Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Ulang Tahun Sella


__ADS_3

"Happy birthday sayang" ucapnya lembut.


Air mata Sella semakin deras saat melihat keantusiasan semua anggota keluarga untuk merayakan ulang tahunnya. Sebelumnya Sella tidak pernah merasakan hal seperti ini.


Sella berdiri dari duduknya dibantu dengan Vino.


Satu persatu anggota keluarga mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa mereka pada Sella.


"Terimakasih semua" ucapnya tulus.


"Sepertinya malam ini harus ada pesta deh, nggak seru kalau nggak pake pesta" usul Vio.


"Setuju" teriak semuanya bersamaan.


Malam hari,,


Mereka semua benar benar merayakan ulang tahun Sella dengan acara potong kue dan barbeque an,,


Nampak Sella mengenakan dres pendek berwarna hijau tosca.



Potongan pertama kue itu Sella berikan pada Vino lalu berlanjut pada kedua mertuanya. Lalu papi Rifqi dan mami Ara dan yang terakhir Qian dan Vio.


Setelah acara selesai,,


Dikamar Vino dan Sella


"Sayang" panggilnya pada sang suami yang masih didalam walk in closet.


"Iya yang bentar"


Beberapa saat kemudian Vino keluar dengan baju piyama nya.

__ADS_1


"Sayang, peluk" manja Sella.


Vino langsung merebahkan tubuhnya diranjang dan memeluk tubuh istrinya itu.


"Sayang, aku takut lahiran" curhat Sella.


"Caesar aja ya, nanti aku temani. Gimana? Aku nggak tega liat kamu kesakitan saat menunggu pembukaan"


"Aku justru lebih takut caesar yang. Perutnya dibelah, aku takut"


Vino terkekeh mendengar curhatan sang istri.


"Tapi kan dibius yang"


"Tetep aja pasti sakit"


"Mungkin tidak akan terlalu sakit kalau aku meminta obat yang paling mahal yang"


"Tapi nanti sama aja buang buang tenaga kamu kalau gitu"


"Ish pokoknya aku pengen lahiran normal. Tapi kamu disamping aku ya"


"Itu pasti yang"


"Usap usap dulu dong anaknya" Sella mengingatkan kebiasaan sang suami yang selalu mengusap usap perutnya sambil berbicara pada kedua anaknya setiap sebelum tidur.


"Hallo anak dady, bentar lagi kalian bakal ketemu momy sama dady. Nanti keluarnya jangan nyusahin momy kalian ya"


"Iya dady, pasti" jawab Sella menirukan suara anak anak.


"Sayang, besok kita jalan jalan ya ke taman, kan weekend" ucap Sella.


"Iya, besok kita ke taman"

__ADS_1


Pagi hari,,


Sella dan Vino benar benar jalan jalan ke taman. Bahkan semua anggota keluarga juga ikut ke taman untuk jalan jalan.


Mata Vio tak sengaja menatap Kia yang sedang membeli bubur ayam disalah satu pedagang disana.


"Mas, itu Kia kan?"


"Ah iya itu Kia, tapi sepertinya dia bersama Aldo" ucap Qian saat melihat seorang laki laki duduk bersama Kia.


"Kita kesana yuk mas"


Qian mengangguk, mereka pun berjalan mendekati Kia.


"Kia" Vio menepuk pundak sang sahabat.


"Vio" Kia kaget. Mereka berdua pun berpelukan layaknya teletubies.


"Eh pak Qian" sapa Aldo pada bosnya.


"Hmm, iya. Kamu bareng Kia?"


"Hehe, iya pak"


"Gimana kehamilan kamu?" Tanya Vio sembari mengusap perut sahabatnya itu.


"Baik kok, aku habis check up kandungan ternyata berat badan bayiku masih kurang" curhat Kia.


"Oh, nggak papa Ki, yang penting mulai sekarang makan makanan yang banyak nutrisi buat anak kamu" ucap Vio menenangkan sang sahabat.


"Emm, sebenernya aku pengen ngomong penting sama kalian berdua deh"


"Ngomong apa? Ngomong aja, aku sama mas Qian siap dengerin kok. Siapa tau kita juga punya solusi"

__ADS_1


__ADS_2