
"Kau mencoba melarikan diri?!" Seseorang mencekal tangan Sella.
"Lepaskan aku!!!" Bentak Sella pada orang itu yang ternyata Vino.
"Huh Melepaskanmu?" Vino menunjukan senyum devilnya.
"Kumohon lepaskan aku" Sella memohon.
"Tidak!" Vino segera menarik Sella ke dalam kamar miliknya dan menguncinya rapat hingga memastikan Sella tak akan bisa kabur.
Pagi hari,,
Mami Ara masuk ke kamar Sella untuk memberikan baju pengantin dan membawa Mua yang bertugas merias Sella.
Mami Ara mengecek kamar mandi dan walk in closet saat tak melihat keberadaan Sella.
Mami Ara bernapas lega. Ia mengira Sella berhasil melarikan dirinya. Sebenarnya semalam mami Ara tau Sella memanjat bertumpu pada tiang tiang dan jendela rumah itu saat akan melarikan diri.
Tapi ia membiarkannya karna sebenarnya ia juga takut Sella mengalami hal yang sama dengannya dulu.
"Syukurlah" batin Mami Ara bersyukur.
"Tante mencari wanita itu? Dia ada di kamarku" suara Vino mengagetkan mami Ara.
Nafas Mami Ara kembali tercekat kala tau Sella gagal melarikan diri.
__ADS_1
Mami Ara pun memasuki kamar Vino.
"Mami, bantu Sella kabur dari sini. Sella janji tidak akan mengganggu keluarga ini" Sella memohon.
"Maafin mami nak, Mami tidak bisa berbuat banyak"
Sella pun segera didandani oleh Mua itu dan memakai kebaya simpel yang sudah disiapkan mami Ara.
Beberapa saat kemudian, Sella sudah cantik dengan riasannya.
Terlihat ia meneteskan air mata nya.
"Loh kok nangis, nanti dandanannya luntur loh" mami Ara mengusap air mata Sella.
"Mi, Sella nggak mau nikah sama dia mi"
Sella pun dibawa keruang tengah untuk akad.
Mereka hanya mengundang kerabat terdekat dan tetangga saja.
Akad pun berjalan lancar, dilanjutkan foto foto.
Vio pun sempat kaget dengan pernikahan dadakan sang kakak dengan mantan kekasih suaminya itu.
Nampak Sella mengenakan kebaya mewah berwarna putih dengan riasan khas sunda di wajahnya.
__ADS_1
Acara selesai ditutup dengan makan siang.
Sella nampak masih dongkol dengan pernikahan nya ini. Ia bertekad harus bisa lepas dari Vino. Ia bukan wanita lemah yang mudah ditindas siapa saja.
Sella segera ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa.
Ia membuka ponselnya, ia melihat pesan dari salah satu pengasuh panti asuhan tempatnya dulu yang mengatakan bahwa panti membutuhkan dana karna uang sudah hampir habis untuk keperluan anak anak panti.
Sella menghela napasnya, ia bingung dengan situasinya sekarang. Ia tak mungkin lagi bisa bekerja se efektif dulu lagi jika ia berada dibawah kendali Vino.
"Bagaimana ini" gumamnya gusar.
Malam hari,
Semua orang berkumpul di meja makan.
Nampak Sella mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Ia melirik Vino yang masih diam dengan piring kosong di depannya.
"Sella, ambilkan makanan untuk suamimu" Mami Ara memberi arahan.
"Huh, suami?!" Batin Sella berteriak.
Ia mengambilkan makanan untuk Vino dengan perasaan kesalnya.
Bagaimana bisa ia terjebak dengan pernikahan konyol ini, batinnya.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, semua kembali ke kamarnya.
"Arsella Wijaya, gadis 22 tahun. Hidup sejak kecil di panti asuhan kasih ibu. Sempat menjalin hubungan dengan Arqian Yulandres 2 tahun lalu. Menempuh pendidikan S2 nya diluar negeri. Mengalami riwayat depresi sejak umur belasan tahun. Melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 4x" Vino mengucapkan semua hal yang diketahuinya tentang Sella dihadapan orang yang bersangkutan.