
Beberapa saat kemudian jet telah mendarat sempurna.
Vino segera mengemudikan mobil itu dan melajukannya untuk mengejar penjahat itu yang sudah dilacak keberadaannya yaitu sedang dalam perjalanan keluar kota bersama Sella didalamnya.
30 menit kemudian mobil yang ditumpangi Vino telah sampai bahkan sudah berada tepat dibelakang mobil penjahat itu.
"Bagaimana strategi kita pak?" Tanya salah satu anak buah Vino.
"Tembak tepat di kunci pintunya"
"Kenapa tidak langsung dibannya saja pak?"
"Hei kau ini gila atau apa?! Ada istriku didalam" marah Vino yang membuat anak buahnya bergidik ketakutan.
Dorrr
Satu tembakan mengenai tepat dikunci otomatis pintu itu yang membuat pintu itu terbuka otomatis. (Pintu geser)
Vino dapat melihat dengan jelas istrinya yang menangis dengan mulut dibekap dengan kain.
Amarah Vino tambah memuncak. Ia menyuruh anak buahnya agar menggantikan kemudi mobilnya.
Dengan nekat Vino melompat pada mobil samping.
Kini Vino telah berada didalam mobil yang sama dengan Sella.
Brakkk
Vino memukul keras dan membabi buta pada penjahat itu.
Dor
Bahkan Vino menembak salah satu gembong yang Vino pikir adalah bos dari mereka semua.
Vino segera melepas penyumpal mulut Sella dan tali yang mengikat tangan dan kaki wanita itu.
__ADS_1
"Hahahaha" tawa menggelegar memenuhi mobil itu.
Pemilik suara itu tak lain adalah pengemudi mobil itu.
"Lihatlah, kalian akan mati bersamaan. Kau salah langkah tuan Vino. Inilah yang dimaksud sekali menyelam dua tiga pulau terlampaui" tawa supir itu lalu hilang seiring sopir itu melompat keluar dari mobil itu.
Untung saja mobil itu merupakan mobil canggih yang dapat mengemudi sendiri tanpa supir dengan kecepatan rata rata 40 km/h.
Tanpa diduga Sella malah langsung duduk dikursi kemudi dan segera menggantikan sopir tadi.
"Sayang, cepatlah keluar, mobil ini akan meledak jika kecepatannya dibawah 40km/h" teriak Sella.
Deggh
Vino kaget dengan ucapan sang istri.
"Kau keluarlah, sudah ada anak buahku diluar. Kau bisa pindah kemobil sebelah. Selamatkan dirimu dan anak kita dahulu"
"Tidak!! Kau cepatlah pindah. Kumohon, aku janji akan baik baik saja"
"Tap..."
"Ini bukan masalah cinta atau kepercayaan Sella, cepatlah kemari biar aku yang mengemudikan mobil itu" kini Vino mulai frustasi dengan keras kepala istrinya.
"Kumohon cepatlah keluar aku janji akan baik baik saja " pinta Sella.
"Tap.."
"Cepat keluarlah!!" Sella membentak Vino.
Mau tidak mau Vino keluar dari mobil itu.
Kini Sella sendirian dimobil maut itu
"Berjanjilah pada momy kalian berdua akan baik baik saja" gumam Sella.
__ADS_1
Dorrr
Vino menembak pintu bagian depan tepat dimana Sella berada hingga pintu itu terbuka.
Brakkk
Vino mengeluarkan alat yang membuat pintu itu terlepas dengan sendirinya.
"Sayang, cepatlah lompat kemari. Aku akan menangkapmu" bujuk Vino.
Sella sedikit bimbang
"Tapi..."
"Cepatlah, tidak apa, aku akan menangkapmu" bujuk Vino lagi.
"Carikan aku sesuatu yang berat dahulu"
"Seperti apa?"
"Terserah, cepatlah" pinta Sella.
Vino pun mengambil sebuah dongkrak dimobil itu.
Sella langsung mengarahkan benda itu tepat di pedal gas mobil itu dengan menggukan kakinya karna tangan dan matanya fokus dengan jalanan.
"Dalam hitungan ketiga aku akan pindah mobil, oke?" Sella yang memberi aba aba.
"Baiklah, aku akan menangkapmu"
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
__ADS_1
Brukk
Sella berhasil berada dipelukan Vino.