
"Hei, ini semua bukan salahmu. Ini semua salahku karna terlalu masa bodoh dengan segalanya. Aku terlalu menutup mataku. Maafkan aku, aku janji akan menjadi suami sekaligus papi yang baik untuk anak kita"
Kia hanya diam sambil tersenyum. Matanya terus saja menatap wajah sang putra yang jelas Kia tau bahwa anaknya memang sangat mirip dengan suaminya.
Nampak mama Ranti dan papa Andre juga ikut senang atas bangun nya Kia dari komanya.
Satu minggu kemudian,,
Tubuh Kia sudah bisa digerakkan meskipun dia belum mampu untuk berjalan.
"Andy, " panggilnya pada sang suami.
"Kenapa? Hmm?" Andy mendekat lalu membantu sang istri duduk bersandar diranjang.
"Aku ingin menggendong Vano" pinta Kia.
"Baiklah, tunggulah sebentar"
Beberapa saat kemudian Andy masuk ke kamar dengan baby Vano di gendongannya.
"Ini" Andy menyerahkan sang putra ke istrinya.
Nampak Kia menyambut hangat tubuh gembul sang putra.
"Vano, ini mami. Maafin mami karna meninggalkanmu selama 4 bulan ini" Kia menciumi wajah sang putra.
Nampak baby Vano tertawa sumringah seakan tau apa yang diucapkan Kia.
"Vano mau minum?" Tanya Kia sembari membuka kancing piyamanya.
__ADS_1
Ia segera menyusui sang putra.
Ia mengusap rambut tebal bayi gembul itu.
Batin nya terus saja mengucapkan syukur karna sudah bisa kembali dipertemukan dengan putranya.
ia sangat tau bahwa Andy sangat menyayangi anaknya. terbukti nyatanya Vano dapat tumbuh gembul seperti bayi pada umumnya walaupun tanpa adanya sosok Kia sebagai ibu untuk Vano.
Andy tersenyum melihat interaksi istri dan putranya itu.
"semoga hal baik seperti ini akan abadi sampai maut memisahkan nanti" batin Andy.
Beberapa bulan kemudian,,
Tubuh Kia sudah kembali segar seperti biasanya. Badannya yang kurus kering kini kian berisi saja karna mama Ranti yang selalu memperhatikan asupan nutrisi menantunya.
Vano pun nampak sudah mulai belajar tengkurap.
Sedangkan Andy sedang mandi karna baru saja pulang bekerja.
"Dia belum tidur?" Tanya Andy yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Belum, tapi sepertinya sudah mulai mengantuk"
Andy mendekat ke arah dang putra dan segera mengangkat serta menciumi wajah Vano.
muach
muach
__ADS_1
"kamu kenapa belum tidur,, hem?? udah malem loh"
bayi itu malah mengoceh ngoceh tidak jelas yang membuat Andy semakin gemas dengan putranya.
"tidur sama mami dulu ya,, papi mau pake baju dulu"
Andy menyerahkan Vano ke sang istri.
Kia segera mengangkat anaknya dan memberinya asi sebelum tidur.
Nampak Vano sudah terlelap dengan mulut masih menempel disumber asi Kia.
"dia sudah tidur?" tanya Andy setelah keluar dari walk in closet.
"sudah, lihatlah dia sangat menggemaskan" jemari Kia menyusuri wajah tampan sang putra.
"ya, dia memang sangat menggemaskan karna wajahnya sangat identik denganku" Andy berbangga sambil terkekeh pelan.
"ya, kelak dia adalah wajah perusahaanmu. tapi biarkan aku merawatnya sampai cukup usia untuknya belajar bisnis" ucap Kia dengan jemari yang mengusap hidung mancung putranya itu.
"maksudnya?" Andy bingung dengan maksud Kia.
ia mengira semuanya telah baik baik saja, tapi mengapa kini istrinya malah berbicara tentang perpisahan.
Kia pun meletakan baby Vano dibox nya yg ada dikamar mereka.
"Emm, Andy, boleh aku bertanya?" Tanya Kia.
Andy pun langsung duduk diranjang.
__ADS_1
"Mau tanya apa? Tanyakan saja"