Cinta Tuan Muda Arogan

Cinta Tuan Muda Arogan
Tanggung Jawab


__ADS_3

Bibirnya tersungging senyum tipis saat tak melihat perubahan tata letak maupun design kamarnya.


Ia segera merebahkan dirinya dikasur kamar itu.


Tak terasa, malam hari tiba.


Keluarga besar papi dan maminya datang.


Oma Mela, oma Rina, opa Reza, dan opa Bayu juga turut datang.


Tak lupa Uncle Aldy (kakak Mami Ara) , Aunty Dilla (istri uncle Aldy) dan Zee (anak perempuan Aldy, Dilla) juga turut hadir.


Uncle Bryan (kakak aunty Dilla), Aunty Mia(istri uncle Bryan) dan juga Zifa (anak bungsu Bryan dan Mia) turut hadir dalam acara makan malam itu.


Yang tak hadir hanya Zayn (22 tahun anak laki laki Aldy) karna masih menempuh pendidikan bisnis diluar negeri dan juga Zio (anak laki laki Bryan) yang juga sedang menempuh pendidikan menengah atas diluar negeri.


Zio, berumur 18 tahun. Ia akan menyelesaikan pendidikan menengah atasnya tahun ini. Sejak Smp orang tua nya memutuskan untuk mensekolahkannya diluar negeri, jadi Mia dan Bryan selalu bolak balik keluar negeri sebulan sekali untuk menjenguk keadaan sang putra.


(Nanti ada novelnya sendiri.. tapi nanti gengs..)


Qian menyalami para keluarganya.


Beberapa jam kemudian, para tamu telah kembali ke kediamannya masing masing.


Qian merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


"Huh, bentar lagi aku diangkat jadi CEO. Pasti tanggung jawabku lebih berat" desahnya lirih.


Pagi hari,


Qian, Nana, papi Rifqi dan Mami Ara sarapan bersama dimeja makan.


Ini adalah sarapan pertama dengan anggota lengkap sejak 4 tahun lalu.

__ADS_1


Karna Mami Ara, Papi Rifqi, maupun Nana tidak pernah mengunjungi Qian selama belajar diluar negeri.


Bukan karna uang ataupun waktu, namun pemuda itu melarang kedatangan keluarganya dengan alasan yang berbeda beda setiap harinya.


"Kakak hari ini free kan?" Tanya Nana.


"Iya, kenapa memang?"


"Ke pantai yuk kak" ajak bocah itu.


"Oke" sang kakak langsung mengiya kan.


"Tapi naik motor ya" pintanya lagi.


"No! Nggak boleh. Lebih aman pake mobil " Papi Rifqi ikut berbicara.


"Tapi Nana udah lama nggak naik motor pi" protes Nana.


"Iya pi, Qian janji bakal hati hati" ucap Qian menengahi.


"Ya udah deh" papi Rifqi mengalah.


Setelah sarapan, Qian dan Nana bersiap menuju pantai.


Nampak Qian menggunakan motor sport berwarna merah yang ada digarasi.


Tak lupa ia juga mengenakan helm untuk keselamatan selama berkendara.


45 menit kemudian,


Motor yang Qian tumpangi sudah sampai pantai.


Ia segera memarkirkan motornya.

__ADS_1


Qian menarik tangan sang adik agar mengikutinya.


"Kak, Nana pengen naik jet sky"


"Beneran? Kamu nggak takut?"


Nana menggeleng


Qian pun meng iyakan permintaan sang adik.


Ia segera menaiki jet sky dengan Nana duduk dibelakang nya.


"Pegangan sama kakak" Qian mengingatkan yang diangguki sang adik.


Qian pun melajukan jet skynya menuju tengah.


Mata Nana tak sengaja menatap seseorang yang sedang adu mulut diatas jet sky.


"Kakak, sepertinya mereka pasangan yang sedang bertengkar" bisiknya.


"Jangan mencampuri urusan orang lain Nana" Qian mengaingatkan.


Byurrr


Wanita tadi langsung tercebur ke laut.


Mungkin dia didorong oleh sang pacar. Dapat dilihat wanita itu tak dapat berenang dengan baik walaupun sudah mengenakan pelampung sekalipun.


"Kakak, tolongin dia"


"Udah ada pacarnya Na" Ucap Qian.


Mata Qian menatap seorang laki laki yang masih tersenyum melihat sang wanita meminta pertolongan.

__ADS_1


__ADS_2