ucap Vio datar langsung mebalikan badannya lagi membelakangi sang suami.


"Loh kok responnya gitu? Kamu marah sama aku?" Qian berbasa basi.


"Nggak tau" jawab Vio singkat sekaligus judes.


"Loh kok galak banget sama suami"


"Terserah"


Qian kembali memeluk tubuh mungil istrinya itu.


"Maaf ya sayang, tadi kerjaanku lagi banyak banget jadi aku nggak konsen kalau ditelpon terus" jujur Qian.


".." Vio diam tak menyahut.


"Sayang jangan marah lagi dong" rayu Qian.

__ADS_1


"Kamu keganggu karna aku nggak penting kan buat kamu? Maaf aku bisanya cuma ganggu kamu" Vio masih berucap dengan nada ketus.


__ADS_2