
"Cari siapa? Qian ya?"
"Awalnya sih iya tan, tapi karna ada tante ya udah sama tante aja deh. Sella mau mengembalikan ini ke tante. Ini kunci apartemen dulu pemberian Qian untuk Sella. Sekarang Sella mau ngembaliin ini ke Qian"
"Haduh,, ngapain sih repot repot. Itu apartemen kan emang buat kamu"
"Hehe, enggak deh tan. Sella juga udah cari kost kost an tan buat Sella sendiri" jawab Sella santai.
"Ya nggak papa, apartemen itu tetep buat kamu" kekeh mami Ara.
"Sekali lagi Sella minta maaf tan. Kost kostan Sella udah lebih dari cukup kok tan" jawab Sella lagi ramah.
Mau tidak mau mami Ara menerima kunci apartemen itu. Sella pun segera pamit undur diri dari rumah megah itu.
Beberapa saat setelah taksi yang ditumpangi Sella meninggalkan mansion mewah itu, nampak Qian berjalan menuju sang mami.
"Katanya tadi Sella kesini ya mi?"
"Iya, tapi udah pulang. Dia cuma mau ngasih ini" ucap mami Ara sambil menyerahkan kunci apartemen.
"Loh kok dibalikin. Mami juga kok malah diterima sih" kesal Qian.
Plak
Mami Ara memukul lengan sang putra
"Kamu asal marah marah sama mami. Mami kan belum jelasin kejadiannya. Tadi mami udah nolak kunci ini, tapi Sella nya yang maksa" ucap Mami Ara membuat Qian manggut manggut mengerti.
Setelah selesai berbincang dengan sang mami, Qian kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Loh mbak Sella nya mana? Emang udah selesai?" Tanya Vio.
"Tadi pas aku turun Sella nya udah pulang, katanya udah ketemu sama mami. Dia cuma ngembalikin kunci apartemen" ucap Qian jujur.
Vio manggut manggut mengerti
"Ya udah sini peluk" pinta Vio.
"Ini udah sore Vi, waktunya mandi" Qian mengingatkan.
"Bentar doang mas, plis" pinta Vio.
Mau tidak mau Qian menuruti keinginan sang istri. Ia memeluk tubuh mungil istrinya itu.
Vio menghirup dalam dalam aroma maskulin khas tubuh Qian.
"Mas nanti malem jangan makan dirumah ya, aku pengen makan malam diluar" pintanya pada sang suami.
"Emang mau makan dimana?" Tanya Qian sambil membelai rambut sang istri.
"Terserah sih mas, intinya aku bosen makan dirumah"
"Iya nanti kita makan malam diluar" ia mengiyakan permintaan Vio.
Malam hari, Qian benar benar membawa sang istri ke salah satu restoran ternama dikota itu.
"Gimana, kamu suka?" Tanya Qian yang diangguki Vio.
"Suka banget mas"
__ADS_1
"Ada yang mau aku omongin" ucap Qian serius.
"Tentang apa mas?"
"Mulai besok kamu pindah jadi sekertaris aku"
"Loh kok dadakan banget sih" gerutu Vio.
"Dari beberapa bulan yang lalu aku rekrut sekertaris tapi nggak pernah dapet yang bagus. Aku rasa kamu cocok dibagian itu"
"Tapi aku nggak pd mas"
"Ya di pd in aja. Nanti kan ada aku. Bisa bantu kamu juga"
"Ya udah deh gakpapa"
Keesokan harinya,
Vio berangkat ke kantor satu mobil dengan sang suami.
Sesampainya dikantor, Vio langsung menuju meja sekerteris yang tempatnya tepat didepan ruangan Qian.
Asisten Andy meletakkan beberapa berkas ke meja Vio.
"Ini berkas untuk meeting, silahkan nona chek dan pahami materinya karna nanti anda yang akan presentasi"
"Hah?! Yang bener aja. Ini hari pertamaku kerja loh. Masak langsung suruh gini sih" kesal Vio.
#duhhh kasian banget ya Sella guyss😔.
__ADS_1