
Mami Ara memberi beberapa wejangan untuk sang menantu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama hamil.
Hari sudah malam,
Vio dan Qian sudah tertidur karna jam menunjukan Pukul 11 malam.
Tepat pukul 1 dini hari, Vio terbangun dari tidurnya.
Entah kenapa rasanya ia ingin sekali makan bubur ayam.
Apakah ini yang disebut ngidam? Entahlah, Vio juga tidak tau.
"Mas" Vio membangunkan sang suami.
"Hmm" sahut sang empu.
"Bangun dulu, aku mau ngomong sesuatu"
"Hmm iya ngomong aja aku denger kok" ucap Qian dengan mata tertutup.
"Mas ih, ya udah deh kalau gitu" rajuk Vio.
Ia beranjak turun dari ranjang.
Qian yang merasakan pergerakan pun membuja matanya. Tangannya mencekal pergelangan tangan sang istri.
"Mau kemana" tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Aku pengen makan bubur ayam mas" pinta Vio.
__ADS_1
"Jam segini mana da yang jual bubur ayam Vi"
"Ya udah kalo nggak ada yang jualan ya aku mau buat" kekeh Vio.
"Gimana kalo aku suruh maid aja yang buatin?" Tawar Qian.
Vio menggelengkan kepalanya,
" Aku nggak mau mas"
Dengan berat hati Qian ikut bangun dari tidurnya.
Mana tega ia membiarkan sang istri masak sendirian di dapur.
"Kamu mau ngapain mas?" Tanya Vio ketika melihat sang suami beranjak dari ranjang.
"Ya mau nemenin kamu lah, mana tega aku biarin kamu sendirian di dapur"
"Haiss tadi pas aku tidur dibangunin. Ini pas aku udah bangun malah disuruh tidur" gerutu Qian dalam hati nya.
"Udah gakpapa" jawab Qian yang membuat Vio tersenyum lebar.
Mereka berdua pun berjalan menuju dapur.
Vio mencari cari bubur ayam instan dibufet dapur.
"Kamu nyari apa?" Tanya Qian melihat sang ustri membuka semua lemari dapur.
"Aku cari bubur ayam instan mas" jawab Vio dengan mata masih fokus mencari makanan instan itu.
__ADS_1
Qian menepuk keningnya
"Ya ampun, nggak ada Vi, orang rumah nggak pernah makan makanan instan kayak gitu"
"Yahh terus gimana dong? Aku udah pengen bengett" ucap Vio dengan nada kecewanya.
"Ya udah coba kita cari di restoran yang 24 jam siapa tau ada yang jual bubur ayam" tawar Qian.
"Kenapa nggak beli yang instan aja mas di minimarket 24 jam?" Tanya Vio.
"Makanan instan nggak baik, lagi pula pasti rasanya nggak se enak makanan aslinya kan"
"Iya juga sih" Vio manggut manggut mengerti.
"Ya udah kita ganti baju dulu, masak pakai piyama gini" ucap Qian sambik melihat dirinya yang mengenakan piyama.
Vio mengangguk mengiyakan
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah ada didalam mobil.
Qian menyusuri jalan raya untuk mencari restoran yang masih buka.
Tak lama kemudian Qian menemukan salah satu restoran yang masih buka.
"Dimana chef restoran ini?" Tanya Qian pada salah satu pegawai disana.
Pegawai itupun memanggilkan chef restoran itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan Qian" tanya Chef itu yang tau persis siapa tamunya kali ini.
__ADS_1
Siapa yang tidak kenal seorang Arqian Yulandres, pengusaha muda terkenal yang wajahnya sering muncul dimajalah bisnis maupun ditelevisi saat diwawancarai mengenai bisnis nya.
"Buatkan 1 porsi bubur ayam untuk istri saya" titah Qian.