Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Keinginan Konyol


__ADS_3

"Ada, pasti Qian juga memaklumi jika hanya telat 5 atau 10 menit" paksa Kia.


Akhirnya mau tidak mau Andy segera memakan masakan sang istri lalu buru buru berangkat ke kantor.


"Hati hati naik motornya, aku duluan. Oke?" Andy mengusap kepala sang istri.


"Iya" jawab Kia menganggukan kepalanya.


Sepeninggal suaminya, Kia langsung menutup wajahnya yang sudah memerah.


Baru kali ini suaminya bersikap lembut dan romantis seperti tadi.


"Kerasukan apa dia semalam" gumam Kia.


Ia segera mengambil tasnya dan berangkat ke kantor menggunakan motornya.


Jarak apartemen Andy dan kantor memanglah tidak jauh.


Bahkan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Namun Kia tak ingin ambil resiko yang akan membahayakan janinnya karna terlalu kelelahan.


Sesampainya dikantor Kia langsung mengerjakan dokumen kantor.


Jam makan siang,


Baru saja Kia akan berdiri dari duduknya namun ia malah dikagetkan dengan dua laki laki yang sama sama memberikan sebotol air minum untuknya.


Ya, dua orang lelaki itu tak lain Aldo dan Andy.


"Eh, ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Kia setengah bingung.

__ADS_1


"Ini minuman untukmu" Aldo menyodorkan air mineral.


"Minumlah yang ini saja untuk kandunganmu" Asisten Andy menyerahkan sekotak susu kehamilan instan.


"Okey okey, aku akan mengambil dua duanya" Kia mengambil pemberian dari dua pria itu.


"Makasih ya" ucapnya tulus lalu segera keluar dari ruangannya karna ia merasakan aura mengerikan yang terpancar dari mata Aldo dan Andy, suaminya.


Kia segera berjalan ke kantin perusahaan. Ia kembali dibuat kaget dengan makanan yang terhidang didepannya padahal ia belum merasa memesan makanan.


Tingg (notif handphone Kia)


"Itu makanan untukmu, sangat baik untuk nutrisi bagi janin" tulis Andy dipesan singkatnya.


Malam hari,


Sesuai rencana, Kia dan Andy menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kia.


"Iya dok"


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan mereka berdua pun pamit.


Andy memberhentikan mobilnya disalah satu supermarket untuk membeli beberapa keperluan.


"Ngapain kesini?" Tanya Kia bingung.


"Kamu mau ikut masuk atau nggak?" Andy tak menjawab pertanyaan sang istri.


"Emm mau deh"

__ADS_1


Kia pun turun dari mobil


Kia dibuat iri dengan pasangan yang berjalan didepannya. Seorang laki laki tampan yang menggandeng istrinya yang sedang hamil besar.


Kia menatap perut buncitnya lalu beralih ke punggung suaminya yang berjalan didepannya lebih dulu.


"Kapan aku bisa merasakan hal seperti itu" gumam Kia.


Entah kenapa perasaananya menjadi gusar. Ia sangat ingin digandeng sang suami seperti pasangan yang dilihatnya tadi.


Mungkin kali ini ia sedang mengidam untuk digandeng suaminya.


Kia mempercepat langkahnya untuk bisa berjalan berdampingan dengan sang suami.


Nampak Kia sedikit ragu mengungkapkan keingingannya.


"Emm,, boleh aku meminta sesuatu?" Tanyanya ragu.


"Katakan"


"Emm, gajadi deh" setelah dipikir pikir keinginannya sangatlah tidak masuk akal dan konyol.


Bisa bisa suaminya mengiranya hanya modus belaka' pikirnya.


Perasaan Kia bertambah campur aduk saat ini. Ia mengusap usap telapak tangannya sendiri.


"Nak, jangan sekarang, Pliss,, maaf bunda tidak bisa mengabulkan keinginanmu kali ini" gumamnya pelan namun masih bisa didengar sayup sayup oleh suaminya.


"Kau mau apa? Katakan saja"

__ADS_1


"Emm, tidak usah tidak apa apa" tolak Kia halus.


__ADS_2