
"Baiklah jika kau tak mau mengantarku, biar aku pergi sendiri"
"Oke oke, aku akan mengantarmu. Tapi aku ingin mandi dulu"
Vino pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
20 menit kemudian Vino sudah siap dengan pakaian kasualnya.
"Ayo"
Mereka berdua pun segera ke kostan milik Sella.
Vino tertegun melihat kost kost an milik Sella.
Sangat kecil, sempit, sederhana, bahkan berada dipinggiran kota.
"Kau benar benar tidur dikasur itu?" Tanya Vino menunjuk sebuah kasur lantai yang sangat tipis.
"Iya, memangnya kenapa? Kau sedang menghinaku ya?" Tuduh Sella.
"Bisa iya bisa tidak" jawab Vino santai.
Ia melihat sang istri yang dengan perut besarnya bersusah payah menata barang barangnya.
Tanpa kata pun Vino segera membantu sang istri menata pakaiannya.
Vino melihat baju baju milik Sella yang terkesan sederhana bahkan tidak ada yang berasal dari brand mahal.
Setelah selesai mereka berdua kembali kedalam mobil.
Vino tidak langsung melajukannya kerumah. Ia memutar haluannya menuju mall.
"Kenapa kesini?" Sella bingung.
__ADS_1
"Membeli pakaian untukmu"
"Pakaianku masih banyak dan bagus" kesal Sella.
"Buang saja semua pakaianmu itu, pakai saja pakaian yang kubeli kan"
"Kau gila! Kau kira aku membeli pakaianku tidak menggunakan uang?" Sungut Sella.
"Bukankah aku juga membelikanmu pakaian juga menggunakan uang? Kita impas kan?"
Sella semakin kesal dengan sikap Vino yang terkesan mengaturnya itu.
"Dasar suami gila, masak aku masuk mall pake daster kayak gini" Sella mengumpat suaminya itu.
"Cepat pilihlah pakaian yang kau mau" titah Vino ketika sudah sampai di butik.
Sella pun segera memilih milih
"Sudah"
"What? Hanya ini?" Vino bingung melihat sang istri hanya memilih 3 dress.
"Memangnya kenapa? Disini pakaiannya mahal mahal. Harusnya kau membawaku ke store biasa saja" kesal Sella.
Vino menghela napasnya kesal
Ia memanggil pelayan toko
"Carikan semua dress yang cocok untuk istri saya" titah Vino.
Pelayan toko itupun mencarikam banyak dress untuk Sella.
"Heh, kenapa sebanyak ini?" Protes Sella melihat banyak sekali baju yang akan dibayar suaminya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?"
"Kau itu terlalu berlebihan, lagipula 3 baju ini sudah cukup" kesal Sella.
Vino hanya diam tak menggubris ocehan Sella. Setelah menyelesaikan pembayaran ia segera membawa Sella pulang.
Sesampainya dikamar, Sella langsung merebahkan dirinya begitu saja karna ia terlalu kelelahan berjalan di mall tadi.
Vino berdecak saat meletakan barang belanjaannya dikamar dan sudah melihat sang istri rebahan begitu saja diranjang.
"Kau harus makan malam dulu, kau tadi belum makan kan"
"Aku sangat lelah, aku malas untuk turun ke bawah" decak Sella.
Vino pun menyuruh pelayan untuk membawakan makan malam mereka ke kamar.
"Makanlah dahulu" ucap Vino menyerahkan sepiring nasi.
Sella pun menerimanya dan segera memakannya hingga tandas.
Ia segera berdiri dengan satu tangan memegang piring kosong sedangkan tangan satunya berada dipinggangnya karna ia sudah merasakan pegal di area pinggangnya.
"Mau kemana?"
"Mau ngembaliin piring ke bawah lah"
"Sini biar aku aja" ucap Vino mengambil piring itu dari tangan Sella.
Sella pun segera ke kamar mandi bersih bersih bersiap untuk tidur.
Tak lupa ia menjalankan ibadah nya sebagai muslim dengan shokat isya' karna tadi ia belum melaksanakannya.
Vino tersenyum tipis saat membuka pintu kamar melihat istrinya yang sedang melepas mukenanya tanda selesai melakukan ibadah.
__ADS_1