Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
KN Company


__ADS_3

Nampak Kia duduk di sofa disana karna merasakan badannya sudah lelah.


Kia dikagetkan dengan seorang wanita yang duduk disampingnya yang tak lain adalah Sindy.


"Ahaha, nikmati saja dulu bahagiamu sebelum aku menghancurkan segalanya" Sindy tertawa mengejek.


Kia tersenyum lembut


"Pasti, aku akan menikmati bahagiaku sebelum waktuku habis"


"Bagus kalau kau tau diri"


"Emm jika nanti aku tak sanggup merawat anakku, aku pasti menitipkannya padamu dan pada Andy. Aku harap kau bisa menyayanginya layaknya anakmu sendiri"


"Itu pasti, asalkan kau telah pergi dari Andy"


"Akan kupastikan waktu yang kau tunggu itu benar benar tiba" Kia mengusap lembut punggung tangan wanita itu.


Kia nampak berbicara dengan nada yang tenang dan lembut.


Siapapun pasti akan mengira mereka berdua adalah teman dekat.


Sebenarnya Sindy sedikit kaget dengan reaksi Kia yang nampak tenang menghadapinya. Bahkan sangat terlihat pribadi Kia yang lembut disini.


Beberapa minggu kemudian,


Usia kandungan Kia sudah memasuki 8 bulan.


(Kia dan Andy telah pindah ke rumah utama sejak setelah acara tujuh bulanan kandungan Kia)


Weekend Kia memutuskan untuk ke supermarket untuk membeli beberapa perlengkapan bayi ditemani oleh Andy.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak membeli hal yang tidak penting. Kita masih belum tau jenis kelaminnya. Selain itu kita juga tidak tau kepada siapa hak asuh anak ini nanti akan jatuh" saran Kia yang disetujui Andy.


Nampak mereka berdua sibuk memilih barang barang untuk anak mereka.


"Jangan terlalu memforsir tenagamu, kekurangannya bisa dibeli lagi lain hari. besok ada acara diperusahaan" Andy mengingatkan.


Ya, besok ada acara diperusahaan KN Company yaitu pengangkatan Andy menjadi CEO utama di perusahaan itu.


"Sudah cukup belanjanya?"


"Sudah, yang lain bisa menyusul dilain hari saja. Aku sudah lelah" keluh Kia karna kandungannya sudah 8 bulan.


"Kau mau es krim?" Tawar Andy.


"Memangnya boleh? Dokter sudah newanti wanti untuk mengurangi porsi makan karna berat badan anak kita sudah terlalu besar dikandunganku"


"Jika hanya sekali dua kali saja kurasa tidak apa"


Mereka berdua duduk dikursi yang sudah disediakan di toko itu.


"Menurutmu bagaimana kehidupan kita setelah kita bercerai?" Tanya Kia tiba tiba.


"Entahlah, apa kau tidak berfikir untuk menunda perceraian sampai usia anak kita 3 bulan dulu?"


"Apa kau tidak keberatan? Bagaimana dengan pacarmu?" Tanya Kia.


"Kenapa kau malah memikirkannya? Ini urusanku kamu dan anak kita"


"Aku pasrah dengan semua keputusanmu"


Keesokan harinya,

__ADS_1


Nampak Kia sudah bersiap dengan dres berwarna biru yang menampakan perut buncitnya.



"Bantu bunda ya nak, hari ini acara penting buat ayah kamu. Kamu jangan rewel ya didalam sana" Kia berbicara pada sang anak sambil mengusap usap perutnya.


"sudah siap?"


"sudah, em tapi sebentar.." Kia membenarkan dasi sang suami yang terlihat sedikit miring.


deg


deg


entah kenapa ada getaran aneh saat mata Kia dan Andy bertemu.


"sudah"


Andy mengangguk


"terimakasih"


Kia dan Andy pun berangkat ke tempat acara.


Tanpa Kia duga pun Andy memperkenalkan istrinya ke hadapan publik.


"Ini istri saya, kandungannya sudah 8 bulan" ucapnya pada media.


Kia menunduk dengan tangan yang gemetaran.


Kia semakin takut jika seperti ini. Jejak digital sangat sulit dihapus.

__ADS_1


Padahal dalam hatinya memikirkan jika hak asuh anaknya jatuh padanya ia hanya ingin mengenalkan sosok Andy padanya. Ia tak ingin anaknya menjadi kejar kejaran media yang ingin meliput kehidupan pewaris KN Company.


__ADS_2