
Asisten Andy mengangguk mengerti,
Mereka kembali mendiskusikan target pemasaran produk baru mereka.
"Baiklah, kalau begitu kita akan menyebar produk kita dimall, minimarket, toserba dan juga melakukan penjualan secara online. Untuk iklan, produk ada diiklankan hanya melalui TV dan via instagrrram saja" Qian memutuskan.
"Ada yang perlu ditanyakan lagi?"
"Tidak!" Jawab mereka kompak.
"Baiklah, terimakasih atas partisipasinya dalam rapat ini. Sebagai ucapan terimakasih, perusahaan akan mentraktir kalian makan siang ini direstoran" ucap Qian.
"Andy, siapkan segala keperluannya" titahnya yang diangguki asisten Andy.
Para karyawan pun memasuki mobil kantor yang sudah disiapkan.
Mereka melakukan perjalanan menuju sebuah restoran.
Hanya ada 6 orang yang melakukan meeting tadi.
Asisten Andy, Qian, Vio, Kia, dan 2 karyawan dari devisi lain.
(Karna Qian belum memiliki sekertaris pribadi)
Setelah sampai direstoran yang mereka tuju, mereka semua segera menempati meja yang sudah dipesankan oleh asisten Andy tadi.
"Pilihlah makanan sesuka kalian" ucap Qian.
Mereka pun menuliskan menu sesuai seleranya masing masing.
"Kau memesan apa?" Tanya Qian pada Vio.
__ADS_1
Semua orang yang ada diaitu menatap pasangan baru menikah itu, mereka berpikir hal dilakukan Qian adalah hal yang romantis menurut mereka.
Padahal bagi Vio maupun Qian itu adalah hal biasa.
"Aku memesan lopster asam manis tadi" jawab Vio yang membuat Qian mengangguk.
Beberapa saat kemudian, makanan telah datang.
"Aak" Vio menyuapi Qian dengan lobster miliknya.
Qian gelagapan dengan suapan itu.
Ia alergi lopster, namun ia tak mampu jika harus menolak suapan sang istri itu.
Mau tak mau Qian menerima suapan dari Vio dan menguyahnya dengan cepat.
Makan diang bersama telah usai,
Qian sudah merasakan badannya terasa panas dan gatal semua.
Belum sempat Qian keluar dari restoran itu, tiba tiba tubuhnya tumbang.
Untung saja ada asisten Andy dibelakang yang siap menopang tubuh sang tuan.
"Mas Qian!" Teriak Vio.
"Cepat bawa kerumah sakit" ucap Vio pada asisten Andy.
Asisten Andy pun membantu sang tuan masuk kedalam mobil.
Mobil pun melaju ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah sampai rumah sakit, Qian langsung dibawa keruang igd untuk mendapat perawatan.
1 jam menunggu, Vio berjalan mondar mandir didepan ruangan itu.
Asisten Andy hanya duduk tenang dikursi tunggu dengan mata fokus dengan ponselnya sembari mengecek dokumen dokumen kantor.
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari igd.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?"
"Keadaannya sudah stabil, oh ya apakah tuan Qian alergi terhadap sesuatu makanan?" Tanya dokter itu.
Vio diam karna tak tau perihal ini
"Iya dok, dia alergi lobster. Tadi dia tak sengaja memakan makanan yang mengandung lobster" bukan Vio yang menjawab namun asisten Andy.
Degg
Vio baru tau tentang itu,
"Ja jadi dia alergi lobster? Tapi kenapa dia menerima suapan dariku tadi?" batin Vio bertanya tanya.
"Tapi suamiku sudah tidak apa apa kan dok?" Tanya Vio sekali lagi.
"Tidak apa apa, saya sudah memberikan obat pengurang reaksi alergi. Mungkin setelah infus habis tuan Qian boleh pulang" ucap dokter itu.
"Baik dok, terimakasih" ucap Vio.
Dokter itupun mengangguk dan meninggalkan ruangan igd itu.
Vio memasuki ruangan serba putih itu. Nampak sang suami yang sudah membuka mata nya.
__ADS_1
"Mas" panggil Vio dengan mata berkaca kaca.