Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Apa Kau Mencintaiku?


__ADS_3

"Sudahlah, kau pikir bagaimana aku bisa tenang meninggalkan istri dan anakku yang belum sempat kulihat wajahnya" Vino menenangkan sang istri.


Vino kembali mengusap air mata istrinya itu.


"Sudahlah, lebih baik kau istirahat saja semalam disini"


Sella menggeleng


"Tidak, aku ingin pulang"


"Tapi..."


"Pokoknya aku pengen pulang" rajuk Sella.


"Oke oke, kita pulang"


Vino membantu Sella berjalan memasuki mobil.


Beberapa saat kemudian


Di kamar


"Ehemm" Vino berdehem


"Kau tau kan kau sedang hamil? Kenapa kau melakukan hal nekat seperti itu? Tidak kah kau berfikir bagaimana dengan anak kita? Kau tau kan betapa besar resiko yang kau ambil?" Vino berucap dengan nada dingin.


Sella sedikit takut dengan penuturan suaminya itu yang terkesan mengintimidasinya.


"Maaf" cicit Sella menundukan kepalanya.


"Apakah jika tadi terjadi sesuatu dengan mu dan anak kita kata 'maafmu' bisa merubah segalanya?"


Air mata Sella mulai mengalir.


Ia berjalan mendekati suaminya itu. Dengan hati yang lapang Sella langsung bersimpuh dihadapan Vino.


"Maafkan aku" cicitnya menunduk.

__ADS_1


Vino langsung membantu Sella berdiri.


"Jangan seperti ini, kau wanita berderajat tinggi. Pantaskah kau bersimpuh seperti ini dihadapanku"


Sella langsung memeluk tubuh kekar itu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Vino.


"Maafkan aku karna telah ceroboh mengambil keputusan"


Vino menghela napasnya


Ia mengusap usap rambut istrinya itu.


"Sudahlah, yang terpenting sekarang kau dan anak kita tidak apa apa. Satu hal yang perlu kau ingat, jangan lagi membuat keputusan ceroboh seperti itu lagi"


Sella mengangguk dalam pelukan itu


Bibirnya menyunggingkan senyum saat menyadari suatu hal.


Ia melepaskan pelukan itu,


"Kenapa wajahmu memerah seperti ini? Apa ada masalah dengan kulit wajahmu?" Tanya Vino melihat wajah Sella yang memerah.


"Emm boleh aku bertanya?" Sella ragu ragu.


"Apakah aku pernah melarangmu untuk bertanya?"


"Emm apa kau sudah mulai mencintaiku?"


"Shittt pertanyaan macam apa itu?" Batin Vino berteriak.


"Kenapa kau diam? Tadi aku mendengar detak jantungmu berdetak sangat cepat"


Kini wajah Vino lah yang tiba tiba memerah


"Sudahlah ayo kita tidur, sudah malam" Vino mengalihkan pembicaraan.


"Kau mengalihkan pembicaraan mas?"

__ADS_1


"Ah kau memanggillku apa tadi?"


"Mas, memangnya kenapa? Aneh ya?" Sella sedikit bingung.


"Emm, tapi bukankah lebih baik 'sayang'?" Goda Vino.


"Kamu mau aku panggil 'sayang' ?" Tanya Sella balik membuat Vino terbungkam.


Kini rasanya Vino telah skak mat


Rasanya Vino ingin terjun ke jurang saking malunya. Rasanya ia seperti terjebak didalam permainannya sendiri.


"Kok diem?"


"Ya itukan hak kamu, terserah kamu juga mau manggil aku apa" elak Vino.


"Ishh, jawab dulu pertanyaanku yang tadi"


"Yang mana?"


"Apa kau mencintaiku?" Tanya Sella to the point.


"Ehemm, mungkin" jawab Vino sok Cool.


"Oh ya udah" Sella pura pura ngambek.


Ia berjalan mendekat ke arah ranjang. Namun tangannya langsung dicekal oleh Vino.


"Oke oke, aku akan mengatakannya"


Vino menarik pinggang wanita itu dan merapatkannya dengan tubuhnya.


"Tatap aku" pinta Vino.


Sella pun menuruti permintaan suaminya itu


"Mungkin ini semua terlalu cepat jika dikatakan 'cinta' namun nyatanya hatiku selalu mengatakan bahwa ini memang 'cinta'. Satu hal yang perlu kau tau, semua hal yang berada di dekatku dan membuatku nyaman, maka aku akan mengikatnya selamanya bersamaku. Aku yakin kau pasti paham dengan hal itu"

__ADS_1


__ADS_2